bumi makin panas tapi akal akalan ini bikin tomat dan cabai tahan cuaca ekstrem - News | Good News From Indonesia 2026

Bumi Makin Panas, Tapi Akal-akalan Ini Bikin Tomat dan Cabai Tahan Cuaca Ekstrem

Bumi Makin Panas, Tapi Akal-akalan Ini Bikin Tomat dan Cabai Tahan Cuaca Ekstrem
images info

Dok. Canva


Suhu udara yang semakin menyengat, pasokan air yang menipis, dan serbuan hama menjadi ancaman di area persawahan.

Kondisi ini membuat komoditas sayuran rentan mengalami gagal panen masif di berbagai daerah. Menyikapi ancaman kelangkaan pangan tersebut, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN mencoba merombak metode pemuliaan tanaman tradisional berbasis data ilmiah, sekaligus menjalin kemitraan dengan industri perbenihan nasional agar bibit hasil laboratorium bisa langsung sampai ke tangan petani.

Model riset terpadu ini dikejar dengan harapan bisa menjadi solusi nyata yang mendongkrak kesejahteraan petani di tengah keterbatasan lahan dan air. Ketersediaan benih yang tangguh menjadi kunci mutlak agar pasokan pangan nasional tidak goyah karena dinamika iklim bergerak lebih cepat daripada siklus tanam normal.

"Riset tidak berhenti pada pengembangan pengetahuan, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan sektor perbenihan dan mendukung peningkatan produksi hortikultura yang berkelanjutan," ujar Kepala ORPP BRIN, Puji Lestari.

 

Tomat yang Berbuah Mandiri dan Cabai Kebal Hama

Ada dua komoditas andalan baru yang dimodifikasi secara genetik untuk melawan cekaman lingkungan.

Inovasi pertama menyasar tanaman tomat melalui pengembangan galur partenokarpik bernama iaa9-3 dan iaa9-5. Kedua jenis tomat ini mampu memproduksi buah secara mandiri tanpa memerlukan proses penyerbukan alami yang kerap gagal akibat suhu udara terlalu panas.

Secara anatomis, struktur daun tomat ini disesuaikan agar hemat air serta menjaga proses fotosintesis tetap stabil di tengah cuaca panas ekstrem. Sistem perakaran galur ini bekerja lebih aktif dalam menyerap nutrisi tanah, sehingga kuantitas buah yang dihasilkan tetap melimpah meskipun ditanam di lahan kering.

Komoditas kedua yang dirombak adalah cabai, tanaman yang selama ini kerap memicu inflasi pasar ketika harganya melonjak akibat serangan penyakit. Peneliti menciptakan genotipe cabai bernama C20 dan C367 yang memiliki imunitas bawaan terhadap serangan hama kutudaun (Aphis gossypii).

"Hasil pengujian menunjukkan bahwa genotipe C20 dan C367 secara konsisten mampu menekan perkembangan populasi kutudaun sehingga berpotensi menjadi donor ketahanan dalam program pemuliaan cabai," kata Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Hortikultura BRIN, Ady Daryanto.

Pengujian menggunakan metode komparasi clip cage menunjukkan bahwa sifat anti-hama pada varietas baru ini diturunkan secara kuat pada generasi tanaman berikutnya, sehingga sangat potensial untuk diproduksi secara massal dalam skala industri.

 

Menghubungkan Riset Laboratorium dengan Skala Industri

Keberhasilan menciptakan varietas unggul tidak akan berdampak besar tanpa keterlibatan produsen benih komersial yang menguasai jalur distribusi pasar.

Oleh karena itu, keterlibatan pihak swasta seperti PT Ewindo menjadi jembatan penting untuk menyelaraskan standar kualitas benih hasil riset dengan preferensi konsumen dan kebutuhan nyata para petani di sawah.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memotong waktu tunggu proses komersialisasi bibit baru yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun.

Ketika teknologi pemuliaan modern dipadukan dengan mesin produksi industri, lahirnya varietas sayur yang tangguh, adaptif terhadap perubahan iklim, serta berdaya saing tinggi dapat berjalan lebih masif.

Sehingga, mata rantai pasokan hortikultura nasional diharapkan memiliki fondasi yang jauh lebih kokoh dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.