jalan tol cipali jalan tol terpanjang di pulau jawa yang disebut angker dan berbahaya - News | Good News From Indonesia 2026

Tol Cipali Dianggap Angker karena Rawan Kecelakaan, Padahal Bisa Dicegah & Ada Penjelasan Ilmiahnya

Tol Cipali Dianggap Angker karena Rawan Kecelakaan, Padahal Bisa Dicegah & Ada Penjelasan Ilmiahnya
images info

Tol Cipali Dianggap Angker karena Rawan Kecelakaan, Padahal Bisa Dicegah & Ada Penjelasan Ilmiahnya


Jalan Tol Cikopo-Palimanan alias Tol Cipali adalah salah bagian dari Tol Trans-Jawa yang saat ini menjadi jalan tol terpanjang di Pulau Jawa. Memiliki panjang total 116,75 km, Tol Cipali melintasi Cikopo, Subang, Purwakarta, hingga Palimanan.

Tol ini juga tersambung langsung dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan diteruskan ke Jalan Tol Palimanan-Kanci. Tol Cipali juga menghubungkan berbagai ruas tol lain di Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Selain menjadi jalan tol terpanjang di Jawa, Tol Cipali turut masuk dalam daftar jalan tol terpanjang di Indonesia setelah Tol Terpeka, Tol Bakter, dan Tol Permai. Sebagai informasi, ketiga tol ini merupakan proyek rangkaian ruas jalan tol di Trans-Sumatra yang menghubungkan Lampung hingga Aceh.

Tol Cipali bisa memangkas waktu perjalanan dari dan ke Cikampek-Palimanan hingga 40 km dibandingkan melalui jalur Pantura.

Awal Mula Berdirinya Tol Cipali

Proyek Tol Cipali sebenarnya sudah ada sejak 1996 di zaman Presiden Soeharto. Tujuannya tak lain untuk mengurangi kepadatan lintas utara alias Pantura yang sering macet.

Namun, krisis moneter hebat menghantam Indonesia pada 1998. Akibatnya, tidak ada kejelasan dan tindak lanjut proyek ini hingga bertahun-tahun setelahnya.

Satu dasawarsa setelahnya, wacana pembangunan Tol Cipali muncul. Akan tetapi, realisasinya baru betul-betul dilakukan pada 2011. Butuh waktu empat tahun untuk merampungkan proyek ini.

Tol Cipali diresmikan pada 13 Juni 2015 silam oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Saat ini, pengelolaannya dilakukan oleh PT Lintas Marga Sedaya melalui ASTRA Tol Cipali.

Melansir dari Lintas Marga yang dikelola Astra Infra Toll Road, Tol Cipali punya enam gerbang tol dengan 44 gardu unit. Tol ini juga dilengkapi dengan 12 unit patroli, 12 unit derek, dan 12 unit kendaraan rescue, serta 47 kamera pemantau yang siap melayani pengendara jika terjadi sesuatu.

Tidak ketinggalan, terdapat 8 rest area yang tersebar 4 berada di arah Jakarta dan 4 di arah Palimanan (di Jalur A dan B).

Menariknya, balik itu semua, banyak yang beranggapan bahwa Tol Cipali angker dan berbahaya. Mengapa demikian?

Tol Cipali yang (Katanya) Angker dan Berbahaya

Tingginya angka kecelakaan di Tol Cipali menyebabkan tol ini dijuluki sebagai salah satu jalan tol yang angker dan berbahaya. Konon, masyarakat percaya jika kasus kecelakaan yang melibatkan minibus, bus, hingga truk itu dikaitkan dengan adanya Batu Bleneng.

Sekilas, tak ada yang aneh dari batu itu. Bagi orang awam, mungkin batu itu tampak “normal” selayaknya bongkahan batu besar lainnya. Akan tetapi, masyarakat percaya kalau batu itu keramat karena menjadi penyumbat mata air super besar dari Gunung Ciremai.

Jika dipindah atau dihancurkan, akan ada banjir besar atau semburan lumpur yang akan menenggelamkan daerah sekitar. Tak berhenti di situ, ada yang mengatakan jika batu itu dijaga oleh entitas gaib.

Di sisi lain, ada kalangan yang mempercayai bahwa terdapat sosok gaib yang acap kali mengganggu pengguna jalan. Entitas tak kasat mata ini dikabarkan sering mengganggu di sekitar KM 88-100 Tol Cipali.

Sosok itu sering melintasi tol secara tiba-tiba. Hal inilah yang disebut-sebut menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan di Tol Cipali.

Namun, perlu diketahui jika hal-hal yang berkaitan dengan kisah mistis itu adalah kepercayaan masyarakat setempat. Jika dipikirkan secara nalar, bisa saja kecelakaan-kecelakaan di Tol Cipali disebabkan oleh human error alias kesalahan dari si pengemudi itu sendiri.

Tulisan Afif Amir Amrullah dalam jurnal Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, diterangkan jika penyebab kecelakaan di ruas tol umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, yakni pengemudi, cuaca, kendaraan, dan lingkungan jalan. Dalam aspek manusia sendiri, kecelakaan bisa disebabkan karena pengemudi yang mengantuk, kurang antisipasi, dan berkendara dalam kecepatan tinggi.

Di sisi lain, beberapa titik rawan kecelakaan di Tol Cipali merupakan area yang lurus dan rata. Ini dapat mendorong pengemudi untuk membawa kendarannya dengan kecepatan yang tinggi.

Ditilik dari sisi yang lain, Tol Cipali merupakan salah satu ruas penting di Jawa yang menghubungkan provinsi-provinsi di pulau tersebut, sehingga jika pengemudi sudah menempuh perjalanan yang jauh, ia mungkin akan merasa kelelahan yang memicu terjadinya kecelakaan.

Data lain yang disajikan dalam artikel ilmiah itu menyebutkan bahwa area Cikedung memiliki sedikit lampu penerangan. Kawasan itu juga lebih lenggang dibandingkan area tol lainnya sehingga cukup berpengaruh terhadap visibilitas pengemudi.

Nah, Kawan GNFI percaya dengan kisah mistis di Tol Cipali atau tidak? Apapun itu, tentu selalu berkendara dengan hati-hati dan tidak memaksakan diri apabila kondisi fisik sudah tidak memungkinkan perlu dilakukan agar terhindar dari kecelakaan di Tol Cipali.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.