harga plastik yang melonjak ternyata bisa bawa manfaat apa saja - News | Good News From Indonesia 2026

Harga Plastik yang Melonjak Ternyata Bisa Bawa Manfaat, Apa Saja?

Harga Plastik yang Melonjak Ternyata Bisa Bawa Manfaat, Apa Saja?
images info

Harga Plastik yang Melonjak Ternyata Bisa Bawa Manfaat, Apa Saja?


Ketidakstabilan geopolitik dunia membawa dampak di kehidupan masyarakat global. Namun, di tengah kondisi ekonomi yang menurun akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel itu ternyata juga memiliki dampak positif di beberapa aspek, salah satunya terkait kenaikan harga plastik.

Harga plastik saat ini melonjak tinggi akibat gangguan pendistribusian minyak dan bahan baku petrokimia yang merupakan bahan dasar utama pembuatan plastik. Kenaikan ini tak lain karena penutupan Selat Hormuz, salah satu titik distribusi minyak dan gas paling vital di dunia.

Kawan GNFI mungkin berpikir jika kenaikan harga plastik hanya membawa dampak negatif bagi masyarakat, utamanya pegadang UMKM atau skala kecil lainnya. Namun, Dosen Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Ailangga (UNAIR), Dr. Rizkiy Amaliyah Barakwan, S.T., justru mengatakan jika kenaikan harga plastik memiliki dampak positif.

Dalam keterangannya di unair.ac.id, kenaikan harga plastik bisa mengurangi pencemaran lingkungan. Alih-alih menggunakan plastik, masyarakat bisa mulai menggunakan wadah yang jauh ramah lingkungan seperti kertas daur ulang maupun daun pisang.

“Wadah yang ramah lingkungan memiliki biodegradabilitas tinggi, dapat terdekomposisi dalam hitungan minggu, sehingga mengurangi pencemaran lingkungan. Penggunaan ini lebih baik karena meninggalkan jejak karbon lebih rendah dan mendukung ekonomi sirkular, seperti petani daun pisang serta produsen kertas daur ulang,” jelasnya.

Dorong Regulasi yang Baik

Fenomena naiknya harga plastik disebut Rizkiy menjadi momentum untuk mengubah sistem yang lebih luas, dengan catatan apabila dikelola dengan benar. Salah satu manfaat yang timbul dari penggunaan alternatif selain plastik yang lebih ramah lingkungan adalah bisa meningkatkan kesadaran kolektif masyakat.

Ia mencontohkan bagaimana sudah banyak ajakan berbagai UMKM di media sosial untuk mulai menggunakan kemasan yang jauh lebih ramah lingkungan. Jika pihak-pihak terkait serius menanggapi hal ini, bukan tak mungkin jika akan ada perubahan perilaku pasar, di mana konsumen mulai terbiasa dengan kemasan non-plastik.

baca juga

“Ini penting karena sustainability tidak hanya digerakkan oleh regulasi, tetapi juga oleh permintaan pasar. Mendorong munculnya inovasi kemasan berbasis bahan lokal dibandingkan impor. Lonjakan harga plastik justru membuka peluang keluar dari ‘ketergantungan struktural’ terhadap material berbasis fosil,” papar Rizkiy.

Akan tetapi, Rizkiy mengimbuhkan, momen ini tidak akan tercapai dengan baik jika tidak didukung dengan standarisasi dan edukasi terkait higenistas, keamanan pangan, dan dukungan pemerintah dalam memperluas praktik ramah lingkungan.

Pentingnya Edukasi pada Konsumen dan Pelaku Usaha

Lebih lanjut, Rizkiy mengatakan jika fenomena pemanfaatan wadah atau kemasan yang lebih ramah lingkungan ini sekaligus bisa mendukung ketercapaian pada Sustainable Development Goals (SDGs) 8, 11, 12, 14, dan 15.

Ia menekankan, kunci agar capaian SDGs bisa berkontribusi secara optimal, perlu ada edukasi bagi konsumen dan pelaku usaha agar tidak sekadar mengganti bahan, tapi juga memahami pengelolaan limbah. Selain itu, perlu adanya inovasi pada sistem pengolahan.

Hal ini perlu dilakukan agar bahan biodegradable—bahan yang bisa terurai secara alami oleh mikroorganisme—bisa kembali ke lingkungan.

Penting juga untuk melakukan pendekatan life cycle thinking agar tidak menimbulkan dampak atau masalah baru lainnya. Rizkiy menyarankan agar masyarakat mulai mengurangi, menggunakan ulang, dan mengganti kemasan plastik dengan bahan yang lebih ramah lingkungan.

“UMKM dan pelaku usaha juga diimbau untuk terapkan opsi tanpa kemasan. Misalnya, memberikan diskon jika pelanggan membawa wadah sendiri, menggunakan sistem refill atau isi ulang, dan transparan kepada konsumen jika ada biaya tambahan akibat kenaikan harga,” pungkasnya.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.