Durian beku asal Indonesia resmi memasuki pasar China setelah sebanyak 23 ton produk tiba di Pelabuhan Qinzhou, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, China selatan, pada 6 Januari 2026.
Pengiriman ini menjadi tonggak penting bagi ekspor produk hortikultura Indonesia ke Negeri Tirai Bambu melalui jalur laut.
“Atase Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing, Budihansyah, mengatakan kedatangan tersebut menandai dimulainya distribusi langsung durian beku Indonesia ke pasar China,” ujarnya, dikutip dari Antara.
“Ini sekaligus menjadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama perdagangan pertanian antara Indonesia dan China,” tambahnya.
Kontainer durian beku tersebut diberangkatkan dari Jakarta pada 26 Desember dan diproses di Pelabuhan Qinzhou sesuai ketentuan kepabeanan serta karantina China, berdasarkan kesepakatan antara General Administration of Customs of China (GACC) dan Badan Karantina Indonesia yang ditandatangani pada Mei tahun lalu.
Salah satu persyaratan utama ekspor adalah penerapan sistem ketertelusuran penuh.
Setelah masuk China, durian beku diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti daging durian beku, durian kering beku, durian bercangkang, dan pasta durian.
“Ekspor ini mencerminkan kepercayaan otoritas China terhadap sistem karantina dan jaminan mutu produk pertanian Indonesia,” kata Budihansyah.
Data Badan Karantina Indonesia mencatat, sepanjang Januari–November 2025, Indonesia mengekspor 10.162 ton durian ke berbagai negara, termasuk 2.574 ton ke China.
Sementara itu, impor durian China pada 2024 mencapai rekor 6,99 miliar dolar AS, menjadikan pasar ini sangat strategis bagi produsen durian Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


