Turkiye telah memberikan akses untuk produk teknologi militer mereka. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan Indonesia memiliki basis industri pertahanan mandiri.
Tinjauan.id – Kunjungan serentak Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ke Ankara, Turkiye, baru-baru ini bukan sekadar kunjungan diplomatik rutin. Di tengah pergeseran peta kekuatan global, pertemuan dengan Menlu Hakan Fidan dan Menhan Yaşar Güler ini menandakan bahwa Indonesia tengah mengunci jangkar strategisnya di titik temu Asia dan Eropa.
Pertanyaannya, seberapa dalam hubungan ini benar-benar terjalin, dan mengapa Turkiye menjadi pilihan utama bagi Jakarta?
Transformasi Kerjasama Industri Pertahanan
Selama dekade terakhir, kerja sama pertahanan RI-Turkiye telah berevolusi dari transaksi jual-beli menjadi aliansi teknologi yang intim. Indonesia tidak lagi hanya puas dengan label “Made in Turkiye“, melainkan bergerak menuju “Co-produced by Indonesia”.
Baca Selengkapnya

