Pecinta sepak bola di negeri ini akhirnya menyaksikan aksi timnas Indonesia di bawah kepelatihan John Herdman. Pengamat menilai penampilan Timnas Indonesia sudah cukup apik, namun masih perlu waktu untuk lebih maksimal.
FIFA Series 2026 jadi panggung pertama Timnas Indonesia asuhan Herdman. Dalam ajang yang diadakan di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, itu Timnas Indonesia menghadapi Saint Kitts dan Nevis pada Jumat (27/03/2026) dan Bulgaria pada Minggu (30/03/2026).
Hasilnya, Timnas Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis dan kalah 0-1 dari Bulgaria. Dari dua laga tersebut, publik dapat melihat langsung gaya permainan yang diterapkan Herdman. Kendati demikian, pengamat sepak bola nasional, Haris Pardede alias Bung Harpa, menilai bahwa hasil laga yang ada belum cukup untuk memberi penilaian secara utuh. Apalagi, waktu bagi pemain untuk berkumpul juga terbilang sangat singkat.
"Kalau kita mau menilai secara utuh itu butuh ya paling nggak setahun lah sampai nanti Piala Asia. Tapi untuk permulaan, it's a good start," ujar Bung Harpa kepada GNFI, Senin (13/4/2026).
Bukan tanpa alasan Bung Harpa berpendapat jika Herdman mencatatkan awalan bagus di Timnas Indonesia. Sebab, di samping mampu menang telak atas Saint Kitts dan Nevis, Timnas Indonesia juga sebetulnya bermain apik saat meladeni Bulgaria.
Di hadapan Bulgaria yang peringkatnya masih di atas Timnas Indonesia, skuad Garuda mampu menguasai laga dan menciptakan sejumlah peluang. Sebagaimana diketahui, timnas Indonesia hanya kalah gara-gara gol penalti.
"Kita perlu kasih waktu lebih panjang lagi untuk nanti sentuhan dari JH (John Herdman)," lanjutnya.
Setelah FIFA Series 2026 berlalu, Timnas Indonesia bersama Herdman masih punya sederet agenda yang akan datang. Sebelum ke Piala Asia pada awal 2027 mendatang, Timnas Indonesia akan terlebih dulu berlaga dalam tiga FIFA Matchday plus ASEAN Cup 2026.
Timnas Indonesia Perlu Mengasah Lini Depan
Kendati permainannya di bawah kepelatihan Herdman bisa dibilang cukup ciamik, Timnas Indonesia masih punya pekerjaan rumah. Timnas Indonesia harus mengasah lagi lini serangnya.
Lini serang timnas Indonesia di FIFA Series 2026 memang banyak disorot. Menurut Bung Harpa, hal pertama dari performa lini depan Timnas Indonesia yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan jumlah penyerang yang layak jadi opsi untuk dipanggil ke tim nasional.
"Ini kan sebenarnya masalah laten di seluruh dunia. Semuanya kekurangan bahan baku pemain depan," tuturnya.
Kemudian hal kedua adalah keberanian pemain dalam melakukan 1-2 sentuhan final pass di bagian sepertiga akhir lapangan. Hanya saja, Bung Harpa menekankan bahwa hal ini sebelumnya terbilang wajar.
"Karena pemain ini baru berkumpul 2-3 hari setelah hampir setengah tahun kurang lebih. Mereka absen main bareng jadi wajar," tutur Bung Harpa.
Kemudian hal ketiga adalah masalah instruksi di lapangan. Saat melawan Bulgaria, pemain Timnas Indonesia hampir nihil tembakan dari luar kotak penalti. Padahal, instruksi untuk menembak itu bisa jadi cara untuk memecah kebuntuan dalam menyerang.
"Tapi again, seperti yang saya bilang tadi, tim ini masih baru berkumpul, masih baru diracik oleh pelatih baru, ya wajar kalau ada kekurangan," pungkas Bung Harpa.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


