Saat ini, Indonesia telah memasuki musim kemarau terutama di wilayah Indonesia bagian selatan. Berdasarkan data BMKG, Hari Tanpa Hujan (HTH) di wilayah selatan Indonesia mulai didominasi kategori panjang. Hal tersebut menandakan kondisi kering mulai meningkat dengan konsisten.
Meski musim kemarau mulai terlihat di sebagian wilayah Indonesia, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih terlihat di sejumlah wilayah. Berdasarkan kondisi tersebut, pembentukan awan hujan di beberapa wilayah merupakan peran dinamika atmosfer global.
Berikut daftar wilayah yang berpotensi hujan dan angin kencang, serta tips berkendara aman dan hidup sehat di tengah cuaca ekstrem.
Wilayah yang Berpotensi Hujan dan Angin Kencang
BMKG telah merilis potensi hujan Indonesia periode 9—11 Juni 2026, berikut wilayah yang perlu waspada potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang, lebat—sangat lebat, dan angin kencang
Potensi peningkatan hujan intensitas sedang
Aceh
Sumatera Barat
Riau
Kep. Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep. Bangka Belitung
Bengkulu
Nusa Tenggara Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tenggara
Maluku Utara
Maluku
Papua Barat Daya
Papua Tengah
Papua Pegunungan
Papua
Papua Selatan
Potensi hujan lebat—sangat lebat (siaga)
Sumatera Utara
Kalimantan Barat
Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Potensi Angin Kencang
Aceh
Nusa Tenggara Timur
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Maluku
Papua Selatan
Tips Aman Berkendara di Cuaca Ekstrem
Meski cuaca sedang tidak bersahabat atau bahkan ekstrem, mobilitas sehari-hari tentu harus tetap berjalan. Namun, berkendara saat cuaca ekstrem perlu kewaspadaan yang lebih agar terhindar dari resiko yang mengancam keselamatan. Berikut tips aman berkendara di cuaca ekstrem, dilansir dari situs Korlantas Polri.
Pantau kondisi cuaca. Sebelum berangkat Kawan perlu memantau kondisi cuaca. Bisa menggunakan aplikasi cuaca di handphone atau mencari informasi di internet. Jika cuaca sangat ekstrem dan beresiko, disarankan untuk menunda perjalanan. Namun jika tidak bisa menunda, pastikan kendaraan dalam kondisi baik.
Pantau informasi lalu lintas. Selain memantau kondisi cuaca, Kawan juga perlu memantau informasi mengenai kepadatan lalu lintas, potensi kemacetan, hingga kondisi jalanan yang akan dilalui. Informasi lalu lintas bisa didapatkan melalui media sosial serta peta digital.
Kurangi kecepatan kendaraan. Berkendara dalam kondisi hujan lebat dan angin kencang, sebaiknya dalam kecepatan sedang hingga rendah. Dengan kecepatan yang rendah dan stabil, kendaraan tetap mudah dikendalikan dalam cuaca ekstrem.
Jaga jarak aman. Dalam kondisi hujan, jalanan menjadi licin dan bahkan terdapat genangan air. Sangat penting untuk menjaga jarak aman dengan pengendara lain, untuk mengantisipasi pengereman mendadak atau tergelincir.
Hindari area beresiko. Angin kencang beresiko menumbangkan pohon besar, tiang listrik, bahkan baliho. Jangan melintas atau parkir di dekat pohon serta benda yang rawan roboh agar tidak tertimpa.
Periksa kondisi kendaraan. Pastikan seluruh bagian dan komponen kendaraan dalam keadaan baik dan terpasang kuat, agar perjalanan lebih aman.
Selalu berhati-hati dan waspada. Fokus pada jalan dan situasi lalu lintas agar selamat sampai tujuan.
Tips Menjaga Kesehatan
Kondisi peralihan dan cuaca ekstrem akan berpengaruh pada daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang rentan dan tidak kuat menghadapi cuaca ekstrem bisa berdampak pada kesehatan. Melansir dari situs Kemenkes, berikut tips menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem.
Menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Menjalani hidup sehat dan bersih bisa dimulai dari hal kecil, seperti mencuci tangan dengan sabun secara rutin, menjaga kebersihan lingkungan terkecil yaitu tempat tinggal, serta menjaga kebersihan diri.
Makan cukup nutrisi. Tubuh butuh asupan nutrisi yang cukup dan seimbang agar sistem imun dapat bekerja dengan optimal. Penuhi asupan nutrisi tubuh dengan makan-makanan sehat, seperti buah, sayur, protein, lemak sehat, dan karbohidrat dalam porsi yang seimbang.
Cukup hidrasi. Usahakan minum air yang cukup sekitar 7—8 gelas per hari, karena dapat membantu menjaga fungsi sel tubuh, mendukung sistem imun, dan menjaga saluran pernapasan tetap lembab.
Olahraga rutin. Aktivitas fisik ringan, seperti jalan cepat, bersepeda, atau senam ringan yang dilakukan secara teratur dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, membantu sel imun bekerja lebih efektif, serta mengurangi peradangan dalam tubuh.
Tidur cukup. Kualitas tidur berpengaruh pada imun tubuh. Usahakan tidur 7—8 jam sehari, untuk memberikan waktu pada tubuh melakukan pemulihan sel dan memproduksi antibodi.
Kelola stres. Stres yang tidak terkendali dapat berdampak pada penurunan kestabilan imun tubuh.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


