Meski kelihatannya sederhama, domino sejatinya adalah olahraga. Bahkan, domino juga diharapkan jadi penggerak industri olahraga Indonesia.
Domino pada dasarnya adalah permainan kartu tradisional yang juga kerap disebut gaple. Di Indonesia, domino identik dengan permainan yang dilakukan para bapak-bapak di warung kopi alias warkop atau pos ronda untuk mengusir kebosanan sekaligus menghibur diri.
Nah, tahukah Kawan jika domino sebetulnya adalah cabang olahraga resmi yang diakui di Indonesia?
Ya, pada Januari 2026 ini, domino resmi diakui sebagai cabang olahraga atau cabor nasional. Organisasi yang jadi induk olahraga domino Indonesia pun sudah ada, yakni Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO).
Dengan resminya domino sebagai cabor, maka orang yang memainkannya pun tak perlu khawatir dicap yang tidak-tidak. Maklum saja, domino memang kerap digunakan sebagai ajang judi olah pihak-pihak yang tak bertanggungjawab.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya juga sudah menyatakan bahwa permainan domino halal karena fungsinya adalah olahraga otak serta sarana hiburan dan silaturahmi. Yang penting, permainannya tidak mengandung unsur taruhan, permusuhan, atau kerusakan sosial.
Menurut sejarah, Domino awalnya dikenal Tiongkok pada abad ke-12, lalu menyebar ke Eropa pada akhir abad ke-18 dan masuk ke negara-negara lain sejak abad ke-19.
Di Indonesia, domino masuk sekitar abad ke-17 hingga ke-18 dengan dibawa oleh pedagang dan penjajah Eropa. Dari yang awalnya dimainkan bangsawan Eropa, domino kemudian jadi permainan yang merakyat.
Baru juga jadi olahraga resmi, domino pun kini langsung diproyeksikan sebagai penggerak industri olahraga nasional.
Domino Jadi Penggerak Industri Olahraga, Mengapa Tidak?
Harapan agar domino jadi pengerak industri olahraga Indonesia disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI), Erick Thohir, dalam deklarasi dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I ORADO periode 2026-2030 di Jakarta, Rabu (7//2025). Ia mendorong olahraga domino untuk terus berkembang agar mampu berperan strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor sport industry dan sport tourism.
"Cabang olahraga sekarang berbagai macam ada olahraga prestasi, olahraga masyarakat dan olahraga industri. ORADO ini menjadi bagian sport industry yang memang bisa mendorong perputaran ekonomi secara menyeluruh," ujar Erick.
“Saya senang sekali ketika di Indonesia, sport industri menjadi wadah pengembangan olahraga yang mengandung nilai ekonomi. Apalagi kalau kita lihat sport industry ini terus tumbuh. Angka pertumbuhannya bahkan mengalahkan pertumbuhan ekonomi di banyak negara." lanjutnya.
Deklarasi dan Rakernas I ORADO periode 2026-2030 sendiri mengangkat tema 'Konsolidasi dan Penguatan Fondasi Organisasi ORADO sebagai Federasi Olahraga Domino yang Profesional dan Berprestasi'. Dalam acara tersebut, hadir para peserta dari Pengurus Besar ORADO, 38 Pengurus Provinsi ORADO, 309 Pengurus Kabupaten/Kota ORADO serta 45 Perwakilan Wasit.
Di sisi lai, ORADO juga punya misi agar olahraga domino semakin berkembang. Salah satunya dengan menggelar seleksi nasional untuk menjaring atlet-atlet domino terbaik Tanah Air.
"Kita akan menyeleksi atlet dari daerah naik ke provinsi hingga adanya kejurnas di tahun ini (2026)." kata Ketua Umum ORADO Yooky Tjahrial.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


