jembatan bj habibie bentuk penghormatan mendalam untuk sang presiden di dili - News | Good News From Indonesia 2026

Jembatan BJ Habibie: Bentuk Penghormatan Mendalam untuk Sang Presiden di Dili

Jembatan BJ Habibie: Bentuk Penghormatan Mendalam untuk Sang Presiden di Dili
images info

Jembatan BJ Habibie: Bentuk Penghormatan Mendalam untuk Sang Presiden di Dili


Di salah satu sudut Kota Dili, berdiri sebuah jembatan dengan nama yang tak asing bagi masyarakat Indonesia. Jembatan BJ Habibie (bahasa Tetun: Ponte Presidente BJ Habibie), begitu jembatan itu disebut, adalah sebuah titian dua jalur yang terletak di Bidau Santana, Dili, Timor Leste, dan dinamai dengan nama Presiden ke-3 Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie.

Bukan tanpa sebab, penyematan nama BJ Habibie sebagai nama jembatan itu merupakan simbol penghormatan dan penghargaan rakyat Timor Leste kepada sang mantan Presiden. BJ Habibie dianggap sebagai sosok yang berjasa atas terwujudnya referendum 1999 hingga melahirkan negara Timor Leste yang berdaulat.

Berlokasi di Desa Bidau Sant’ana, Dili, Jembatan BJ Habibie diresmikan pada 29 Agustus 2019. Panjang jembatannya sekitar 540 meter dan dibangun dengan biaya mencapai US$4 juta atau sekitar Rp54,8 miliar.

Peresmian Jembatan BJ Habibie kala itu turut dihadiri perwakilan dari Indonesia. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, diminta Presiden Joko Widodo untuk menghadiri agenda tersebut.

BJ Habibie sebagai “Pahlawan” Kemerdekaan Timor Leste

Tahun 1999 menjadi tahun yang bersejarah bagi rakyat Timor Leste. BJ Habibie yang saat itu menjabat sebagai Presiden RI memberikan hak untuk memilih/referendum kepada masyarakat Timor Leste.

Hal ini disambut gembira oleh sebagian besar rakyat. Bahkan, tokoh-tokoh penting Timor Leste aslinya sudah berusaha memperjuangkan adanya referendum sejak tahun 1980. Namun, permintaan itu baru terwujud di era BJ Habibie.

Agustus 1999, referendum dilaksanakan. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Timor Leste ingin berpisah dari Indonesia.

Pada tahun 2002, akhirnya Timor Leste resmi merdeka dan diakui menjadi negara berdaulat. Momentum ini sangat bersejarah. Di balik itu semua, terukir nama Habibie yang dianggap menjadi aktor utama dalam kemerdekaan Bumi Loro Sae.

Xanana Gusmao, Presiden pertama Timor Leste, juga cukup dekat dengan Habibie. Kilas balik di tahun 1999, saat itu Xanana masih menjadi tahanan politik dan sudah dipenjara di Cipinang sejak 1992.

Sebelumnya, ia aktif di Forcas Armadas da Libertacao Nacional de Timor-Leste atau Angkatan Bersenjata untuk Pembebasan nasional Timor Leste. Ia dianggap sebagai pemimpin pemberontakan, sehingga divonis penjara seumur hidup. Vonis itu kemudian diringankan menjadi 20 tahun.

Ia bersama banyak tokoh politik Timor Leste dulunya getol mengupayakan kemerdekaan Timor Leste. Xanana bahkan juga pernah memberikan peace plan kepada pemerintah Indonesia pada tahun 1983, tapi ditolak.

“Mimpi” Xanana dan sebagian besar rakyat Timor Leste untuk merdeka baru terjawab di era kepemimpinan Habibie. Saat Habibie memutuskan untuk memberikan kesempatan referendum, Xanana bahagia bukan main. Ia kemudian diberikan amnesti oleh Habibie dan dibebaskan pada September 1999.

20 tahun pascareferendum, Habibie wafat. Kepergiannya membawa kesedihan mendalam tak hanya bagi masyarakat Indonesia, tapi juga Timor Leste.

Jembatan BJ Habibie sebagai Penghormatan Timor Leste untuk Habibie

Jembatan BJ Habibie dibangun sejak 2017 dan diresmikan dua tahun kemudian. Awalnya, jembatan itu akan dinamai Jembatan Referendum dan akan diresmikan untuk memperingati 20 tahun referendum Timor Leste.

Di bulan Juli 2019, Xanana sempat bertandang ke Jakarta untuk memberikan undangan pada Habibie. Namun, saat itu Habibie masih sakit, sehingga tidak bisa hadir dalam upacara peresmian.

Sebagai bentuk penghormatan, jembatan itu dinamakan Jembatan BJ Habibie. Jembatan pun diresmikan pada 29 Agustus 2019. Kemudian, Habibie wafat pada 11 September 2019, tak lama setelah jembatan dengan guratan namanya itu diresmikan.

Melansir dari ANTARA, ada simbol sains dan teknologi yang sengaja dicetak di salah satu sudut jembatan. Konon, simbol itu adalah pesan mendiang Habibie kepada Xanana saat Timor Leste baru merdeka.

Saat itu, Habibie berpesan agar Timor Leste memfokuskan pendidikan pada teknologi dan sains. Oleh karenanya, simbol tersebut seakan menjadi pengingat pada sosok Habibie yang disebut Xanana sebagai seseorang yang demokratis dan Bapak Teknologi.

Meskipun sudah tiada, Habibie akan selalu dikenang. Namanya terpatri “abadi” bukan hanya di dalam negeri, tapi juga Timor Leste.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.