Hari Raya Idulfitri atau Lebaran menjadi salah satu momen penting yang banyak dinanti oleh masyarakat Muslim. Berbagai persiapan biasanya dilakukan menjelang datangnya hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa tersebut.
Biasanya Hari Raya Idulfitri juga menjadi momen ketika semua keluarga berkumpul di waktu yang sama. Momen ini menjadi ajang silaturahmi antarsesama yang bisa saja sudah berpisah dalam waktu yang cukup lama sebelumnya.
Tahukah Kawan, beberapa dekade silam ada satu kejadian unik di Wonosari, Gunungkidul menjelang datangnya Hari Raya Idulfitri ini. Pada waktu itu, salah satu rumah warga yang ada di Wonosari mendapatkan "tamu" yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Salah satu rumah warga yang ada di Wonosari diketahui pernah dijatuhi benda langit jelang momen Hari Raya Idulfitri waktu itu. Fenomena ini cukup menggemparkan masyarakat yang ada di sana hingga memunculkan berbagai spekulasi terkait benda langit yang terjatuh secara tiba-tiba tersebut.
Bagaimana suasana saat terjadinya momen unik jelang Hari Raya Idulfitri di Wonosari, Gunungkidul pada waktu itu?
Benda Langit Timpa Rumah Warga
Dikutip dari artikel "Benda Adjaib Djatuh di Wonosari? Dibarengi Dgn Suara Gemelegar dan Sinar Seperti Listrik" yang terbit di surat kabar Nasional edisi 25 April 1958, kejadian unik di Wonosari ini terjadi jelang momen Hari Raya Idulfiri pada 1958. Pada waktu itu, rumah salah seorang warga yang ada di Desa Karangrejek, Wonosari, Gunungkidul diketahui tertimpa sebuah benda asing dari langit.
Benda asing ini menimpa rumah salah seorang warga yang bernama B. Kromosentono pada Jumat, 18 April 1958. Kejadian ini terjadi pada malam hari sekitar pukul 19.00.
Pada waktu itu, Kromosentono menjelaskan jika dia beristirahat di rumah bersama anak-anaknya. Sesaat kemudian, mereka tiba-tiba mendengar suara menggelegar dari salah satu bagian rumah.
Tidak hanya itu, Kromosentono juga melihat kilatan cahaya listrik. Kilatan cahaya ini sempat melintas selama beberapa detik lamanya.
Mendengar suara ini, Kromosentono langsung menuju bagian ruangan tempat bunyi suara tersebut berasal. Di sana dia menemukan sebuah batu yang berukuran sebesar telur ayam dan berwarna coklat muda.
Uniknya lagi, batu yang jatuh di rumah Kromosentono ini tidak keras seperti pada umumnya. Batu asing yang jatuh dari langit tersebut justru memiliki tekstur yang empuk.
Spekulasi Seputar Benda Langit yang Jatuh di Wonosari
Fenomena ini cukup menarik perhatian banyak pihak pada waktu itu. Suami Kromosentono yang waktu itu sedang berada tidak jauh dari rumah juga sempat melihat kilatan cahaya ini.
Melihat hal tersebut, suami Kromosentono langsung kembali ke rumah dan mengecek kondisi keluarganya. Masyarakat yang ada di sekitar kediaman Kromosentono juga berdatangan untuk memastikan kondisi keluarga tersebut.
Tidak hanya itu, peristiwa yang terjadi beberapa hari menjelang momen Lebaran ini juga menarik perhatian para pemangku kebijakan pada waktu itu. Rabu, 23 April 1958, Bupati Gunungkidul waktu itu, K.R.T. Djajadiningrat beserta rombongan juga mendatangi langsung lokasi kejadian ini.
Berbagai spekulasi juga bermunculan terkait jatuhnya benda langit tersebut. Dalam artikel tersebut dijelaskan jika batu yang jatuh dari langit itu diyakini bukanlah benda alam.
Akan tetapi, batu tersebut diyakini merupakan serpihan dari benda buatan manusia. Ada juga yang menduga jika batu tersebut merupakan serpihan dari Sputnik 1, satelit Uni Soviet yang memang diluncurkan di periode waktu tersebut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


