tempe probiotik dan minuman tebu prebiotik inovasi kader posyandu desa sudimoro untuk cegah stunting - News | Good News From Indonesia 2026

Tempe Probiotik dan Minuman Tebu Prebiotik, Inovasi Kader Posyandu Desa Sudimoro untuk Cegah Stunting

Tempe Probiotik dan Minuman Tebu Prebiotik, Inovasi Kader Posyandu Desa Sudimoro untuk Cegah Stunting
images info

Pencegahan Stunting Desa Sudimoro | Sumber: STIKES Widyagama Husada Malang


Kawan, upaya pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga dapat dimulai dari pemanfaatan pangan lokal yang bergizi. Berangkat dari semangat tersebut, tim dosen STIKES Widyagama Husada Malang menginisiasi Gerakan Pangan Lokal Sinbiotik Berbasis Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP): Tempe Probiotik dan Minuman Tebu Prebiotik untuk Pencegahan Stunting di Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

baca juga

Program yang berlangsung selama Mei hingga Juli 2026 ini menyasar 40 kader Posyandu ILP Desa Sudimoro sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Berdasarkan hasil pendataan Posyandu ILP Desa Sudimoro, terdapat 123 balita yang mengalami stunting dan menjadi salah satu sasaran prioritas dalam upaya peningkatan status gizi masyarakat. Selama kegiatan, para kader mendapatkan pelatihan mengenai gizi dasar, pencegahan dan skrining stunting, konsep sinbiotik, praktik pembuatan tempe probiotik dan minuman tebu prebiotik, hingga pelatihan pengemasan produk, branding, dan pemasaran digital.

Ketua pelaksana kegiatan, Ika Arum Dewi Satiti, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi pangan lokal desa sebagai solusi nyata dalam mendukung percepatan penurunan stunting.

"Gerakan ini kami lakukan dengan tujuan membantu mengatasi masalah gizi nasional, yaitu stunting, melalui pemanfaatan bahan pangan lokal berupa kedelai dan tebu, sekaligus memberdayakan kader Posyandu ILP sebagai penggerak kesehatan masyarakat," ujarnya.

Praktik pembuatan tempe probiotik dan minuman tebu prebiotik
info gambar

Praktik pembuatan tempe probiotik dan minuman tebu prebiotik


Tempe probiotik yang dikembangkan dalam program ini mengandung protein nabati berkualitas tinggi, serat pangan, vitamin B kompleks, mineral seperti kalsium, zat besi, magnesium, serta mikroorganisme probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan saluran cerna. Kandungan probiotik tersebut membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus sehingga penyerapan zat gizi menjadi lebih optimal.

Sementara itu, minuman tebu prebiotik mengandung senyawa oligosakarida alami yang berfungsi sebagai sumber makanan bagi bakteri baik di usus. Kombinasi probiotik dan prebiotik (sinbiotik) diharapkan dapat meningkatkan kesehatan pencernaan, mendukung sistem imun, serta membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak sebagai salah satu upaya pencegahan stunting.

Pelaksanaan program melibatkan dosen sebagai pelatih dan fasilitator, kader Posyandu sebagai peserta sekaligus fasilitator penerapan program di masyarakat, serta mahasiswa yang berperan sebagai fasilitator lapangan, pendukung perlengkapan, dan dokumentasi kegiatan. Kolaborasi tersebut mendorong proses pembelajaran yang lebih partisipatif sehingga kader mampu mempraktikkan keterampilan yang diperoleh secara mandiri.

Edukasi minuman tebu prebiotik
info gambar

Edukasi minuman tebu prebiotik


Program ini memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengolah kedelai dan tebu menjadi pangan bergizi tinggi, hasil produksi tempe probiotik dan minuman tebu prebiotik telah dimanfaatkan sebagai menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada kegiatan Posyandu rutin. Hingga akhir kegiatan, produk tersebut telah dikonsumsi oleh 50 keluarga yang terdiri atas keluarga balita sasaran Posyandu serta masyarakat sekitar. Produk tersebut juga mulai dipasarkan melalui toko kelontong di sekitar desa sebagai salah satu produk unggulan UMKM lokal.

Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi beberapa tantangan, di antaranya masih terbatasnya pengetahuan awal kader mengenai konsep pangan sinbiotik, perlunya pendampingan agar proses fermentasi dan produksi berjalan sesuai standar, serta upaya menjaga konsistensi kualitas produk. Namun, tantangan tersebut dapat diatasi melalui pendampingan intensif, praktik langsung, dan monitoring selama program berlangsung.

baca juga

Keberhasilan program ditunjukkan melalui meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kader setelah pelatihan, kemampuan kader memproduksi tempe probiotik dan minuman tebu prebiotik secara mandiri, pemanfaatan produk sebagai menu PMT pada kegiatan Posyandu, mulai dipasarkannya produk sebagai UMKM desa, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mengonsumsi pangan lokal bergizi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Ketua Kader Posyandu Desa Sudimoro, Ririn Hestati, mengapresiasi pendampingan yang diberikan oleh tim pengabdian. Menurutnya, pelatihan ini membuka wawasan baru bagi kader dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang lebih sehat dan bernilai ekonomi.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi Posyandu desa kami. Ke depan, menu prebiotik dan probiotik akan kami terapkan pada seluruh kegiatan Posyandu sekaligus dikembangkan sebagai produk UMKM desa," ungkapnya.

Program ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kader Posyandu, dan masyarakat, inovasi berbasis pangan lokal ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang mendukung peningkatan gizi sekaligus kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KH
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.