Di wilayah barat Provinsi Gorontalo, Pantai Bolihutuo terletak di Kabupaten Boalemo dan menghadap langsung ke perairan Teluk Tomini. Selama bertahun-tahun, kawasan ini relatif belum berkembang sebagai destinasi wisata arus utama.
Kondisi tersebut membuat lingkungan pantai tetap terjaga, dengan tingkat aktivitas manusia yang masih terbatas dibandingkan kawasan pesisir lain di Gorontalo.
Pantai Bolihutuo memiliki bentang pasir putih yang memanjang mengikuti garis pantai. Tekstur pasirnya relatif halus dan bersih, sementara perairannya jernih dengan gradasi warna biru muda hingga biru tua. Karakter perairan yang cenderung landai menjadikan kawasan ini bisa untuk berbagai aktivitas wisata pesisir.
Kompas.com edisi 14 September 2023 menyebut Pantai Bolihutuo sebagai salah satu pantai dengan kualitas visual menonjol di kawasan Teluk Tomini, terutama karena kejernihan air dan kebersihan pantainya.
Pada pagi hari, kondisi perairan umumnya tenang dengan gelombang kecil yang bergerak perlahan menuju pantai. Situasi ini mencerminkan karakter perairan Teluk Tomini yang relatif terlindung dari arus besar. Lingkungan pantai yang tidak padat aktivitas wisata juga membuat suasana kawasan ini cenderung sunyi, terutama di luar musim liburan.
Salah satu ciri fisik Pantai Bolihutuo adalah keberadaan deretan pohon pinus yang tumbuh di sepanjang pesisir. Vegetasi ini berfungsi sebagai peneduh alami sekaligus penahan angin laut. Dalam kajian ekowisata pesisir, vegetasi pantai berperan penting dalam menjaga kestabilan ekosistem, mencegah abrasi, serta meningkatkan kenyamanan pengunjung tanpa memerlukan struktur buatan yang masif.
Kelayakan Pantai Bolihutuo sebagai destinasi wisata juga didukung oleh kajian ilmiah. Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Nike Universitas Negeri Gorontalo tahun 2020 mencatat bahwa indeks kesesuaian wisata bahari Pantai Bolihutuo mencapai 91%. Nilai tersebut menempatkan kawasan ini dalam kategori sangat sesuai untuk pengembangan wisata pantai.
Penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah parameter antara lain kemiringan pantai, kejernihan perairan, keamanan arus laut, serta daya dukung lingkungan. Data ini menunjukkan bahwa potensi Pantai Bolihutuo tidak hanya bersifat visual, tetapi juga didukung oleh aspek teknis dan ekologis yang memadai untuk pengembangan jangka panjang.
Seiring meningkatnya perhatian terhadap kawasan ini, sejumlah fasilitas pendukung mulai dibangun. Di area pantai kini tersedia gazebo, area kuliner, musala, toilet umum, serta wahana permainan air. Kehadiran fasilitas tersebut mencerminkan tahapan awal pengembangan destinasi wisata yang menyesuaikan kebutuhan pengunjung, meskipun sebagian besar area pantai masih mempertahankan kondisi alaminya.
Perkembangan penting lainnya adalah berdirinya Cabana Resto dan Resort di kawasan Pantai Bolihutuo. Fasilitas ini diresmikan pada Desember 2020 dan menandai masuknya investasi swasta ke sektor pariwisata Boalemo. Antara News Gorontalo (12 Desember 2020) melaporkan bahwa Cabana dirancang dengan pendekatan arsitektur modern yang menyesuaikan lanskap pesisir.
Resort tersebut menyediakan akomodasi yang berlokasi langsung di tepi pantai, sehingga wisatawan tidak perlu kembali ke pusat kota untuk menginap. Dalam konteks ekonomi pariwisata, keberadaan akomodasi di destinasi berkontribusi terhadap peningkatan lama tinggal wisatawan dan memperluas perputaran ekonomi di wilayah sekitar.
Aktivitas pariwisata di Pantai Bolihutuo juga berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat lokal. Festival Pantai Bolihutuo menjadi salah satu agenda promosi destinasi yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Antara News Gorontalo edisi 22 Juli 2023 mencatat bahwa puluhan pelaku usaha lokal terlibat dalam penyelenggaraan festival tersebut.
Festival tersebut menghadirkan produk kuliner khas Gorontalo, kerajinan tangan, serta pertunjukan seni daerah. Dalam kajian pariwisata, kegiatan festival kerap digunakan sebagai sarana promosi destinasi sekaligus penguatan identitas lokal dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ruang wisata.
Di Pantai Bolihutuo, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas seperti berenang, snorkeling, bermain jet ski, atau beristirahat di area pantai yang teduh. Aktivitas ini memanfaatkan kondisi perairan yang relatif tenang serta bentang pantai yang luas dan terbuka.
Akses menuju Pantai Bolihutuo ditempuh melalui perjalanan darat dari Kota Gorontalo dengan waktu tempuh sekitar empat jam melalui Jalur Trans Sulawesi. Rute ini melewati kawasan perbukitan, pesisir, dan permukiman desa, yang merepresentasikan karakter geografis wilayah Gorontalo bagian barat.
Data kunjungan wisata menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. MediaSulutGo.com pada 3 Januari 2025 melaporkan adanya lonjakan jumlah pengunjung Pantai Bolihutuo selama periode libur nasional. Informasi tersebut mengindikasikan bahwa pantai ini mulai dikenal lebih luas oleh wisatawan regional maupun nasional.
Seiring meningkatnya jumlah kunjungan, pengelolaan kawasan menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Pengaturan zonasi, pengelolaan sampah, serta edukasi wisatawan terkait perilaku berwisata ramah lingkungan menjadi faktor penting untuk menjaga daya dukung kawasan pesisir.
Pantai Bolihutuo menunjukkan dinamika pengembangan destinasi wisata berbasis potensi alam dan keterlibatan masyarakat. Kawasan ini memperlihatkan bagaimana pengembangan pariwisata dapat berlangsung secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara seimbang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


