Setiap 21 April, Indonesia memperingati Hari Kartini. Tapi merayakannya bukan harus dengan memakai kebaya atau ikut upacara saja, bisa juga dengan duduk santai di rumah, buka laptop atau HP, dan menonton film tentang perempuan luar biasa dari Jepara yang pemikirannya jauh melampaui zamannya.
Nah, buat Kawan yang sedang cari rekomendasi film atau mungkin penasaran ingin mengenal sosok Kartini lebih dalam, GNFI sudah siapkan 3 pilihan film yang bisa langsung kawan tonton secara streaming. Dari yang klasik hingga yang modern, semuanya layak masuk daftar tontonan minggu ini.
1. R.A. Kartini (1982)

poster film ra kartini tahun 1982
- Sutradara: Sjuman Djaja.
- Pemain: Yenny Rachman, Wisnu Wardhana, Nani Widjaja, Bambang Hermanto, Adi Kurdi Tayang perdana: 1982
Ini adalah film Kartini yang pertama dan sampai sekarang masih dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam menggambarkan sosok Kartini secara utuh dan mendalam.
Film R.A. Kartini disutradarai oleh Sjuman Djaja dan dibintangi oleh Yenny Rachman, Bambang Hermanto, hingga Nani Widjaya. Dalam film ini, peran Raden Ajeng Kartini diperankan oleh Yenny Rachman.
Raden Ajeng Kartini lahir di Mayong, Jepara pada 21 April 1879. Berkat pendidikan dan rajinnya membaca termasuk buku terbitan Belanda, Max Havelaar, Kartini mulai melihat kenyataan yang ganjil di lingkungannya. Di kabupaten, hidupnya terasa berlebihan, sementara di luar, para wanita harus bekerja keras hanya untuk sesuap nasi. Ibunya sendiri tidak berhak makan bersama ayahnya. Kartini merasakan betapa perempuan dikungkung oleh kesewenangan, terlebih setelah ia menginjak dewasa dan harus menjalani tradisi dipingit.
Film ini pernah meraih Piala Citra Terbaik 1983 untuk delapan kategori, termasuk film terbaik, sutradara, aktris pendukung, skenario, sinematografi, penyuntingan, penata artistik, dan penata musik.Sebuah pencapaian yang membuktikan betapa seriusnya tim produksi dalam menghadirkan kisah ini ke layar lebar.
Film ini diangkat dari buku biografi Kartini karya Sitisoemandari Soeroto, sehingga basis faktualnya sangat kuat. Cocok untuk kawan yang ingin memahami Kartini dari perspektif sejarah yang paling mendalam.
2. Surat Cinta untuk Kartini (2016)
- Sutradara: Azhar Kinoi Lubis
- Pemain: Chicco Jerikho, Rania Putrisari, Ence Bagus, Christabelle Grace Marbun Tayang perdana: 21 April 2016
Kalau dua film lainnya adalah biografi, yang satu ini berbeda. Ini merupakan film fiksi dengan latar belakang sejarah, sebuah pendekatan yang membuat kisah Kartini terasa lebih segar dan mudah dicerna, terutama bagi penonton muda.
Sarwadi (Chicco Jerikho), seorang tukang pos, baru saja pindah dari Semarang. Di hari pertamanya bekerja, duda beranak satu ini tak menyangka bahwa salah satu surat yang ia antarkan adalah untuk Kartini (Rania Putrisari). Parasnya yang ayu dan tampak peduli dengan rakyat kecil membuat Sarwadi langsung jatuh hati.
Sarwadi semakin jatuh cinta setelah mengetahui kepribadian serta ide Kartini yang sangat visioner. Meski keturunan bangsawan Jawa, Kartini tetap peduli dengan rakyat kecil. Namun di balik kekagumannya, Sarwadi harus menghadapi kenyataan pahit: Kartini dijodohkan dengan seorang bupati.
Film ini memadukan kisah romantis dengan nilai-nilai perjuangan Kartini secara apik, tanpa kehilangan esensi semangat emansipasi yang menjadi inti dari seluruh hidupnya. Dirilis bertepatan dengan Hari Kartini, 21 April 2016, film ini disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis.
3. Kartini (2017)
- Sutradara: Hanung Bramantyo
- Pemain: Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim, Reza Rahadian, Acha Septriasa, Ayushita, Deddy Sutomo, Adinia Wirasti Tayang perdana: 19 April 2017
Ini dia versi Kartini yang paling sinematik, paling megah, dan paling mudah ditemukan di platform streaming online.
Film Kartini digarap oleh sutradara Hanung Bramantyo dengan pemain utama Dian Sastrowardoyo, didukung Reza Rahadian, Adinia Wirasti, Deddy Sutomo, Christine Hakim, Acha Septriasa, dan Ayushita. Film yang menggunakan dua bahasa, Jawa dan Belanda ini masuk dalam daftar 10 besar film terlaris Indonesia di tahun 2017.
Film ini bercerita tentang Kartini yang tumbuh dengan menyaksikan langsung ibunya, Ngasirah (Christine Hakim), menjadi orang yang terbuang di rumahnya sendiri karena tidak memiliki darah ningrat. Sang ayah, Raden Sosroningrat (Deddy Sutomo), mencintai Kartini namun tidak berdaya melawan tradisi yang telah turun-temurun.
Sepanjang hidupnya, Kartini berjuang menyetarakan hak bagi semua orang terutama hak pendidikan untuk perempuan. Bersama kedua saudaranya, Roekmini (Acha Septriasa) dan Kardinah (Ayushita), ia mendirikan sekolah untuk kaum miskin dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Jepara.
Yang membuat film ini istimewa adalah sudut pandang yang diambil Hanung bukan sekadar menceritakan Kartini sebagai pahlawan, melainkan juga sebagai manusia yang punya dilema, rasa sakit, dan kerinduan yang sangat manusiawi.
Film ini meraih sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk Christine Hakim yang berhasil meraih penghargaan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia 2017.
Rekomendasi Mau Tonton yang Mana Dulu?
Kalau kawan baru pertama kali mau mengenal Kartini lewat film, mulailah dari Kartini (2017) paling mudah diakses dan paling sinematik. Kalau mau pengalaman yang lebih ringan dan romantis, coba Surat Cinta untuk Kartini (2016). Dan kalau kawan serius ingin menyelami versi yang paling historis dan mendalam, R.A. Kartini (1982) adalah pilihan yang tidak akan mengecewakan.
Selamat menonton dan selamat merayakan semangat Kartini yang tidak pernah padam.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


