Kawula17 bersama AIESEC in UNEJ kembali menyelenggarakan program Kawula Goes to School yang berlangsung di Aula Kementerian Agama Kabupaten Jember.
Kegiatan ini diikuti oleh 100 pelajar yang berasal dari MAN 1 Jember, MAN 2 Jember, SMA Muhammadiyah 3 Jember, SMAK Santo Paulus, SMAN 3 Jember, dan MA Al-Qodiri.
Berdasarkan hasil survei, sebanyak 44,9% peserta mengenali polusi udara akibat kendaraan bermotor sebagai isu lingkungan yang paling sering mereka temui.
Selain itu, 41,3% peserta menyoroti pembukaan hutan untuk perkebunan kelapa sawit, sementara 37,6% lainnya menganggap pengelolaan sampah yang belum optimal sebagai salah satu persoalan lingkungan yang penting untuk diperhatikan.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh ruang belajar yang mendorong mereka untuk mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, serta mengasah kemampuan berpikir kritis melalui berbagai aktivitas interaktif, diskusi, dan pertukaran perspektif bersama pelajar dari berbagai sekolah.
Survei juga menunjukkan bahwa pengelolaan sampah menjadi isu lingkungan yang paling diprioritaskan oleh peserta dengan persentase sebesar 40,4%, disusul penebangan hutan sebesar 31,2% dan polusi udara sebesar 30,3%.
Temuan tersebut mencerminkan tingginya kepedulian peserta terhadap kondisi lingkungan di sekitar mereka sekaligus menunjukkan kesadaran bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melatih rasa percaya diri, keberanian dalam menyampaikan gagasan, serta kemampuan berpikir kritis melalui berbagai aktivitas kolaboratif.
Dengan demikian, Kawula Goes to School tidak hanya menghadirkan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan kapasitas diri sekaligus berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif di lingkungan sekitar.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positif bagi para peserta. Sebanyak 80,4% peserta menyatakan merasa lebih mampu menciptakan perubahan setelah mengikuti Kawula Goes to School.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan dan pengalaman peserta. Namun, juga meningkatkan keyakinan mereka untuk mengambil peran aktif dalam menghadapi berbagai tantangan sosial maupun lingkungan.
Selain memperoleh wawasan baru, peserta juga mengembangkan berbagai keterampilan penting, seperti bekerja sama dalam tim, mengemukakan pendapat secara efektif, serta menyelesaikan permasalahan melalui kolaborasi.
Kesempatan untuk berinteraksi dengan peserta dari berbagai sekolah turut menjadi pengalaman berharga yang memperluas relasi sekaligus memperkaya sudut pandang mereka.
Berdasarkan hasil Environmental Activism Score, sebanyak 54,1% peserta berada pada kategori Participant, 29,4% termasuk Activist, 13,8% berada pada kategori Spectator, dan 2,8% masuk dalam kategori Frontliner.
Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan memiliki kesiapan untuk meningkatkan keterlibatan mereka melalui berbagai aksi nyata di masyarakat.
Organization Committee President Kawula Goes to School Jember, Niya Asri Rahayu, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti bahwa perubahan selalu berawal dari keberanian generasi muda untuk berpikir kritis dan bertindak.
Menurutnya, antusiasme para peserta selama kegiatan berlangsung memperlihatkan bahwa pelajar memiliki potensi besar untuk menghadirkan dampak positif bagi lingkungan maupun masyarakat.
"Kawula Goes to School di Jember menjadi pengingat bahwa perubahan selalu diawali dari keberanian untuk berpikir kritis. Melalui diskusi mengenai isu lingkungan, kami melihat semangat para siswa untuk tidak hanya memahami berbagai tantangan di sekitar mereka, tetapi juga berani menyampaikan ide, mencari solusi, dan mengambil aksi nyata," ujarnya.
Sementara itu, Local Committee Vice President of External Relations AIESEC in UNEJ, Dinda, menjelaskan bahwa Kawula Goes to School merupakan wujud komitmen AIESEC in UNEJ dalam menyediakan ruang belajar yang inspiratif sekaligus mendorong generasi muda agar semakin peduli terhadap berbagai isu sosial dan lingkungan.
Ia berharap program ini dapat membantu pelajar mengembangkan potensi, memperluas wawasan, serta tumbuh menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan.
"Kami berharap program ini dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar, berkembang, dan mengambil peran sebagai agen perubahan di lingkungan sekitarnya," sebut Dinda.
Melalui partisipasi dalam Kawula Goes to School, para pelajar memperoleh berbagai pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari maupun masa depan mereka.
Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, serta berpikir kritis yang diasah selama kegiatan menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Pengalaman tersebut juga membantu peserta membangun rasa percaya diri untuk terus berkembang dan berkontribusi di lingkungan sekitarnya.
Ke depan, AIESEC in UNEJ akan terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pengembangan kepemimpinan yang memberikan dampak nyata bagi generasi muda. Melalui Kawula Goes to School, AIESEC in UNEJ berupaya menciptakan ruang pembelajaran yang mendorong pelajar untuk bertumbuh, memperluas wawasan, serta berperan aktif dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Hasil survei yang menunjukkan tingginya kepedulian peserta terhadap isu lingkungan menjadi indikator bahwa program ini berhasil mendorong lahirnya kesadaran sekaligus semangat untuk menghadirkan aksi dan solusi yang berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


