Untuk kawan yang sedang berkunjung ke Purbalingga bisa melipir sebentar ke kawasan Kutasari. Di sana ada Situ Tirta Marta, tempat pemandian alami yang mengandalkan aliran mata air langsung dari Gunung Slamet.
Berlokasi di Desa Karangcegak, jaraknya cuma 7 kilometer dari Alun-Alun Purbalingga sehingga perjalanan ke sana terasa singkat.
Begitu sampai di lokasi, kejernihan airnya langsung terlihat jelas. Bebatuan dan pasir di dasar kolam tampak transparan, sementara pepohonan rindang di sekeliling pemandian menciptakan naungan teduh sehingga suhu air tetap sejuk sepanjang hari.
Jadi, ayo kita ketahui lebih lanjut soal Situ Tirta Marta!
Sekilas Mengenai Situ Tirta Marta
Mata air ini sudah lama dimanfaatkan warga lokal untuk menopang kehidupan sehari-hari. Aliran air dari telaga disalurkan untuk kebutuhan warga, mengisi jaringan air bersih, hingga mengairi sawah di sekitar Desa Karangcegak. Nama Tirta Marta sendiri menyimpan arti air yang memberikan kehidupan.
Daya Tarik Utama Situ Tirta Marta
Daya tarik utama pemandian ini ada pada kedalaman kolamnya yang bersahabat untuk semua usia. Pengelola membagi area berenang dengan kedalaman mulai dari 50 sentimeter sampai 1 meter.
Hal lain yang bikin tempat ini populer adalah fasilitas foto bawah air. Karena airnya sangat bening, pengunjung bisa berfoto di dasar kolam bersama berbagai properti yang sengaja ditenggelamkan, seperti sepeda motor tua, televisi, atau perlengkapan kamping.
Fasilitas pendukung di lokasi juga tergolong lengkap. Ada gazebo untuk istirahat, tempat duduk di tepi kolam, toilet, kamar bilas, musala, dan warung warga yang menjual makanan serta minuman hangat. Pengunjung juga bisa menyewa ban pelampung atau memanfaatkan jasa fotografer untuk sesi foto dalam air.
Akses Menuju Situ Tirta Marta
Akses menuju Desa Karangcegak cukup mudah karena jalanannya sudah teraspal mulus. Motor maupun mobil bisa masuk sampai ke pelataran parkir tanpa kendala. Dari pusat kota Purbalingga, waktu tempuhnya cuma sekitar 15 sampai 20 menit.
Dari arah alun-alun, rute terbaik adalah mengambil arah Jalan Raya Kutasari-Tobong lalu lanjut menuju Desa Karangcegak. Petunjuk arah ke lokasi pemandian sudah terpasang di beberapa titik jalan desa.
Kalau naik angkutan umum, Kawan bisa memilih angkot jurusan Kutasari dari terminal kota lalu menyambung naik ojek lokal.
Jam Operasional dan Harga Tiket
Situ Tirta Marta buka setiap hari dari pukul 08.00 pagi sampai 17.00 sore. Datang di pagi hari saat hari kerja sangat disarankan kalau Kawan ingin berenang dengan suasana yang tenang sebelum kolam dipadati pengunjung lain.
Harga tiket masuk tempat ini sangat ramah di kantong, yaitu Rp3.000 pada hari biasa dan Rp7.000 saat akhir pekan. Tarif parkirnya Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil. Kalau berminat coba sesi foto bawah air, pengelola memasang tarif Rp100.000 untuk gaya biasa dan Rp150.000 per jam kalau memakai paket properti lengkap.
Liburan ke Situ Tirta Marta bisa jadi pilihan pas buat Kawan yang mau menyegarkan badan di tengah alam. Lokasinya dekat dari kota dan fasilitasnya memadai untuk agenda bersantai bersama kawan atau keluarga.
Kalau sedang berada di Kabupaten Purbalingga, sempatkan mampir ke Desa Karangcegak di Kecamatan Kutasari. Datanglah lebih awal, siapkan pakaian ganti, dan nikmati langsung kesegaran mata air alami di kaki Gunung Slamet ini ya!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


