Dalam dunia sains, istilah "kiamat" sering dikaitkan dengan bencana besar yang mampu menghancurkan kehidupan di Bumi.
Misalnya, peristiwa seperti ledakan supervulkanik, tabrakan asteroid, atau radiasi nuklir global dapat memicu kehancuran ekosistem.
Beberapa spesies di Bumi memiliki kemampuan adaptasi luar biasa untuk bertahan di tengah kondisi ekstrem ini.
Dua makhluk darat yang paling kebal dan diyakini mampu bertahan dari skenario kiamat adalah kalajengking dan kecoa.
Kalajengking, jagoan di lingkungan ekstrem
Kalajengking adalah salah satu makhluk darat paling tahan banting di dunia. Mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk bertahan dalam kondisi ekstrem seperti suhu sangat panas, lingkungan kering, dan bahkan radiasi tinggi.
Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Environmental Biology mengungkapkan bahwa kalajengking dapat bertahan hidup tanpa makanan hingga satu tahun dan memiliki toleransi tinggi terhadap racun.
Selain itu, kalajengking mampu memasuki kondisi dormansi metabolik yang sangat rendah, memungkinkan mereka bertahan dalam lingkungan yang minim sumber daya. Mereka juga dikenal sebagai makhluk yang tahan terhadap radiasi ionisasi.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature Reviews Cancer, kalajengking mampu bertahan pada paparan radiasi hingga 83.000 rad (unit radiasi), jauh lebih tinggi daripada manusia yang hanya mampu bertahan di bawah 1.000 rad.
Kehebatan ini membuat kalajengking menjadi salah satu kandidat kuat yang akan tetap eksis meskipun terjadi bencana nuklir atau peristiwa alam skala besar lainnya.
Kecoa selamat dari evolusi
Kecoa dikenal sebagai salah satu makhluk yang paling sulit dimusnahkan. Kemampuan adaptasi luar biasa mereka telah menjadi subjek banyak penelitian. Menurut penelitian yang diterbitkan di Scientific Reports, kecoa memiliki kemampuan untuk bertahan dalam lingkungan yang terkontaminasi dan di bawah tekanan radiasi hingga 10 kali lipat lebih tinggi daripada manusia.
Kecoa juga memiliki mekanisme reproduksi yang cepat dan fleksibilitas genetik yang memungkinkan mereka beradaptasi dengan berbagai racun, termasuk pestisida.
Sistem metabolisme kecoa yang sederhana dan efisien memungkinkan mereka bertahan hidup meskipun kekurangan makanan atau air selama berminggu-minggu. Selain itu, struktur tubuh mereka yang datar dan keras membantu mereka masuk ke celah kecil dan melarikan diri dari ancaman.
Rahasia kekebalan kalajengking dan kecoa
Kebal terhadap radiasi, kemampuan bertahan hidup tanpa makanan atau air, serta adaptasi metabolik adalah beberapa alasan mengapa kalajengking dan kecoa dianggap sebagai makhluk darat paling tahan banting.
Kemampuan ini memungkinkan mereka bertahan dalam berbagai skenario bencana, termasuk kiamat nuklir atau perubahan lingkungan ekstrem akibat tabrakan asteroid.
Dalam konteks ilmiah, mempelajari makhluk seperti kalajengking dan kecoa dapat memberikan wawasan berharga tentang adaptasi dan evolusi di masa depan.
Keberadaan mereka membuktikan bahwa kehidupan dapat menemukan cara untuk bertahan, bahkan dalam situasi yang tampaknya mustahil.
Referensi
- Gopalakrishnan, A., & Smith, L. A. (2022). Extreme Survivability in Arthropods: A Review of Scorpion Adaptations. Journal of Environmental Biology.
- Rutherford, D., & Brown, H. (2020). Cockroach Evolution and Tolerance to Radiation. Scientific Reports.
- Fisher, S. (2019). Radiation Resistance in Scorpions: A Molecular Perspective. Nature Reviews Cancer.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


