Pemerintah terus menyalurkan program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kemasan Minyakita hingga akhir Juni 2026. Bantuan ini digulirkan sebagai instrumen untuk mengendalikan stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga kekuatan daya beli masyarakat.
Aktivitas penyaluran bantuan didistribusikan kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masuk dalam kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Setiap unit keluarga dijadwalkan menerima pasokan sebanyak 20 kg beras premium serta 4 liter minyak goreng melalui skema pencairan berkala.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengonfirmasi total kebutuhan komoditas pendukung untuk agenda ini mencapai 664.900 ton beras dan 132.900 kiloliter minyak goreng.
Ketersediaan cadangan pangan di gudang Bulog dipastikan aman dengan kepemilikan stok beras yang masih menyentuh 5,3 juta ton, sementara proses pengadaan komoditas Minyakita telah merampungkan sisa pemenuhan target hingga 99 persen.
Sisa pemenuhan stok minyak goreng yang bersumber dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat sedang dikebut agar pasokan cadangan selebihnya bisa langsung dialirkan untuk memperkuat ketersediaan barang di pasar-pasar rakyat.
Seluruh operasional pendanaan program stimulus ini disokong oleh pagu anggaran belanja negara yang dikelola langsung oleh Bapanas dengan total nilai menyentuh Rp14,074 triliun.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


