Setiap pergi nongkrong di luar, Kawan GNFI pasti sering lihat kalau minuman matcha akan selalu ada pada setiap menu di cafe manapun. Hal ini dikarenakan matcha adalah rasa kesukaan kebanyakan generasi zaman sekarang apalagi jika dicampur dengan stroberi ataupun susu.
Walaupun begitu, terkadang suatu menu di cafe akan memiliki 1 opsi minuman yang serupa dengan matcha namun tak sama, yaitu green tea atau teh hijau. Karena sama-sama berwarna hijau dan berasal dari tanaman teh yang sama, tidak sedikit orang yang menganggap keduanya adalah minuman yang identik. Padahal, matcha dan green tea memiliki sejumlah perbedaan. Apa saja, ya?
Persamaan antara Matcha dan Green Tea
Selain keduanya berwarna hijau, matcha dan green tea adalah dua bahan yang berasal dari tumbuhan yang sama, yaitu Camellia sinensis sehingga kedua bahan tersebut mengandung kafein. Kedua bahan ini juga memiliki tampilan yang sama ketika disajikan dalam bentuk latte maupun itu yang dingin atau panas, sehingga kemiripan ini sering membuat orang keliru. Oleh karena persamaan ini banyak cafe yang masih sering menggunakan istilah yang ketukar.
Selain berasal dari tanaman yang sama, matcha dan green tea juga sama-sama dikenal sebagai minuman yang kaya akan antioksidan sehingga kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan. Keduanya juga telah menjadi bagian dari budaya minum teh yang berkembang di berbagai negara, terutama di kawasan Asia Timur seperti Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan. Bukan hanya disajikan sebagai minuman, matcha dan green tea kini juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam berbagai makanan modern, seperti es krim dan kue.
Perbedaan Matcha dengan Green Tea
Dilansir dari CNN Indonesia, perbedaan utama matcha dan green tea terletak pada proses pengolahannya, cara penyajiannya, rasa, dan kandungan kafein. Dalam proses pengolahannya, daun teh untuk green tea dipanen lalu dipanaskan untuk mencegah oksidasi. Setelah itu, daun dikeringkan dan diseduh menggunakan air panas saat akan diminum.
Sementara itu, tanaman matcha ditanam dalam kondisi teduh selama beberapa minggu sebelum panen untuk meningkatkan produksi senyawa seperti klorofil dan L-theanine. Setelah dipanen, dikeringkan bagian batang daun serta dipisahkan tulang daun, lalu daun digiling hingga menjadi halus seperti bubuk hijau. Dengan bentuknya yang berupa bubuk, matcha dikonsumsi dengan melarutkan seluruh daun teh ke dalam air panas, bukan hasil seduhannya saja.
Green tea biasanya memiliki rasa yang ringan, segar, sedikit pahit, serta aroma yang menyerupai rumput atau sayuran hijau. Sebaliknya, matcha memiliki warna hijau yang lebih cerah dan pekat dengan rasa yang lebih kuat pahitnya dan umami yang khas. Sebagian orang sering mencampur matcha dengan susu karena rasanya yang lebih intens dibandingkan green tea.
Dari segi kandungannya, matcha memiliki kandungan kafein yang jauh lebih banyak daripada green tea. Secangkir green tea mengandung kurang lebih 28 mg kafein sedangkan matcha bisa sampai 70 mg kafein. Matcha juga memiliki antioksidan dan asam amino yang lebih banyak dibandingkan green tea yang disebabkan oleh proses pengolahannya yang sangat panjang.
Mana Yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?
Manfaat matcha dengan green tea untuk tubuh tergantung pada kebutuhan kita. Dikutip dari Halodoc.com, jika Kawan membutuhkan asupan energi yang stabil tanpa merasa cemas, matcha adalah pilihan yang lebih tepat karena mengandung L-teanin yang lebih tinggi dibandingkan green tea biasa. L-teanin pada matcha memberikan efek relaksasi namun terjaga, sehingga tubuh menyerap kafein dari matcha lebih lambat. Lalu untuk detoksifikasi ringan setiap hari, green tea lebih cocok dikonsumsi sepanjang hari sebagai pengganti air putih karena memiliki rasa yang lebih ringan dan “bersih”, sehingga tidak membuat perut terasa penuh.
Keduanya baik untuk metabolisme, namun matcha memiliki konsentrasi EGCG yang lebih tinggi dalam satu porsi penyajian. Jika diminum seluruh bubuk daunnya tanpa menambahkan banyak gula atau krimer, Kawan bisa mendapatkan nutrisi 10 hingga 137 kali lipat lebih banyak dibandingkan satu cangkir green tea seduh biasa.
Setelah mengetahui persamaan dan perbedaannya, Kawan tidak perlu lagi bingung saat dipertemukan menu matcha dan green tea di kafe. Keduanya sama-sama menawarkan manfaat kesehatan yang baik, tetapi dengan karakteristik yang berbeda. Jadi, sebelum memesan, coba sesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan selera masing-masing. Nah, Kawan GNFI sendiri lebih tim matcha atau green tea?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

