wvi gelar festival kisah inspiratif tempat berbagi cerita dan keluh kesah anak indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

WVI Gelar Festival Kisah Inspiratif, Tempat Berbagi Cerita dan Keluh Kesah Anak Indonesia

WVI Gelar Festival Kisah Inspiratif, Tempat Berbagi Cerita dan Keluh Kesah Anak Indonesia
images info

WVI bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, tokoh masyarakat, dan anak-anak dampingannya. (Foto: WVI)


Isu kesejahteraan dan perlindungan anak masih menjadi tantangan besar di Indonesia, terutama terkait pemenuhan hak dasar dan pengentasan kekerasan di lingkungan terdekatnya. Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), tercatat sebanyak 15.396 kasus kekerasan terhadap anak selama 2025 di mana kekerasan seksual menjadi kategori yang paling tinggi dengan 11.049 kasus.

 

Merespons tantangan tersebut, Wahana Visi Indonesia (WVI) hadir untuk melindungi hak dasar anak melalui pendekatan berbasis masyarakat. Maka dari itu dalam menyambut Hari Anak Nasional, WVI menggelar Festival Kisah Inspiratif bertajuk "Merajut Keberlanjutan, Merayakan Harapan" untuk membagikan solusi perlindungan anak yang terbukti efektif, praktis, dan inklusif.

 

Festival Kisah Inspiratif ini menyoroti integrasi lintas sektor yang krusial bagi kesejahteraan anak, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Intervensi WVI terbukti memberikan dampak perubahan perilaku yang masif di masyarakat seperti penurunan angka kekerasan fisik, hubungan positif dan damai antara anak dan orang tua melonjak signifikan dari 36,4% menjadi 50,8%.

 

WVI juga melakukan strategi dengan pendekatan struktural melalui pelembagaan kebijakan di daerah, seperti keberhasilan Advokasi Kebijakan Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Kabupaten Parimo, serta Advokasi Pencegahan Kekerasan dan Bullying di Satuan Pendidikan Halmahera Timur. Semua pencapaian ini didukung oleh pertumbuhan Forum Anak desa yang ber-SK resmi dari 127 kelompok menjadi 235 kelompok, serta kelompok Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang meningkat dari 85 menjadi 134 kelompok di wilayah dampingan WVI pada tahun 2025.

 

Tempat Berbagi Cerita Anak Indonesia

 

Sejumlah tokoh masyarakat hadir dalam acara pembukaan festival yang digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta, pada Kamis (2/7/2026). Salah satu yang memberikan pemaparan ialah Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia, Angelina Theodora yang menilai acara ini biasa menjadi jembatan penghubung dari anak ke orang dewasa dalam menceritakan dunia melalui perspektif mereka.

 

"Melalui kegiatan ini, kami membawa berbagai bukti dan kisah nyata di berbagai wilayah, seperti program Pengasuhan dengan Cinta yang sukses menurunkan proporsi remaja yang mengalami kekerasan fisik dan agresi psikologis oleh pengasuh secara drastis dari 58,47% di tahun 2022 menjadi 18,9% pada tahun 2025. WVI sebagai organisasi yang berfokus pada anak, tidak ingin mendampingi secara sesaat saja, tetapi membangun sistem perlindungan anak yang mandiri dan berkelanjutan bersama masyarakat," ucap Angelina.

 

Berry, salah seorang anak dari Timor Tengah Selatan hadir dalam Festival Kisah Inspiratif turut menyuarakan haknya memiliki lingkungan yang aman dan nyaman untuk bertumbuh. (Foto: WVI)
info gambar

Berry, salah seorang anak dari Timor Tengah Selatan hadir dalam Festival Kisah Inspiratif turut menyuarakan haknya memiliki lingkungan yang aman dan nyaman untuk bertumbuh. (Foto: WVI)


Dari banyak anak yang mengikuti festival ini terdapat Berry. Bocah laki-laki dari Forum Anak Timor Tengah Selatan NTT tersebut hadir untuk menyuarakan kegelisahannya terhadap kasus perundungan yang tinggi di anak-anak seusianya.

 

"Saya mengundang ibu-bapak dan saudara-saudara sekalian untuk sama-sama memahami bahwa anak adalah objek bukan subjek. Saya sering menemui bahwa ketika anak bicara, seringkali suara kami tidak didengar, malah di-bully, ditindas, atau dipukul. Menjaga anak berarti memastikan suaranya didengar, karena segala ide dan cerita yang kami sampaikan merupakan ungkapan isi hati kami. Selain itu, kami membutuhkan ruang untuk bertumbuh dan belajar. Penting bagi masyarakat untuk mendukung anak-anak karena kami adalah masa depan bangsa," cerita Berry.

 

Anak adalah Investasi Bangsa

 

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Rini Handayaniturut hadir pula dalam acara festival ini. Ia menilai mengawal tumbuh kembang anak sejak dini akan memengaruhi masa depan bangsa.

 

"Investasi terbaik bangsa adalah membangun manusia sejak usia anak atau dalam kandungan, dan setiap perubahan besar selalu dimulai dari praktek kecil yang dilakukan secara konsisten, dirawat bersama, hingga menjadi sebuah sistem yang dapat melindungi anak bersama. Kami mengapresiasi atas kontribusi Wahana Visi Indonesia yang senantiasa mendampingi anak-anak Indonesia," kata Rini.

 

Monita Tahalea. (Foto: WVI)
info gambar

Monita Tahalea. (Foto: WVI)


Penyanyi kenamaan, Monita Tahalea juga memberikan kesan dan pesannya terhadap perlindungan anak-anak Indonesia dewasa ini. Menurut Monita selaku Hope Ambassador WVI, tingkat kesejahteraan anak semestinya dipikul bersama baik oleh negara maupun tempat mereka tinggal dan belajar.

 

"Kesejahteraan anak bukanlah urusan orang tua atau lembaga kemanusiaan saja, melainkan tanggung jawab kita bersama sebagai satu masyarakat. Menyaksikan anak-anak terbebas dari trauma kekerasan dan bisa bersekolah dengan bahagia adalah harapan kita semua. Untuk itu, mari kita ambil bagian untuk melakukan perubahan dengan hadir, peduli, dan mendukung gerakan-gerakan baik seperti yang dilakukan WVI demi memastikan senyum, kebahagiaan, dan masa depan anak Indonesia tetap terjaga," ungkap Monita.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

DW
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.