324 spesies fauna bertahan di taman nasional kutai bukti hutan penting bagi kehidupan - News | Good News From Indonesia 2026

324 Spesies Fauna Bertahan di Taman Nasional Kutai, Bukti Hutan Penting bagi Kehidupan

324 Spesies Fauna Bertahan di Taman Nasional Kutai, Bukti Hutan Penting bagi Kehidupan
images info

Taman Nasional Kutai


Taman Nasional Kutai (TNK) merupakan salah satu kawasan konservasi terpenting di Indonesia yang berada di Provinsi Kalimantan Timur. Kawasan ini memiliki luas sekitar 193.753 hektare dan membentang di wilayah Kota Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara, serta Kabupaten Kutai Timur. Sebagai kawasan pelestarian alam, TNK memiliki peran strategis dalam menjaga keanekaragaman hayati Kalimantan yang dikenal sebagai salah satu pusat biodiversitas dunia.

Bentang alam Taman Nasional Kutai terdiri atas tujuh tipe ekosistem yang berbeda. Hutan dipterokarpa menjadi ekosistem yang paling dominan dengan luas mencapai lebih dari 145 ribu hektare. Selain itu terdapat pula hutan rawa air tawar, hutan mangrove, hutan pantai, hingga kawasan karst yang menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa dan tumbuhan. Keragaman ekosistem tersebut memungkinkan ribuan organisme hidup dan berkembang secara alami di kawasan ini.

Rumah bagi Ratusan Spesies Fauna

Balai Taman Nasional Kutai mencatat sedikitnya terdapat 324 spesies fauna yang hidup di kawasan tersebut. Jumlah itu terdiri atas 90 jenis mamalia, 196 jenis kupu-kupu, dan 38 jenis fauna gua. Angka tersebut menunjukkan pentingnya TNK sebagai salah satu kantong keanekaragaman hayati terbesar di Kalimantan.

Di antara ratusan spesies tersebut, terdapat sejumlah satwa yang berstatus terancam punah dan menjadi prioritas perlindungan. Tiga di antaranya adalah orangutan Kalimantan timur laut (Pongo pygmaeus morio), bekantan (Nasalis larvatus), dan banteng liar Kalimantan (Bos javanicus lowi). Ketiga satwa ini menghadapi berbagai ancaman, mulai dari penyusutan habitat hingga gangguan aktivitas manusia.

Orangutan Kalimantan timur laut merupakan salah satu subspesies orangutan yang hanya ditemukan di Pulau Kalimantan. Satwa ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan karena membantu penyebaran biji berbagai jenis pohon. Sementara itu, bekantan dikenal sebagai primata berhidung panjang yang banyak menghuni kawasan hutan mangrove dan tepian sungai. Adapun banteng liar Kalimantan merupakan salah satu mamalia besar yang populasinya semakin terbatas dan membutuhkan perlindungan khusus agar tidak mengalami kepunahan lokal.

Memanfaatkan Teknologi untuk Pemantauan Satwa

Pengelola Taman Nasional Kutai terus berupaya meningkatkan efektivitas pemantauan satwa liar melalui pemanfaatan teknologi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penggunaan drone thermal dan kamera jebak atau camera trap. Teknologi ini membantu petugas memantau pergerakan satwa tanpa mengganggu aktivitas alaminya di dalam hutan.

Menurut Balai TNK, kamera jebak membutuhkan waktu beberapa bulan hingga satwa merasa terbiasa dengan keberadaannya. Namun setelah itu, perangkat tersebut mampu memberikan data penting mengenai keberadaan berbagai spesies yang sulit diamati secara langsung. Salah satu temuan menarik adalah terekamnya kembali macan dahan Kalimantan, kucing hutan yang sebelumnya jarang terlihat sehingga sempat dikhawatirkan keberadaannya di kawasan tersebut.

Selain itu, kamera pemantau juga berhasil mendokumentasikan sejumlah jenis burung langka, termasuk burung tokhtor Kalimantan dan burung kuau. Temuan tersebut menjadi indikator bahwa sejumlah spesies penting masih bertahan di habitat alaminya di Taman Nasional Kutai.

Kolaborasi dan Peran Masyarakat

Pelestarian satwa liar tidak dapat dilakukan oleh pengelola kawasan saja. Karena itu, Balai Taman Nasional Kutai menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi konservasi. Bersama Yayasan Jejak Pulang, misalnya, dilakukan kajian mengenai kelayakan habitat untuk pelepasliaran orangutan yang telah direhabilitasi dan siap kembali ke alam liar. Sementara itu, kerja sama dengan Yayasan Orangutan Indonesia difokuskan pada perlindungan populasi banteng Kalimantan yang tersisa.

Di sisi lain, masyarakat sekitar juga dilibatkan dalam upaya konservasi. Melalui pengembangan pariwisata minat khusus dan program Perhutanan Sosial, warga didorong untuk menjadi bagian dari perlindungan hutan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari keberadaan kawasan konservasi. Pendekatan ini dinilai penting karena keberhasilan menjaga Taman Nasional Kutai sangat bergantung pada dukungan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan.

Taman Nasional Kutai tidak hanya menjadi rumah bagi ratusan spesies satwa, tetapi juga benteng penting bagi pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Upaya perlindungan yang memadukan teknologi, kolaborasi konservasi, dan partisipasi masyarakat menjadi kunci agar kawasan ini tetap mampu menjaga keberlangsungan satwa-satwa langka Kalimantan di masa depan.

baca juga

baca juga

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.