transisi energi hijau investasi infrastruktur listrik perlu rp8561 triliun - News | Good News From Indonesia 2026

Transisi Energi Hijau, Investasi Infrastruktur Listrik Perlu Rp8.561 Triliun

Transisi Energi Hijau, Investasi Infrastruktur Listrik Perlu Rp8.561 Triliun
images info

Dok. Canva


PT PLN (Persero) memperkirakan kebutuhan investasi sektor ketenagalistrikan akan melampaui US$500 miliar atau setara Rp8.561 triliun dalam dekade mendatang. Dana jumbo ini dialokasikan untuk mendukung proyek transmisi dan transisi energi hijau yang tertuang dalam RUPTL 2025-2034.

Hal ini mencakup pembangunan jaringan transmisi sepanjang 48.000 kilometer guna menjembatani sumber energi terbarukan di daerah terpencil dengan pusat permintaan. Tanpa interkoneksi memadai, lonjakan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan berisiko tidak terserap optimal oleh sistem kelistrikan nasional.

Salah satu halĀ utama adalah teknologi high voltage direct current (HVDC) untuk interkoneksi Sumatra-Jawa sepanjang 112 kilometer yang kini masuk tahap persiapan. Proyek ini diposisikan sebagai tulang punggung listrik hijau untuk memastikan keandalan sistem di kawasan ekonomi utama.

Dalam rencana sepuluh tahun ke depan, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW dengan porsi energi terbarukan mencapai 76 persen. Angka tersebut meliputi pengembangan tenaga surya sebesar 17,1 GW, air 11,7 GW, angin 7,2 GW, serta panas bumi 5,2 GW.

Guna mendukung ambisi ini, pemerintah telah mengalokasikan dukungan fiskal untuk ketahanan energi sebesar Rp402,4 triliun pada tahun anggaran 2026. Selain dana APBN, PLN juga membuka opsi pendanaan berbasis swasta dan kolaborasi global untuk mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.