Target besar ditetapkan untuk kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2026 dengan angka mencapai 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan.
Optimisme ini muncul setelah sektor pariwisata menunjukkan tren pemulihan yang kuat sepanjang tahun 2025 dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 3,96% pada kuartal ketiga. Peningkatan jumlah kunjungan ini diproyeksikan mampu menyumbang devisa negara sebesar US$22 miliar hingga US$24,7 miliar sehingga memperkokoh stabilitas ekonomi nasional melalui sektor jasa.
Beberapa pilar strategis telah disepakati untuk mencapai target tersebut dengan fokus pada penguatan infrastruktur dan konektivitas. Integrasi antara bandara lama dan baru akan dipercepat guna memudahkan mobilitas wisman menuju berbagai destinasi prioritas di seluruh Indonesia. Selain itu, kebijakan visa kunjungan akan dievaluasi dan disederhanakan sebagai upaya transformasi tata kelola digital agar akses masuk bagi turis asing menjadi lebih praktis dan transparan.
“Kontribusinya terhadap PDB bisa naik menjadi 4,5% sampai 4,7%. Dengan melihat capaian di tahun 2025, maka seluruh kementerian dan lembaga optimis target tersebut akan bisa dicapai,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Selain perbaikan fisik dan regulasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi prioritas melalui program pengembangan keterampilan yang menyasar 400 ribu tenaga kerja pariwisata setiap tahunnya. Keberlanjutan fiskal sektor ini akan didukung oleh pembentukan Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF) serta pemberian insentif pajak bagi pekerja industri terkait.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


