motif batik bengkulu ketika aksara alam dan budaya bertemu dalam selembar wastra - News | Good News From Indonesia 2026

Motif Batik Bengkulu: Ketika Aksara, Alam, dan Budaya Bertemu dalam Selembar Wastra

Motif Batik Bengkulu: Ketika Aksara, Alam, dan Budaya Bertemu dalam Selembar Wastra
images info

Motif Batik Bengkulu, Ketika Aksara, Alam, dan Budaya Bertemu dalam Selembar Wastra | Foto: Generate AI


Motif batik Bengkuku memperlihatkan bagaimana aksara, kekayaan alam, dan budaya dapat berpadu menjadi identitas visual. Di Bengkulu, perpaduan tersebut dikenal melalui tradisi batik Besurek, kain yang memiliki ciri utama berupa ornamen menyerupai tulisan Arab atau kaligrafi.

Seiring perkembangannya, unsur tersebut dipadukan dengan berbagai motif flora, fauna, serta simbol budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat Bengkulu.

Keberadaan kaligrafi membuat batik Besurek memiliki visual yang mudah dikenali. Namun, identitasnya tidak hanya dibangun oleh unsur tulisan. Bunga Rafflesia, aksara Kaganga, rembulan, hingga berbagai tumbuhan turut memperkaya ragam motifnya.

Lantas, apa yang membuat batik Bengkulu berbeda dan bagaimana makna di balik motif-motif tersebut?

Apa yang Membuat Batik Bengkulu Berbeda?

Batik Bengkulu dikenal luas melalui batik Besurek. Istilah besurek berasal dari bahasa Melayu Bengkulu yang berarti "bersurat" atau "bertulis". Nama tersebut merujuk pada penggunaan ornamen menyerupai tulisan atau kaligrafi sebagai bagian penting dalam motif kain.

Sejarah perkembangannya memiliki beberapa versi. Salah satu sumber menyebut seni batik Besurek berkaitan dengan kedatangan pedagang Arab dan pekerja asal India sekitar abad ke-17. Sumber lain mengaitkannya dengan pengaruh pembatik dan seniman dari Demak serta hubungan perdagangan antardaerah.

Ada pula catatan yang menghubungkan perkembangan kain Besurek dengan kedatangan Pangeran Sentot Alibasyah dan para pengikutnya ke Bengkulu. 

Ciri utama batik Besurek terletak pada ornamen kaligrafi, tetapi tidak semua tulisan pada kain bermakna religius. Pada kain lama atau kain tertentu untuk upacara adat, tulisan Arab dapat berupa tulisan yang dapat dibaca dan memiliki penggunaan khusus.

Sementara itu, pada batik Besurek modern, kaligrafi sering digunakan sebagai elemen dekoratif yang menyerupai huruf Arab tanpa makna tertentu.

baca juga

Ragam Motif Batik Bengkulu

Ragam motif Batik Bengkulu berkembang dari perpaduan tradisi Besurek dengan unsur alam dan budaya lokal. Beberapa motif yang dikenal antara lain sebagai berikut.

Motif Besurek Rafflesia

Batik Bengkulu
info gambar

Batik Bengkulu Motif Besurek Rafflesia | Foto: Generate AI


Motif Besurek Rafflesia memadukan ornamen kaligrafi dengan bentuk bunga Rafflesia arnoldii, bunga yang menjadi salah satu ikon Bengkulu.

Penggunaan Rafflesia memperkuat hubungan visual antara kain dan kekayaan alam daerah tersebut. Motif ini juga menunjukkan perkembangan Besurek yang tidak hanya mempertahankan unsur kaligrafi, tetapi menambahkan simbol alam yang mudah dikenali.

Dalam perkembangannya, bunga Rafflesia juga dipadukan dengan motif lain untuk membuat batik Besurek lebih dekat dengan penggunaan masyarakat.

Motif Kaganga Tanah Rejang

Batik Bengkulu
info gambar

Batik Bengkulu Motif Kaganga Tanah Rejang | Foto: Generate AI


Motif Kaganga Tanah Rejang berasal dari tradisi masyarakat Rejang dan mengambil inspirasi dari aksara Kaganga atau aksara Rejang.

Batik Kaganga mulai berkembang sekitar 1985–1990, ketika pemerintah daerah Bengkulu sedang mendorong pengembangan kerajinan batik Besurek.

Secara visual, motif ini menggunakan bentuk aksara Kaganga sebagai ornamen dan dapat dipadukan dengan unsur flora maupun fauna. Bunga Rafflesia, cengkeh, dan Magnolia Melayu atau cempaka termasuk unsur yang disebut dalam pengembangan motifnya.

Perlu dibedakan bahwa Kaganga merupakan identitas aksara masyarakat Rejang, sedangkan Besurek memiliki sejarah dan karakter utama pada penggunaan ornamen kaligrafi. Keduanya dapat hadir dalam perkembangan wastra Bengkulu, tetapi tidak berarti memiliki sejarah yang sama.

Motif Besurek Rembulan

Batik Bengkulu
info gambar

Batik Bengkulu Motif Besurek Rembulan | Foto: Generate AI


Motif Besurek Rembulan merupakan perpaduan antara kaligrafi Arab dan gambar bulan purnama. Nama "Rembulan" merujuk pada unsur bulan yang menjadi bagian penting dari komposisi motifnya.

Motif ini sering dikaitkan dengan pujian kepada Tuhan atas keindahan alam semesta. Kain tersebut juga disebut digunakan oleh pengantin dalam upacara siraman sebelum pernikahan.

baca juga

Makna Motif Batik Bengkulu dalam Identitas Daerah

Batik Bengkulu menjadi media untuk memperlihatkan hubungan antara masyarakat, budaya, dan lingkungan. Kaligrafi menjadi unsur kuat tradisi Besurek, sedangkan Rafflesia dan berbagai tumbuhan menghadirkan kekayaan alam Bengkulu ke dalam desain kain.

Pada saat yang sama, penggunaan aksara Kaganga memperlihatkan bahwa wastra Bengkulu juga dapat menjadi ruang untuk mengenalkan identitas budaya masyarakat Rejang. Perpaduan tersebut membuat Batik Bengkulu tidak berhenti sebagai kain bermotif, tetapi berkembang menjadi media untuk merepresentasikan keberagaman budaya daerah.

Fungsinya pun mengalami perubahan. Dahulu, batik Besurek banyak digunakan sebagai perlengkapan upacara adat, seperti penggendong bayi, destar pengiring pengantin pria, hingga penutup jenazah. Seiring waktu, penggunaannya meluas menjadi pakaian dinas, busana pesta, busana muslim, dan pakaian sehari-hari.

Mengapa Batik Bengkulu Terus Dilestarikan?

Pelestarian batik Bengkulu penting karena kain ini menyimpan jejak pertemuan berbagai unsur budaya yang berkembang di Bengkulu. 

Upaya pelestarian juga dilakukan dengan mendorong penggunaan batik Besurek dalam kehidupan modern serta mengembangkan desain, warna, dan teknik pembuatannya. Para perajin dapat berinovasi melalui batik tulis, batik cap, maupun perpaduan teknik tanpa menghilangkan unsur ikonik seperti kaligrafi dan Rafflesia.

Dengan begitu, batik Bengkulu bisa tetap dikenal dan digunakan tanpa kehilangan ciri khasnya. Mari, kita ikut melestarikan batik Bengkulu dengan mengenal motifnya, menggunakannya dalam berbagai kesempatan, dan mendukung para perajin lokal agar warisan budaya ini tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Andy Apriyono lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Andy Apriyono.

AA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.