mengenal microgreens sayuran mungil kaya akan manfaat - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Microgreens: Sayuran Mungil Kaya akan Manfaat

Mengenal Microgreens: Sayuran Mungil Kaya akan Manfaat
images info

Wikimedia Commons | Teogenesis


Apakah Kawan pernah melihat hiasan atau pelengkap seperti tumbuhan kecil, di berbagai makanan maupun minuman seperti, salad, sup, hingga smoothie? Jika iya, itulah microgreens.

Artikel ini akan membahas mengenai microgreen, nutrisi dan manfaat yang dimiliki, hingga cara menanamnya dirumah. Yuk, simak bersama!

Apa Itu Microgreens?

Microgreens adalah tanaman sayuran atau herba yang dipanen pada tahap awal pertumbuhan. Umumnya 7—21 hari setelah benih ditanam, setelah daun pertama (kotiledon) berkembang atau saat satu set daun sejati pertama telah muncul. Namun, waktu panen menyesuaikan jenis tanamannya.

Untuk memanen microgreens, Kawan dapat memotong tanaman tersebut tepat di atas permukaan medium pertumbuhannya, dengan panjang sekitar 3—9 cm tanpa akar. Bagian yang dapat dimakan adalah batang, kotiledon, serta daun pertama yang sudah terbuka.

Dengan ukurannya yang mungil, microgreen sering digunakan sebagai pelengkap dalam berbagai jenis makanan hingga minuman. Umum digunakan sebagai pelengkap salad, sandwich, sup, hiasan makanan hingga smoothie. Microgreen cenderung punya rasa yang lebih kuat, jika dibandingkan dengan tanaman dewasanya.

baca juga

Meski sama-sama berukuran kecil, microgreens dan kecambah memiliki beberapa perbedaan. Berbeda dengan microgreens yang dipanen setelah 7—21 hari ditanam, kecambah memiliki masa panen yang lebih cepat yaitu 2—7 hari baru tumbuh akar dan tunas kecil.

Umumnya kecambah bisa tumbuh tanpa banyak terpapar cahaya, berbeda dengan microgreens yang perlu paparan cahaya untuk melakukan fotosintesis. Selain itu, kecambah bisa dimakan seluruh bagiannya, termasuk akar dan biji.

Manfaat Microgreens untuk Tubuh

Meski merupakan tumbuhan muda dan berukuran kecil, microgreens memiliki segudang nutrisi dan manfaat untuk kesehatan. Melansir dari situs Cleveland Clinic, nutrisi yang terkandung dalam microgreens, yaitu vitamin C, vitamin E, vitamin K, beta-karoten, zat besi, hingga antioksidan seperti polifenol, sesuai dengan jenis tanamannya.

Berikut beberapa manfaat microgreens untuk tubuh, dilansir dari berbagai situs yaitu halodoc, Cleveland Clinic, WebMD, dan Integris Health:

  • Sumber antioksidan. Microgreens mengandung antioksidan yang dapat berperan untuk mengurangi stres, membantu menjaga kesehatan sel, hingga mendukung pencegahan berbagai penyakit kronis. 

  • Mendukung kesehatan Jantung. Kandungan polifenol dan antioksidan dalam microgreens dapat membantu mengurangi peradangan dan menjaga kesehatan pembuluh darah, sehingga dapat menurunkan resiko penyakit jantung, kanker, hingga diabetes.

  • Meningkatkan kesehatan pencernaan. Serat yang terkandung dalam microgreens dapat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.

  • Menjaga kesehatan mata. Microgreens tertentu, khususnya yang kaya akan beta-karoten dapat membantu menjaga kesehatan mata karena tubuh dapat mengubah beta-karoten menjadi vitamin A. Selain itu juga dapat melindungi mata dari kerusakan akibat radikal bebas.

  • Membantu memenuhi kebutuhan sayur harian. Dengan ukurannya yang kecil, microgreens dapat ditambahkan ke berbagai macam makanan maupun minuman. Sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan sayur harian secara praktis dan tanpa terasa seperti memakan sayur.

  • Meski memiliki banyak nutrisi dan manfaat untuk tubuh, microgreens tidak dapat dijadikan sebagai pengganti sayuran biasa. Tetap perlu menerapkan pola makan beragam, agar kebutuhan nutrisi harian dapat terpenuhi secara optimal.

    Cara Menanam Microgreens di Rumah

    Menanam microgreens tidak rumit dan memakan tempat sehingga dapat ditanam di rumah. Melansir dari situs Barebones Living, untuk menanam microgreens dapat menggunakan benih yang sama dengan sayuran atau herba biasa. Perbedaannya terletak pada waktu panen yang jauh lebih singkat.

    Namun, saat ini sudah banyak tersedia benih khusus microgreens. Sebenarnya benih tersebut tidak jauh berbeda dengan benih biasa. Dikatakan khusus karena daya tumbuh kecambahnya yang tinggi, berkualitas baik, dan sering kali diproduksi untuk konsumsi microgreens dalam jumlah besar.

    baca juga

    Jenis sayuran dan herba yang bisa dijadikan microgreens, yaitu brokoli, kale, kubis merah, pakcoy, lobak, selada, bayam, basil, ketumbar, kemangi, dan lain sebagainya.

    Berikut cara menanam microgreens di rumah, mengutip dari situs Jogja Benih:

    1. Siapkan wadah dan media tanam. Kawan dapat menggunakan pot sebagai wadah, serta media tanam yang dapat digunakan yaitu rockwool, zeolite, vermikulit, arang sekam, atau cocopeat. Diberi air hingga basah.

  • Sebar benih. Benih dapat langsung ditaburkan secara merata di atas media tanam.

  • Tutup selama 2 hari untuk mempercepat tumbuhnya kecambah. Simpan di tempat yang minim cahaya.

  • Siram secara teratur setiap hari menggunakan sprayer agar tidak merusak tanaman.

  • Setelah berkecambah, buka penutup dan paparkan dengan sinar matahari langsung yang tidak terlalu terik

  • Setelah 7—21 hari tergantung jenis tanaman, dapat dilakukan pemanenan.

  • Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

    Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Alsha Nuraini lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Alsha Nuraini.

    AN
    KG
    Tim Editorarrow

    Terima kasih telah membaca sampai di sini

    🚫 AdBlock Detected!
    Please disable it to support our free content.