Kopi, salah satu minuman yang familiar di tengah masyarakat Indonesia. Tahukah Kawan, di Kerinci, Jambi, ada satu kopi yang menjadi minuman tradisional khas dari daerah tersebut, yakni air sebuk kawo.
Air sebuk kawo berbeda dengan kopi pada umumnya. Sebab kopi khas Kerinci ini menggunakan bahan yang berbeda dalam proses pembuatannya.
Selain terbuat dari bahan yang unik, keberadaan air sebuk kawo juga sangat lekat dengan kehidupan masyarakat. Bahkan kopi khas Kerinci ini dianggap sebagai salah satu minuman wajib yang dinikmati oleh masyarakat di daerah tersebut.
Bagaimana penjelasan lebih lanjut seputar air sebuk kawo beserta keunikan lain yang dimilikinya? Simak ulasan lengkap dalam artikel berikut ini.
Mengenal Air Sebuk Kawo, Kopi Khas dari Kerinci Jambi
Air sebuk kawo merupakan salah satu minuman tradisional khas yang berasal dari daerah Kerinci, Jambi. Minuman kopi dengan cita rasa unik ini diketahui sudah ada sejak lama di tengah masyarakat Kerinci.
Dikutip dari laman Antara, tidak diketahui secara pasti kapan pertama kali ai sebuk kawo mulai dikonsumsi oleh masyarakat Kerinci. Menurut keyakinan masyarakat, minuman ini sudah ada sejak ratusan tahun silam.
Hal ini didasari pada tradisi minum air sebuk kawo yang lekat dengan kehidupan masyarakat. Selain itu, penggunaan tempurung kelapa sebagai wadah meminum kopi khas Kerinci ini juga diketahui sudah ada sejak ratusan tahun lalu lamanya.
Sumber lain menjelaskan jika air sebuk kawo sudah mulai dikonsumsi oleh masyarakat sejak sebelum Indonesia merdeka. Dinukil dari laman RRI, minuman tradisional khas Jambi ini diketahui sudah ada sejak masa Kolonial Belanda dulunya.
Minuman Tradisional Khas Jambi dengan Bahan Unik
Sekilas air sebuk kawo memiliki tampilan yang sedikit berbeda dengan kopi pada umumnya. Bahkan kopi khas Kerinci ini cenderung memiliki tampilan yang mirip dengan teh.
Tidak heran mengapa hal ini bisa terlihat demikian. Sebab air sebuk kawo menggunakan bagian yang berbeda dengan kopi pada umumnya sebagai bahan dasar pembuatannya.
Jika umumnya kopi menggunakan biji untuk diolah menjadi minuman tersebut, maka hal berbeda akan Kawan jumpai pada proses pembuatan air sebuk kawo. Kopi khas kerinci ini justru menggunakan bagian daun liar dan tunas muda sebagai bahan dasar pembuatannya.
Daun dan tunas muda ini nantinya akan dikeringkan terlebih dahulu. Setelah kering, daun tunas muda ini akan diremas dan diseduh dengan menggunakan air panas sebelum bisa dinikmati.
Keunikan lain dari air sebuk kawo adalah wadah yang digunakan dalam setiap penyajiannya. Minuman tradisional ini tidak dihidangkan dalam sebuah gelas, tetapi disajikan dengan menggunakan tempurung kelapa.
Selain itu, teko untuk air sebuk kawo juga menggunakan tabung tagek atau teko bambu. Penggunaan kedua alat ini juga menjadi bagian yang tidak terlepaskan dari tradisi masyarakat Kerinci.
Lekat dengan Kebudayaan Masyarakat
Bagi masyarakat Kerinci, air sebuk kawo memiliki nilai yang lebih dari sekadar minuman saja. Minuman yang satu ini sudah menjadi bagian dari masyarakat Kerinci sejak lama.
Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, air sebuk kawo diibaratkan sebagai minuman kedua setelah air putih bagi masyarakat yang ada di sana. Meskipun memiliki cita rasa yang berbeda dengan kopi pada umumnya, minuman khas Jambi ini ternyata memiliki khasiat kesehatan yang terkandung di dalamnya.
Air sebuk kawo dipercaya bisa menambah stamina dan tenaga setiap orang yang meminumnya. Selain itu, kopi khas Kerinci ini juga bagus untuk menghangatkan kondisi badan ketika diminum saat cuaca dingin.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


