dulu numpang belajar di sd sman 4 denpasar kini jadi salah satu sekolah favorit bali bahkan ada klub belajar yang dibina alumni - News | Good News From Indonesia 2026

Dulu Numpang Belajar di SD, SMAN 4 Denpasar Kini Jadi Salah Satu Sekolah Favorit Bali, bahkan Ada Klub Belajar yang Dibina Alumni

Dulu Numpang Belajar di SD, SMAN 4 Denpasar Kini Jadi Salah Satu Sekolah Favorit Bali, bahkan Ada Klub Belajar yang Dibina Alumni
images info

Dulu Numpang Belajar di SD, SMAN 4 Denpasar Kini Jadi Salah Satu Sekolah Favorit Bali, bahkan Ada Klub Belajar yang Dibina Alumni


Tak banyak yang tahu, salah satu SMA favorit di Bali ini pernah melakukan kegiatan pembelajaran dengan kondisi yang serba terbatas. Kegiatan belajar mengajar kala itu masih menumpang di SD Negeri Tulang Ampian, Denpasar.

Ya, saat resmi berdiri pada 29 Juli 1982, SMA Negeri 4 Denpasar belum memiliki gedung sendiri. Padahal, jumlah siswanya paling banyak dibanding SMA lain di wilayah Kabupaten Badung saat itu.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Empat bulan kemudian, tepatnya 4 Januari 1983, gedung baru SMAN 4 Denpasar akhirnya rampung dibangun di kawasan Monang-Maning, Denpasar Barat.

Pada awal pembangunan, sekolah baru memiliki empat ruang kelas. Pembangunan selanjutnya, sekolah ini dikembangkan lewat kerja kolektif guru dan siswa.

Kepala sekolah pertama, Drs. I Wayan Jigera, disebut ikut berjuang membenahi lingkungan sekolah bersama guru dan pegawai. Mereka membuat kebun, jalan setapak, hingga membangun suasana sekolah dari nol. Informasi ini tercantum dalam sejarah resmi sekolah.

baca juga

Konsisten di Ebtanas, Jadi Sekolah Unggulan Bali

Meskipun masih dalam fase awal pertumbuhan, SMAN 4 Denpasar justru tumbuh lebih unggul dibandingkan sekolah lain.

Sejak Ebtanas mulai diterapkan pada 1985, siswa SMAN 4 Denpasar mampu mempertahankan prestasi akademik secara konsisten. Nilainya terus meningkat dari tahun ke tahun dan berpengaruh pada tingginya penerimaan siswa di perguruan tinggi favorit.

Ebtanas adalah singkatan dari Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional, sistem ujian nasional yang digunakan pemerintah sebelum berganti bentuk seperti sekarang. Nilai Ebtanas dulu sangat menentukan peluang masuk perguruan tinggi.

Prestasi SMAN 4 Denpasar makin moncer pada 1997. Saat dipimpin Drs. Made Sumerta, sekolah ini ditunjuk menjadi sekolah SBK pertama di Bali. SBK merupakan singkatan dari Sekolah Berwawasan Khusus. Pada masa itu, sistem penerimaan siswa dilakukan lewat dua jalur, yakni TPA dan NEM.

TPA adalah Tes Potensi Akademik, sedangkan NEM merupakan Nilai Ebtanas Murni. Sistem ini tergolong maju untuk ukuran zamannya karena tidak hanya melihat nilai akhir, tetapi juga potensi akademik siswa.

Tak lama setelah itu, SMAN 4 Denpasar kembali mendapat status sebagai sekolah unggulan tingkat Provinsi Bali.

baca juga

Pernah Jadi Pilot Project Kurikulum Nasional

Perjalanan sekolah ini juga menarik karena beberapa kali dijadikan proyek percontohan pendidikan nasional.

Pada 2002, SMAN 4 Denpasar menjadi Pilot Project KBK atau Kurikulum Berbasis Kompetensi. Kurikulum ini menjadi cikal bakal sistem pembelajaran modern yang menekankan kemampuan praktik, pemecahan masalah, dan kompetensi siswa, bukan sekadar hafalan.

Sekolah ini juga pernah menyandang status SBI atau Sekolah Bertaraf Internasional. Selain itu, sekolah ditunjuk sebagai Sekolah Model dan Sekolah Rujukan.

Di bawah kepemimpinan Dr. I Wayan Rika, M.Pd., prestasi siswa di ajang olimpiade nasional hingga internasional terus bermunculan. Nama SMAN 4 Denpasar makin dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di Bali.

“Prestasi gemilang di bawah kepemimpinan Dr. I Wayan Rika,M.Pd., terus diraih pada olimpiade baik tingkat nasional maupun internasional,” dikutip dari laman resmi SMAN 4 Denpasar.

Hingga tahun 2026, SMAN 4 Denpasar tercatat menjadi salah satu sekolah yang menorehkan berbagai prestasi, menurut data dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Posisinya berada di peringkat ke-7, di bawah SMAN 8 Jakarta. Artinya, sekolah ini konsisten mencetak peserta didik unggul bahkan sejak baru berdiri.

baca juga

Klub Belajar yang Dibina Alumni dan Senior

Selain unggul di bidang akademik, SMAN 4 Denpasar juga sangat mewadahi pengembangan diri para siswa. Saat banyak sekolah yang hanya menugaskan guru untuk membimbing klub akademik, sekolah ini memanfaatkan jejaring alumni untuk melakukan pembimbingan.

Namanya Foursma Study Club. Dalam penjelasan resmi sekolah, anggota klub mendapatkan pembinaan tambahan dari guru bidang studi, alumni, hingga pembina khusus. Tujuannya agar klub ini memiliki pembina yang kompeten di bidangnya.

Perekrutan anggota klub pun dilakukan sejak awal tahun pelajaran melalui proses seleksi. Harapannya, semakin awal anggota terlibat, semakin matang pula pengetahuan yang akan diterima. Biasanya, siswa dengan nilai 10 besar dalam seleksi akan menjadi anggota klub.

Sistem pembinaannya juga cukup unik. Siswa kelas XII dan XI bergantian mengajar adik kelas X sesuai bidang masing-masing. Alumni klub juga rutin diundang untuk memberikan pembinaan intensif.

Budaya semacam ini membuat transfer pengetahuan antargenerasi berjalan kuat. Senior tidak hanya menjadi alumni pasif, tetapi ikut membangun tradisi akademik sekolah. Sebelum mengikuti perlombaan akademik, peserta juga harus melewati seleksi internal klub. Setelah lolos, mereka mendapat pembinaan intensif agar lebih siap menghadapi kompetisi.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.