Presiden Prabowo dijadwalkan untuk kembali memberikan pidatonya di forum internasional. Jika tahun 2025 Prabowo berpidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tahun 2026 ini ia akan berpidato di World Economic Forum (WEF) 2026.
Prabowo merupakan satu dari beberapa pemimpin negara yang berpidato di forum ekonomi global itu. Pidato kunci itu bakal disampaikan olehnya pada hari ke-3 WEF 2026, Kamis (22/1/2026) di Davos, Swiss pukul 14.00 waktu setempat. Prabowo berada di urutan ke-4, tepat setelah Presiden Finlandia.
Apa Itu World Economic Forum?
World Economic Forum (WEF) adalah organisasi nonpemerintah dan sebuah lembaga think tank atau pemikir yang bermarkas di Swiss. Berdiri pada 1971, WEF memiliki pertemuan rutin yang digelar tiap tahunnya.
WEF menjadi wadah bagi para pemimpin dunia untuk saling berdialog dan bertukar ide dalam membahas berbagai isu, seperti ekonomi dan geopolitik. Forum ini melibatkan banyak orang penting di dunia, mulai dari pemimpin negara, pebisnis, politikus, akademisi, sampai sipil untuk bersama-sama berdiskusi terkait isu-isu strategis.
Mereka akan dipertemukan di pertemuan tahunan WEF. Di forum inilah pemimpin-pemimpin dari berbagai sektor akan berkolaborasi dan mengubah dialog tersebut menjadi tindakan nyata yang menguntungkan.
Meskipun berkantor di Swiss, WEF juga memiiki kantor cabang yang tersebar di berbagai kota di dunia, yakni New York, Fransisco, Beijing, dan Tokyo. Menariknya, melansir dari situs resminya, tak hanya membahas soal isu ekonomi, geopolitik, dan lainnya, WEF ternyata pernah membantu meredakan ketegangan antara Yunani dan Turki pada 1988 silam.
Selain itu, organisasi ini juga mengklaim bahwa mereka pernah mendukung transisi damai Afrika Selatan lewat pertemuan antara Nelson Mandela dan FW de Klerk. Di era modern ini, WEF memberikan ruang bagi seluruh negara untuk menjadi katalisator diplomasi dan kolaborasi antara pemerintah dan industri swasta.
Umumnya, pertemuan tahunan WEF di awal tahun, utamanya bulan Januari, di Kota Davos, Swiss. Saat pemimpin dunia dan industri berkumpul, Davos seakan menjadi kota “paling aman” di dunia.
Kawasan itu akan dijaga dengan tingkat keamanan ekstra. Pemantauan dilakukan di darat sampai udara. Angkatan bersenjata Swiss bahkan dikerahkan untuk memastikan forum dapat berjalan lancar dan aman.
WEF didanai oleh ribuan perusahaan global yang memiliki omzet fantastis. Mayoritas diisi oleh perusahaan yang memiliki peran penting di industri atau negara mereka.
Seiring berkembangnya zaman, isu yang dibahas di forum-forum WEF pun semakin beragam. Selain soal ekonomi dan geopolitik, perubahan iklim, kecerdasan buatan, sampai transisi energi turut masuk dalam daftar topik diskusi.
Namun, perlu dicatat jika WEF bukanlah lembaga pemerintah, sehingga kebijakan atau ide yang dihasilkan tidak bersifat mengikat. Akan tetapi, karena WEF menjadi ajang pertemuan banyak tokoh penting, forum ini memiliki pengaruh yang sangat besar untuk mencari tahu arah masa depan global bersama.
Seberapa Penting WEF?
WEF mempertemukan banyak “pemain” global. Ini artinya, forum itu menjadi momentum penting yang dapat digunakan untuk menarik investasi sekaligus memperkuat posisi sebagai mitra ekonomi global.
Di tengah kondisi dunia yang terfragmentasi, WEF dapat dijadikan sebagai ruang koordinasi lintas sektor internasional. Berbeda dengan forum formal selayaknya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), WEF berfungsi sebagai ruang dialog yang sedikit lebih nonformal untuk membahas isu-isu penting yang tengah berkembang.
Meskipun tidak mengikat, WEF berperan dalam membentuk arah diskursus global. Banyak kebijakan nasional dan interasional yang lahir dari forum-forum yang dibangun WEF.
WEF dapat dijadikan panggung diplomasi untuk Indonesia. Indonesia juga bisa mengangkat citra internasionalnya melalui agenda ini.
WEF memberikan ruang pada Indonesia untuk mengangkat kepentingan Global South, seperti isu pembangunan berkelanjutan, ekonomi, hingga transisi energi yang adil. Kehadiran Presiden Prabowo dalam WEF 2026 untuk berpidato bukan sekadar simbol, tapi sebuah upaya untuk memperkuat jejaring global, menarik investasi, dan menyuarakan kepentingan nasionalnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


