Green School Action 2026 menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian masyarakat yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Wiralodra (UNWIR). Melalui program ini, mahasiswa memberikan edukasi menanam tanaman kepada siswa SDN Gelarmendala, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu pada Sabtu (7/2/2026). Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini sekaligus mendukung penghijauan sekolah agar menjadi tempat belajar yang lebih hijau, sehat, dan nyaman.
Di tengah berbagai tantangan lingkungan, seperti meningkatnya suhu udara dan berkurangnya ruang terbuka hijau, pendidikan lingkungan menjadi hal yang semakin penting untuk dikenalkan kepada anak-anak. Sekolah menjadi salah satu tempat yang tepat untuk membangun kebiasaan baik tersebut karena karakter peduli lingkungan dapat dibentuk melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.
Edukasi Menanam Tanaman Melalui Pengalaman Langsung
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi sederhana mengenai manfaat tanaman bagi manusia dan lingkungan. Para mahasiswa menjelaskan bahwa tanaman memiliki banyak fungsi, mulai dari menghasilkan oksigen, menjaga kualitas udara, mengurangi suhu panas, hingga menyediakan sumber pangan dan buah-buahan yang bermanfaat.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Suasana belajar yang komunikatif membuat para siswa aktif bertanya mengenai cara menanam, merawat tanaman, perbedaan antara benih dan bibit hingga alasan mengapa pohon memiliki peran penting bagi kehidupan manusia.
Setelah sesi edukasi, seluruh peserta bersama-sama melakukan penanaman bibit di lingkungan sekolah dan kegiatan penyemaian benih di polybag. Kegiatan ini menjadi momen yang paling dinantikan karena setiap siswa dapat memegang, menanam, dan mengenal tanaman secara langsung.
Melalui pengalaman tersebut, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga belajar mengenai tanggung jawab dalam merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Harapannya, kebiasaan sederhana seperti menyiram tanaman dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah dapat terus dilakukan setelah kegiatan berakhir.

Kolaborasi untuk Mewujudkan Sekolah yang Lebih Hijau
Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak dari kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan dan lingkungan hidup.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu turut memberikan dukungan berupa bibit tanaman cabai. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu berkontribusi melalui bantuan bibit tanaman mangga, jambu, dan sawo.
Berbagai jenis bibit dan benih tanaman tersebut dipilih agar tidak hanya memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Melalui keberadaan tanaman buah dan tanaman pangan, siswa dapat mengenal berbagai jenis tanaman sekaligus memahami proses pertumbuhannya secara langsung.
Pengabdian Mahasiswa untuk Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan
Melalui program ini, BEM Fakultas Pertanian Universitas Wiralodra tidak hanya memperkenalkan pentingnya sektor pertanian kepada generasi muda, tetapi juga mengajak anak-anak untuk lebih dekat dengan alam. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah dasar.
Penghijauan sekolah juga memberikan manfaat jangka panjang. Selain menciptakan lingkungan belajar yang lebih asri dan sehat, tanaman yang ditanam dapat menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan bagi siswa pada tahun-tahun berikutnya. Mereka dapat mengamati proses pertumbuhan tanaman sekaligus belajar mengenai cara merawatnya.

Pengabdian Mahasiswa untuk Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan
Green School Action 2026 merupakan implementasi salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang dipelajari selama perkuliahan sekaligus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Pengabdian ini diharapkan mampu meninggalkan dampak yang berkelanjutan. Tanaman yang ditanam bersama dapat terus dirawat oleh warga sekolah sehingga menjadi bagian dari lingkungan belajar sehari-hari. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar tentang pentingnya menjaga alam dan lingkungan melalui teori, tetapi juga melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
Kegiatan sederhana seperti menanam tanaman hortkultura mungkin terlihat kecil. Namun, jika dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak pihak, langkah tersebut mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus membentuk karakter generasi muda yang lebih bertanggung jawab terhadap alam dan lingkungan.
Kawan GNFI, menjaga lingkungan tidak selalu dimulai dari aksi yang besar. Menanam satu bibit, merawatnya hingga tumbuh, dan mengajak orang lain melakukan hal yang sama merupakan bentuk kontribusi nyata bagi masa depan yang lebih hijau. Kegiatan yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Pertanian Universitas Wiralodra bersama SDN Gelarmendala menjadi contoh bahwa perubahan dapat dimulai dari lingkungan sekolah, melalui kolaborasi, edukasi, dan kepedulian yang ditanamkan sejak dini.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


