eks pemain semen padang ini ternyata pernah tampil di piala dunia 2006 2010 dan 2014 - News | Good News From Indonesia 2026

Eks Pemain Semen Padang Ini Ternyata Pernah Tampil di Piala Dunia 2006, 2010, & 2014

Eks Pemain Semen Padang Ini Ternyata Pernah Tampil di Piala Dunia 2006, 2010, & 2014
images info

Eks pemain Semen Padang, Didier Zokora./PT LIB


Siapa sangka, Semen Padang ternyata pernah punya pemain yang bisa disebut sebagai "dedengkot Piala Dunia". Ia bahkan pernah tampil dalam tiga edisi Piala Dunia.

Pemain tersebut adalah Didier Zokora. Untuk diketahui, Didier Zokora adalah pesepak bola asal Pantai Gading yang berseragam Semen Padang pada musim 2017.

Selain pernah bermain bagi Semen Padang, Zokora dulunya juga adalah andalan Timnas Pantai Gading. Itulah yang membuatnya mendapat kepercayaan untuk membela negaranya di Piala Dunia 2006, 2010, dan 2014.

Sayangnya, dalam tiga edisi Piala Dunia tersebut, Zokora tak berhasil membawa Pantai Gading melaju jauh. Pantai Gading yang diperkuat Zokora selalu tak mampu lolos dari babak penyisihan grup. Berdasarkan data Transfermarkt, pemain kelahiran Abidjan, 14 Desember 1980, itu mencatatkan delapan penampilan di Piala Dunia, di mana ia merasakan tiga kali kemenangan, empat kali kalah, dan satu kali imbang.

Zokora agaknya punya keberuntungan dalam bentuk lain kendati tak berhasil meloloskan Pantai Gading dari babak penyisihan grup Piala Dunia. Keberuntungan yang dimaksud adalah kesempatan untuk berlaga menghadapi tim besar yang diperkuat pemain top dunia. Di Piala Dunia 2006, misalnya, Zokora tampil saat Pantai Gading melawan Argentina dan Belanda, sementara pada 2010 ia menghadapi Portugal dan Brasil.

baca juga

Eks pemain Semen Padang, Didier Zokora./PT LIB

Dari Karier Mentereng di Eropa, Zokora Mengadu Nasib di Semen Padang

Tak perlu heran mengapa Zokora bisa dipercaya main di tiga edisi Piala Dunia sebelum hijrah ke Semen Padang. Sebab, kariernya memang bisa dibilang cukup apik untuk seorang pemain Afrika.

Bayangkan saja, pada musim 2001-2002 saat usianya masih belasan tahun, Zokora sudah direkrut oleh klub top asal Belgia, KRC Genk. Ia didatangkan dari klub Pantai Gading, ASEC Mimosas, dan di situlah Zokora memulai petualangannya di kancah sepak bola profesional Eropa.

Beberapa tahun di Genk, Zokora hijrah ke Prancis untuk bergabung dengan Saint-Etienne. Lalu pada musim 2006-2007, ia bikin gebrakan dengan menjadi bagian dari salah satu klub top Liga Inggris, Tottenham Hotspur.

Gebrakan Zokora tak sampai di situ. Berpisah dengan Tottenham pada musim 2009-2010, ia pindah lagi ke Spanyol, klubnya pun masih tetap beken. Kali ini ia bergabung dengan Sevilla.

Dari Sevilla, Zokora kemudian pindah negara lagi pada musim 2011-2012. Tujuan berikutnya adalah Turki, di mana ia bermain bersama Trabzonspor serta Akhisar Belediyespor.

Pada 2015-2016, petualangannya di Asia dimulai. Awalnya ia ke India untuk menjadi bagian dari klub Pune City dan NorthEast United. Akhirnya tibalah tahun 2017 saat ia memutuskan ke Indonesia dan menerima pinangan Semen Padang.

Semen Padang jadi klub profesional terakhir Zokora. Hanya semusim bersama Semen Padang, ia memutuskan pensiun bermain.

Saat digaet Semen Padang, Zokora berusia 36 tahun. Statusnya saat itu adalah marquee player di kompetisi Liga 1. Saat baru datang, Zokora mengaku senang karena Semen Padang punya banyak pemain muda berkualitas.

Kiprah Zokora di Semen Padang tidak lama, bahkan semusim pun tidak. Pada pertengahan kompetisi, keduanya resmi berpisah setelah Zokora mencatatkan 11 penampilan bersama Semen Padang. Alasan yang dikemukakan pihak Semen Padang adalah mereka perlu menyeimbangkan keuangan mereka, sehingga keputusan tak lagi menggunakan jasa Zokora pun harus diambil.

baca juga

 

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.