nyaman kuliah di kampus muhammadiyah olin mahasiswa katolik jadi wisudawan terbaik ummad - News | Good News From Indonesia 2026

Nyaman Kuliah di Kampus Muhammadiyah, Olin Mahasiswa Katolik Jadi Wisudawan Terbaik UMMAD

Nyaman Kuliah di Kampus Muhammadiyah, Olin Mahasiswa Katolik Jadi Wisudawan Terbaik UMMAD
images info

Nyaman Kuliah di Kampus Muhammadiyah, Olin Mahasiswa Katolik Jadi Wisudawan Terbaik UMMAD


“Selama saya kuliah di UMMAD, saya merasa sangat nyaman,” kata Kristofora Karolina Kewa. Mahasiswa asal Lembata, Nusa Tenggara Timur itu beragama Katolik.

Pada Desember 2025 lalu, mahasiswa yang akrab disapa Olin ini tercatat sebagai salah satu wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD). UMMAD adalah salah satu kampus yang berada di bawah naungan organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia.

Bagi Olin, capaian tersebut bukan hanya tentang IPK tinggi atau raihan gelar sarjana. Lebih dari itu, pengalaman kuliah selama di UMMAD menjadi bukti bahwa ruang pendidikan dapat bersifat inklusif. Meski tergolong perguruan tinggi yang relatif muda, UMMAD tidak ia rasakan sebagai kampus yang diskriminatif dan membeda-bedakan latar belakang.

baca juga

Menjaga Minat di Dunia Kesehatan

Di UMMAD, Olin memilih Jurusan Administrasi Kesehatan. Sejak SMA, ia memang menaruh minat pada dunia kesehatan. Keperawatan sempat menjadi tujuan awalnya melanjutkan pendidikan tinggi. Namun pertimbangan biaya membuat Olin dan keluarga harus berpikir ulang.

Pilihan kemudian bergeser ke kebidanan. Sayangnya, kampus yang ia incar hanya menyediakan jenjang D3, sementara Olin menginginkan pendidikan S1.

Ia tidak menyerah. Olin justru memperluas pencarian. Ia berdiskusi dengan teman, membaca deskripsi berbagai program studi, dan menimbang jurusan yang masih berada di sektor kesehatan, tetapi lebih realistis secara akses dan biaya.

Dari proses itulah Olin mengenal Administrasi Kesehatan. Ia melihat jurusan ini tetap memberi ruang untuk berkontribusi di bidang kesehatan, meski tidak berada di garis depan sebagai tenaga medis.

baca juga

Apa Itu Administrasi Kesehatan?

Selama ini, sektor kesehatan kerap dipersepsikan identik dengan dokter atau perawat. Padahal, layanan kesehatan juga bergantung pada sistem pengelolaan dan administrasi yang tertata. Aspek inilah yang menarik perhatian Olin.

“Administrasi Kesehatan di UMMAD memberikan pembekalan terkait pengelolaan pelayanan kesehatan, administrasi rumah sakit, hingga sistem pelayanan kesehatan secara profesional,” jelas Olin, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.

Melalui jurusan ini, Olin melihat peluang untuk terlibat dalam pengelolaan layanan kesehatan. Ia memandang peran tersebut penting untuk memastikan sistem berjalan tertib dan pelayanan dapat diakses dengan lebih baik oleh masyarakat.

baca juga

“Bagi saya jurusan itu cukup memungkinkan untuk berkontribusi di bidang kesehatan, meskipun tidak terjun langsung sebagai tenaga medis,” tegasnya.

Sebagai penjelasan, Administrasi Kesehatan mempelajari manajemen fasilitas kesehatan, sistem layanan, kebijakan kesehatan, hingga tata kelola rumah sakit dan puskesmas. Peran ini menjadi penopang agar layanan kesehatan berjalan efektif dan berkelanjutan.

baca juga

Sempat Canggung di Awal, Saat Belajar Kemuhammadiyahan

Pengalaman baru Olin tidak berhenti di pilihan jurusan. Saat menjadi mahasiswa UMMAD, ia sempat terkejut karena harus mengikuti mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

AIK merupakan mata kuliah khas perguruan tinggi Muhammadiyah. Materinya mencakup sejarah Muhammadiyah, nilai Islam berkemajuan, etika sosial, serta kontribusi Islam dalam kehidupan kebangsaan.

Sebagai mahasiswa non-Muslim, Olin mengaku sempat merasa canggung. Namun seiring proses belajar, ia mulai memahami konteks mata kuliah tersebut. Menurutnya, AIK tidak diarahkan pada pemaksaan keyakinan, melainkan penanaman nilai moral, etika, dan toleransi. Materi disampaikan secara akademik, bukan dogmatis.

Sikap dosen dan suasana kelas turut memperkuat kesan itu.

baca juga

Diterima Apa Adanya

Bagi Olin, yang paling membekas justru suasana kampus secara keseluruhan.

“Aku nggak pernah mengalami perlakuan negatif, baik dari dosen maupun sesama mahasiswa di UMMAD. Lingkungannya juga cukup terbuka dan menghargai perbedaan,” kata Olin.

Ia merasakan dosen bersikap profesional dan adil tanpa membedakan latar belakang agama. Dukungan yang sama juga datang dari teman-teman mahasiswa, baik dalam kegiatan akademik maupun non-akademik. Pengalaman itu menjadi fondasi penting bagi proses belajarnya.

baca juga

Skripsi, IPK, dan Pengakuan

Lingkungan yang suportif berpadu dengan kedisiplinan pribadi membawa Olin pada capaian akademik yang menonjol. Ia menyelesaikan skripsi berjudul “Analisis Peran Sekolah Luar Biasa dalam Implementasi Program Posyandu Rutin untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan bagi Anak Disabilitas di Sekolah Luar Biasa” tepat waktu.

Penelitian tersebut menyoroti peran institusi pendidikan khusus dalam layanan kesehatan anak disabilitas. Olin meraih IPK 3,79, tertinggi di antara tiga lulusan terbaik lainnya pada Wisuda UMMAD 2025.

Rektor UMMAD, Sofyan Anif, menyebut Olin sebagai representasi nyata wajah kampus moderasi. Ia menegaskan bahwa UMMAD tidak pernah membedakan mahasiswa berdasarkan agama, suku, maupun ras.

“Nilai-nilai tersebut terus dikembangkan sebagai bentuk kontribusi UMMAD bagi bangsa dan negara,” ujar Sofyan Anif dalam sambutannya pada Wisuda UMMAD 2025, Desember lalu.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.