mahasiswa kkn um desa sumberpasir latih warga produksi es susu pensil dan es lilin sebagai peluang usaha rumahan - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa KKN UM Desa Sumberpasir Latih Warga Produksi Es Susu Pensil dan Es Lilin jadi Usaha Rumahan

Mahasiswa KKN UM Desa Sumberpasir Latih Warga Produksi Es Susu Pensil dan Es Lilin jadi Usaha Rumahan
images info

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan pelatihan pembuatan es susu pensil dan es lilin @julian


Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan pelatihan pembuatan es susu pensil dan es lilin bagi warga Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mendorong masyarakat agar lebih kreatif memanfaatkan peluang usaha yang dapat dijalankan dari rumah dengan modal yang relatif kecil.

Melalui pelatihan ini, warga tidak hanya belajar cara membuat produk yang menarik, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai bagaimana produk sederhana dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.

Pelatihan ini berangkat dari melihat potensi yang dimiliki masyarakat Desa Sumberpasir. Banyak warga, khususnya ibu rumah tangga dan pemuda, bersemangat untuk berwirausaha. Namun, masih bingung menentukan jenis usaha yang mudah dijalankan dan tidak membutuhkan modal besar.

Di sisi lain, produk minuman seperti es susu pensil dan es lilin memiliki pasar yang cukup luas karena digemari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Dengan bahan yang mudah diperoleh dan proses pembuatan yang sederhana, produk ini dinilai memiliki peluang yang baik untuk dikembangkan sebagai usaha rumahan.

baca juga

Peserta pelatihan mencoba membuat es lilin
info gambar

Peserta pelatihan mencoba membuat es lilin


Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara langsung: mulai dari proses mengenalkan bahan-bahan dan alat yang digunakan, cara mencampur adonan dengan komposisi yang tepat, hingga teknik pengemasan agar produk terlihat lebih menarik dan siap dipasarkan.

Peserta juga diajak mempraktikkan setiap tahapan pembuatan sehingga mereka dapat merasakan langsung proses produksi. Suasana pelatihan berlangsung santai dan interaktif.

Banyak peserta yang aktif bertanya, berdiskusi, bahkan saling berbagi ide mengenai variasi rasa yang berpotensi diminati konsumen.

Tidak hanya berfokus pada proses produksi, mahasiswa KKN juga membagikan pengetahuan mengenai dasar-dasar berwirausaha. Peserta dikenalkan cara menghitung biaya produksi, menentukan harga jual yang sesuai, hingga memperkirakan keuntungan yang bisa diperoleh dari setiap produk yang dijual.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan tips sederhana mengenai strategi pemasaran, seperti memanfaatkan media sosial, grup WhatsApp warga, hingga menitipkan produk di warung sekitar.

Harapannya, masyarakat tidak hanya mampu membuat produk, tetapi juga percaya diri untuk memulai usaha secara mandiri.

Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat positif dari warga Desa Sumberpasir. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir pelatihan. Mereka mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat dan tidak ragu mencoba sendiri proses pembuatan es susu pensil maupun es lilin.

Beberapa peserta bahkan menyampaikan ketertarikannya untuk mencoba memproduksi dan menjual produk tersebut setelah pelatihan selesai.

Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sederhana seperti ini mampu memberikan inspirasi sekaligus membuka wawasan baru mengenai peluang usaha yang dapat dilakukan dari lingkungan rumah.

Hasil pelatihan es lilin
info gambar

Hasil pelatihan es lilin


Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN UM berharap masyarakat semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha kecil yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga.

Dengan memanfaatkan bahan baku yang mudah ditemukan, biaya produksi yang terjangkau, serta permintaan pasar yang cukup tinggi, es susu pensil dan es lilin berpotensi menjadi produk unggulan yang dapat dipasarkan di lingkungan sekitar maupun pada berbagai kegiatan masyarakat.

baca juga

Ke depan, diharapkan semakin banyak warga yang berani memulai usaha, berinovasi dengan berbagai varian rasa dan kemasan, serta menjadikan usaha rumahan sebagai salah satu sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan jiwa kewirausahaan, peningkatan keterampilan masyarakat, serta penciptaan peluang usaha rumahan yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) dengan mendorong masyarakat untuk mengembangkan inovasi produk olahan pangan sederhana yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

Melalui pemanfaatan bahan baku yang mudah diperoleh serta proses produksi yang praktis, masyarakat didorong untuk menciptakan usaha mikro yang berkelanjutan. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Sumberpasir, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekonomi desa yang lebih produktif, inovatif, dan mandiri.

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

JS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.