Viktor Axelsen punya kedekatan tersendiri dengan Indonesia. Saat ia pensiun, pria asal Denmark itu pun turut meninggalkan berbagai cerita saat berlaga di negeri ini.
Viktor Axelsen yang merupakan pebulu tangkis tunggal putra asal Denmark telah mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia bulu tangkis profesional pada Rabu (15/04/2026). Usianya memang relatif belum terlalu tua, yakni 32 tahun. Akan tetapi, cedera memaksanya untuk mengambil keputusan tersebut.
Axelsen harus berjuang menghadapi cedera punggung berkepanjangan yang tidak kunjung pulih. Melalui pernyataan di akun media sosial pribadinya, mantan pemain nomor satu dunia sekaligus peraih medali emas Olimpiade 2020 dan 2024 tersebut mengakui bahwa kondisi fisiknya tidak lagi memungkinkan untuk bersaing maupun berlatih di tingkat tertinggi secara kompetitif.
Axelsen mengungkapkan bahwa keputusan untuk berhenti bukanlah hal yang mudah baginya. Ia juga bukannya tidak ada usaha untuk sembuh dari cedera. Berbagai penanganan medis sudah dijalaninya agar bisa pulih. Sayangnya, pada akhirnya mau tak mau ia perlu mengutamakan kesehatan jangka panjangnya, dan meninggalkan karier profesional menjadi konsekuensinya.
"Hari ini bukan hari yang mudah bagi saya. Akibat masalah punggung yang terus-menerus menimpa saya, saya tidak lagi dapat berlomba dan berlatih di tingkat tertinggi," tulis Axelsen dalam pernyataannya.

Jejak Axelsen di Indonesia Open dan Istora Senayan
Bagi penggemar bulu tangkis di Indonesia, Axelsen bukanlah sosok asing. Namanya punya tempat tersendiri karena di negeri ini, ia punya kisah berupa deretan prestasinya. Bahkan, ia adalah salah satu pebulu tangkis yang punya catatan gemilang dalam Indonesia Open, turnamen bulu tangkis berskala internasional nan mentereng dan bergengsi.
Axelsen tercatat pernah juara Indonesia Open sebanyak tiga kali berturut-turut, yakni pada edisi 2021, 2022, dan 2023. Sejak Indonesia Open diadakan pertama kalinya pada 1982, terdapat tiga atlet Denmark yang berhasil menjadi juara tunggal putra di sana. Selain Axelsen, dua orang lainnya adalah Jan Ø. Jørgensen dan Anders Antonsen.
Bicara soal Indonesia Open, Axelsen juga punya kisah heroik. Pada 2023 lalu, ia juara saat dirinya baru saja bangkit dari cedera. Tak pelak, gelar itu pun terasa begitu spesial bagi Axelsen.
Selain Indonesia Open, Axelsen juga pernah menjuarai Indonesia Masters. Gelar itu didapatnya pada 2022. Dengan demikian, pada tahun tersebut ia benar-benar berjaya di Indonesia dengan menjuarai Indonesia Open dan Indonesia Masters sekaligus.
Ambil bagian dalam ajang Indonesia Open dan Indonesia Masters berarti sekaligus juga beraksi di Istora Senayan. Bisa dibilang, semua pebulu tangkis elite dunia yang pernah berlaga di Indonesia pasti merasakan atmosfer Istora.
Axelsen adalah salah satu pebulu tangkis yang menaruh kekaguman terhadap atmosfer pertandingan di Indonesia, khususnya di Istora. Di matanya, arena olahraga yang terletak di kompleks Gelora Bung Karno itu memiliki aura tersendiri.
Beberapa tahun lalu, sempat tersiar kabar ajang bulu tangkis di Indonesia akan dialihkan dari Istora ke Indonesia Arena yang lebih besar dan modern. Merespons kabar tersebut, Axelsen mengungkap bahwa bermain di Istora adalah memori yang sangat berharga baginya.
“Saya merasa beruntung bisa bermain dan menang di arena ini. Ini akan selalu saya kenang bahkan setelah saya gantung raket — terlepas dari menang atau kalah,” ungkap Axelsen.
Kini, Axelsen telah berpisah dengan karier pebulu tangkis profesionalnya. Indonesia adalah saksi bagaimana ia menapaki langkah demi langkah untuk menjadi juara.
"Sejak hari pertama saya memegang raket, saya tahu impian saya adalah menjadi yang terbaik di dunia. Saya telah memberikan segalanya untuk olahraga ini demi mengejar tujuan tersebut, setiap hari, setiap sesi, setiap pertandingan. Bagi saya, ini bukan sekadar karier. Ini adalah hidup saya, dan saya telah mengupayakan segala sesuatunya semaksimal mungkin." Demikian lanjutan isi pesannya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


