Ada sebuah cerita rakyat dari Maluku yang menceritakan tentang legenda Sungai Waehaka. Sungai ini dikenal memiliki kekuatan mistis yang membuat masyarakat tidak bisa membuat jembatan di atasnya.
Berikut kisah dari legenda Sungai Waehaka, salah satu cerita rakyat Maluku.
Legenda Sungai Waehaka, Cerita Rakyat dari Maluku
Dinukil dari artikel Kamaria, "Misteri Sungai Waehaka" dalam buku Antologi Cerita Rakyat Buru, pada zaman dahulu di Tobelo, Halmahera, hiduplah seorang pemuda yang gagah berani. Pemuda tersebut bernama Lolong Limau.
Dirinya dikenal memiliki kesaktian yang tinggi. Meskipun demikian, Lolong Limau dikenal baik hati dan suka membantu orang yang sedang kesusahan.
Kesaktian Lolong Limau ternyata terdengar oleh Sultan Ternate. Sang sultan kemudian memutuskan memanggil Lolong Limau ke istana.
Sesampainya di istana, Lolong Limau menerima tugas dari sang sultan. Dirinya ditugaskan untuk menumpas gerombolan penjahat yang ada di Pulau Buru.
Lolong Limau menerima perintah sang sultan. Pada hari yang ditetapkan, berangkatlah Lolong Limau bersama pasukannya dari Halmahera menuju Pulau Buru.
Berhari-hari berlalu, sampailah Lolong Limau di Pulau Buru. Tidak menunggu waktu lama, dirinya langsung melaksanakan tugas yang diberikan oleh sultan.
Lolong Limau pergi dari satu desa ke desa lainnya. Dirinya langsung menumpas siapa saja yang berbuat onar di daerah tersebut.
Kesaktian yang dimiliki oleh Lolong Limau membuat para gerombolan penjahat tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam waktu singkat, dia berhasil menumpas kejahatan yang ada di Pulau Buru.
Pada suatu hari, Lolong Limau bersama pasukannya tengah berada di sisi selatan Pulau Buru. Di sana terdapat sebuah kampung yang bernama Waulung.
Di sana, Lolong Limau jatuh hari dengan seorang wanita yang bernama Duria Lesnussa. Lolong Limau akhirnya memutuskan untuk menikahi wanita tersebut dan menetap di sana.
Saudara Duria Lesnussa kemudian memberikan hadiah pernikahan kepada saudarinya. Lolong Limau dan Duria Lesnussa diberikan sebuah wilayah untuk mereka pimpin bersama.
Daerah tersebut kemudian diberi nama Waehaka. Masyarakat setempat juga mengenal daerah ini dengan nama Air Kasi.
Di Waehaka, ada sebuah sungai yang membelah daerah tersebut menjadi dua. Satu sisi dikenal sebagai kampung baru, sementara itu sisi lainnya disebut sebagai kampung lama.
Sejak lama masyarakat sudah berusaha membuat jembatan untuk menyambungkan kedua daerah tersebut. Namun Sungai Waehaka dikenal memiliki kekuatannya tersendiri, sehingga semua upaya yang dilakukan menjadi sia-sia begitu saja.
Duria Lesnussa juga menceritakan hal ini kepada suaminya. Dirinya menjelaskan bahwa akan ada bahaya ketika seseorang mencoba membuat sungai di atas Sungai Waehaka.
Beberapa waktu berlalu, masyarakat setempat masih mencoba untuk membuat jembatan di sana. Namun sama seperti sebelumnya, usaha itu tetap tidak membuahkan hasil.
Melihat masyarakat yang kesusahan, Lolong Limau kemudian mencoba untuk membantu mereka. Dirinya yakin dengan kesaktian yang dimiliki meskipun sudah diwanti-wanti oleh sang istri.
Pada suatu sore, Lolong Limau pergi ke Sungai Waehaka. Di sana banyak kapal yang lalu lalang melewati sungai tersebut.
Lolong Limau kemudian berteriak dengan lantang untuk menghentikan kapal-kapal itu. Namun tiba-tiba muncul angin kencang yang menghempaskan siapa saja yang ada di sekitar Sungai Waehaka, termasuk Lolong Limau.
Akibat hempasan angin tersebut, Lolong Limau tersungkur di pinggir sungai. Tiba-tiba semua kesaktian yang ada di dalam diri Lolong Limau hilang begitu saja.
Dirinya kemudian kembali pulang ke rumah dalam keadaan lemas. Duria Lesnussa yang melihat hal ini menyadari ada suatu penyebab yang sudah dilakukan oleh suaminya.
Lolong Limau kemudian memberi tahu bahwa dia sudah mengindahkan peringatan Duria Lesnussa. Dirinya kemudian meminta maaf kepada sang istri atas kesalahannya itu.
Duria Lesnussa memaafkan Lolong Limau. Namun sejak saat itu, Lolong Limau kehilangan semua kekuatannya dan sama seperti rakyat biasa lainnya.
Begitulah kisah dari legenda Sungai Waehaka, salah satu cerita rakyat Maluku.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


