Lokomotif CC 300 atau Lokomotif Diesel Hidrolik (DH) CC 300 adalah salah satu jenis lokomotif milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang menggunakan mesin diesel dengan transmisi hidrolik. Lokomotif dengan warna merah menyala ini sudah menggunakan sistem kontrol yang canggih dan terbukti bisa beroperasi dengan baik di daerah yang terendam banjir.
Pada kasus-kasus tertentu, CC 300 sering diterjunkan untuk mengevakuasi kereta yang terjebak banjir. Lokomotif dikenal sebagai “lokomotif penolong” yang siap sedia untuk diterjunkan ke lapangan saat ada kereta lain yang membutuhkan bantuan.
Lokomotif Canggih Karya Anak Bangsa
Kawan GNFI, selain canggih, hal lain yang membuat Lokomotif CC 300 ini terasa istimewa adalah proses pembuatannya dilakukan di dalam negeri. Produksinya dilakukan langsung oleh PT Industri Kereta Api (Persero) alias INKA yang bermarkas di Madiun, Jawa Timur.
Awalnya Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) di bawah Kementerian Perhubungan memesan lima unit lokomotif pada INKA di tahun 2009. Kemudian, di tahun 2013, dua unit lokomotif selesai dikembangkan.
Lokomotif itu dinamai CC 300. Namun, saat itu keduanya tidak langsung diberikan kepada DJKA. PT INKA masih melakukan uji coba dan penyempurnaan teknologi lainnya.
Merangkum dari situs resmi INKA, lokomotif ini memiliki daya mesin cukup besar, yakni 2.500 horse power (hp). Jumlah ini sedikit lebih besar dari CC 206 yang berdaya 1.250 hp.
Dengan lebar sepur 1.607 mm dan beban gandar 15 ton, CC 300 bisa berjalan dengan kecepatan maksimum 120 km/jam. Secara keseluruhan, panjangnya mencapai 20 m dan memiliki lebar 3 m serta tinggi 3,7 m.
Berat kosong CC 300 adalah 33 ton. Sementara itu, berat maksimumnya adalah 84 ton. Lokomotif besar ini juga bisa menghasilkan mesin hingga 1.700 kW pada 1.800 rpm, sehingga ideal untuk kebutuhan operasi berat. Daya tarik maksimal yang bisa dilakukan si merah adalah 500 ton.
Dengan kapasitas dan desain yang moncer itu, CC 300 ditugaskan untuk menarik atau mendorong rangkaian kereta atau gerbong lain. Tak heran jika ia selalu ada saat “saudara” lainnya membutuhkan pertolongan.
Saat ini, terdapat lima Lokomotif CC 300 Indonesia yang tersebar di beberapa titik, yakni dua di Workshop Ngrombo Jawa Tengah, Depo Cipinang, Sumatra Utara, dan Lampung.
Kawan, CC 300 juga sudah diekspor ke Filipina pada 2019 silam. Saat ini pengoperasiannya dilakukan di bawah Philippine National Railways.
Lokomotif CC 300 yang Bisa Terjang Banjir
CC 300 pertama kali dioperasikan di Sumatra. Alasannya karena kereta api di Sumatra lebih banyak dipakai untuk mengangkut barang—batu bara.
Dalam satu rangkaian kereta barang, jumlah total gerbong yang ditarik bisa mencapai 30 gerbong. Dengan kapasitas daya yang besar, lokomotif ini ideal untuk merayap di medan-medan berat di daerah Sumatra.
Tak hanya itu, CC 300 juga didesain untuk bisa menerjang banjir. Terdapat sistem kelistrikan yang terintegrasi dengan penggerak diesel hidrolik yang diletakkan di bagian atas lokomotif.
Saat kondisi rel tergenang banjir, lokomotif ini dapat tetap melanggeng dengan aman tanpa takut rusak. Bahkan, CC 300 tetap bisa beroperasi meskipun genangan airnya mencapai satu meter.
Hal ini berbeda dengan lokomotif jenis lain yang umumnya menggunakan diesel elektrik dan memiliki traksi motor yang berada di bagian bawah. Apabila traksi motor itu terkena air, maka akibatnya akan fatal, di mana bisa terjadi konslet dan risiko lainnya.
Di sisi lain CC 300 sudah dilengkapi genset di dalamnya, sehingga tidak perlu menarik satu gerbong khusus untuk genset. Untuk memudahkan masinis, terdapat kamera pengintai yang diletakkan di sisi kanan dan kiri lokomotif. Kamera itu berfungsi untuk mengawasi keadaan penumpang melalui monitor.
Kawan GNFI, CC 300 sudah sering diturunkan dalam misi tanggap darurat, salah satunya untuk mengevakuasi saat banjir. Ia beberapa kali terlihat “menyelamatkan” kereta penumpang untuk menerabas genangan air di daerah Semarang yang memang sering tergenang.
Pada 17-18 Januari 2026, banjir melanda beberapa titik di wilayah kerja Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta dan 4 Semarang. Akibatnya, perjalanan kereta api tersendat selama berjam-jam. Untuk membantu mengatasi hal tersebut, CC 300 pun diterjunkan untuk menarik kereta penumpang yang terjebak.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


