“Tak kenyang kalau tak makan nasi.”
Ungkapan seperti ini lumrah didengar di telinga masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, nasi sudah menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia secara luas sejak lama.
Masifnya konsumsi nasi otomatis membuat jumlah produksi harus besar. Hal ini membuat pemerintah berupaya untuk menyegerakan swasembada beras nasional agar kebutuhan dalam negeri tetap aman.
Menariknya, laporan dari United States Department of Agriculture (USDA) menyebutkan bahwa Indonesia ternyata berada di posisi ke-4 sebagai produsen beras terbesar di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa sektor agraria nasional tumbuh dengan baik dan mampu bersaing secara luas.
Negara Produsen Beras Terbesar di Dunia
Disadur dari situs resmi USDA, berikut adalah daftar 10 negara produsen beras terbesar di dunia berdasarkan jumlahnya (ton):
India: 152 juta ton
Tiongkok: 146,33 juta ton
Bangladesh: 37,65 juta ton
Indonesia: 33,8 juta ton
Vietnam: 26,2 juta ton
Thailand: 20,7 juta ton
Filipina: 12,2 juta ton
Myanmar: 12 juta ton
Pakistan: 9,4 juta ton
Kamboja: 8,2 juta ton
Dilihat dari data di atas, jelas bahwa sepuluh besar negara produsen beras di dunia berasal dari Asia, khususnya Asia Tenggara. Kawasan Asia Tenggara memang memiliki tanah yang subur, sehingga proses tanam hingga panen padi menjadi lebih optimal.
Indonesia juga menjadi produsen beras terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan total 33,8 juta ton. Jumlah ini sama dengan enam persen dari total produksi beras dunia.
Provinsi dengan Jumlah Produksi Padi Terbesar
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Pulau Jawa menjadi lumbung pangan utama nasional. Tiga provinsi di Pulau Jawa saja telah menyumbang sekitar 50% dari total produksi padi nasional.
Berikut adalah daftar 10 besar provinsi penghasil padi terbesar di Indonesia berdasarkan data yang dikeluarkan BPS:
Jawa Barat: 1,19 juta ton
Jawa Timur: 716,63 ribu ton
Jawa Tengah: 580,8 ribu ton
Sulawesi Selatan: 415,7 ribu ton
Nusa Tenggara Timur (NTT): 290,24 ribu ton
Lampung: 252,14 ribu ton
Sumatra Selatan: 222,35 ribu ton
Aceh: 155,74 ribu ton
Nusa Tenggara Barat (NTB): 153,67 ribu ton
Sumatra Utara: 136,45 ribu ton
Apa Strategi Indonesia?
Demi mewujudkan cita-cita swasembada pangan nasional, pemerintah meresmikan empat Inpres/Perpres guna mempercepat target tersebut. Disadur dari Kementerian Pertanian, pemerintah mulai menggalakkan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, dan operasi pemeliharaan jaringan irigasi sektor persawahan.
Selain itu, lahan-lahan pun mulai dioptimalisasi dengan diberikan fasilitas penunjang. Hal ini dilakukan agar indeks pertanaman meningkat dari satu kali menjadi tiga kali.
Tak berhenti di situ, alat mesin pertanian (alsintan) modern seperti traktor, drone sprayer, dan combine harvester pun digalakkan untuk memangkas biaya produksi dan mempercepat proses pengolahan sampai panen nanti.
Disadur dari Kementerian Pertanian, pemerintah memangkas regulasi yang menghambat untuk mempercepat distribusi pupuk. Harganya pun ikut diturunkan untuk memastikan petani mendapatkan sarana produksi tepat waktu.
Di sisi lain, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) juga ditetapkan agar kesejahteraan petani meningkat. Ini juga dilakukan agar produksi beras bisa meningkat secara berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


