lawan bullying dan kecanduan gadget mahasiswa kknt inovasi ipb university turun ke sd di desa bojong - News | Good News From Indonesia 2026

Lawan Bullying dan Kecanduan Gadget, Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University Turun ke SD di Desa Bojong

Lawan Bullying dan Kecanduan Gadget, Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University Turun ke SD di Desa Bojong
images info

Kawan GNFI, mahasiswa KKNT Inovasi IPB University ajak anak SD Bojong berani lawan bullying dan bijak pakai HP, hasilnya pemahaman siswa naik.


Di tengah gempuran isu perundungan dan kecanduan gadget yang kian akrab dengan keseharian anak-anak, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam program KKNT Inovasi IPB University memilih turun langsung ke ruang kelas.

Selama dua hari berturut-turut, mereka mengajak siswa sekolah dasar di Desa Bojong belajar dua hal yang sangat dekat dengan dunia mereka: berani berkata tidak pada bullying, dan bijak menggunakan handphone.

Dari Kelas ke Kelas, Menanamkan Nilai Sejak Dini

Kegiatan pertama digelar di SD Negeri 1 Bojong pada 15 Juli 2026, disusul SD Negeri 3 Bojong sehari setelahnya. Di kedua sekolah, mahasiswa KKNT Inovasi IPB University membawakan materi yang sama: edukasi anti-bullying bertajuk "Berani Berkata Tidak pada Bullying", serta edukasi "Penggunaan Handphone yang Bijak". Total sekitar 40 siswa dari dua sekolah antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Program ini digagas bukan tanpa alasan. Kasus perundungan di lingkungan sekolah dinilai masih kerap terjadi, sementara kesadaran untuk mencegahnya justru perlu ditanamkan sedini mungkin termasuk sejak bangku sekolah dasar agar anak-anak bisa tumbuh dalam lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Apresiasi Kepada Siswa SD 01 Bojong 
info gambar

Apresiasi Kepada Siswa SD 01 Bojong 


Mengenali Empat Wajah Bullying

Sebelum masuk ke materi inti, siswa terlebih dulu mengerjakan pre-test untuk mengukur sejauh mana pemahaman awal mereka soal bullying. Dari situ, tim KKNT Inovasi IPB University mengajak siswa mengenali empat jenis bullying yang paling sering terjadi di lingkungan sekolah:

  1. Bullying fisik: memukul, mendorong, menendang, atau merusak barang milik teman
  2. Bullying verbal: ejekan, hinaan, ancaman, atau julukan buruk
  3. Bullying sosial: mempermalukan teman di depan umum, menyebar gosip, atau mengucilkan seseorang
  4. Cyberbullying: menyebarkan foto tanpa izin atau mengirim komentar kasar lewat media sosial dan grup chat

Anak-anak juga diajak memahami dampak yang dirasakan korban bullying: rasa takut datang ke sekolah, menjadi pendiam, sulit berkonsentrasi, nilai pelajaran menurun, hingga kehilangan kepercayaan diri dan merasa kesepian. Materi ini turut menyinggung alasan di balik perilaku bullying, seperti ingin dianggap hebat atau sekadar ikut-ikutan, tapi ditegaskan bahwa apa pun alasannya, tindakan tersebut tetap tidak bisa dibenarkan.

baca juga

Sebagai bekal praktis, siswa diajarkan langkah menghadapi bullying: tetap tenang, berani berkata tegas, dan segera bercerita kepada guru atau orang tua. Siswa yang menjadi saksi pun didorong untuk tidak tinggal diam, bisa dengan menghibur korban, mengingatkan pelaku, atau melapor ke guru. Sesi ini ditutup dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman.

Bercerita bersama Siswa SD 03 Bojong tentang Kebiasaan di Rumah
info gambar

Bercerita bersama Siswa SD 03 Bojong tentang Kebiasaan di Rumah


Handphone di Tangan Anak: Berkah atau Jebakan?

Materi kedua dibuka dengan diskusi santai seputar kebiasaan anak-anak bermain handphone sehari-hari. Dari sana, mahasiswa KKNT Inovasi IPB University mengajak siswa melihat dua sisi mata uang: di satu sisi, handphone bisa jadi alat belajar, sarana berkabar dengan keluarga dan teman, sumber informasi, sekaligus wadah mengembangkan kreativitas. Di sisi lain, penggunaan berlebihan berisiko membuat anak susah tidur, mata lelah dan sakit, prestasi belajar menurun, hingga kurang bergaul dengan teman sebaya.

Untuk itu, siswa dibekali sejumlah cara menggunakan handphone secara bijak, seperti selalu meminta izin orang tua sebelum menggunakannya, memanfaatkannya untuk belajar, tidak sembarangan membagikan data pribadi, serta tidak menggunakannya secara berlebihan. Mereka juga diajak menyusun pembagian waktu harian yang lebih sehat, misalnya:

  • 6–7 jam untuk belajar di sekolah
  • 2–3 jam untuk belajar dan mengerjakan PR di rumah
  • 1–2 jam untuk bermain dan beraktivitas
  • 2–3 jam untuk waktu bersama keluarga
  • Maksimal 1 jam per hari untuk penggunaan handphone

Sama seperti sesi bullying, materi ini pun diawali pre-test dan diakhiri post-test.

Siswa SD 03 Bojong Antusias Mendengarkan Mahasiswa
info gambar

Siswa SD 03 Bojong Antusias Mendengarkan Mahasiswa


Hasil yang Menggembirakan

Evaluasi menunjukkan tren positif di kedua sekolah. Di SD Negeri 1 Bojong, rata-rata nilai materi anti-bullying naik dari 3,13 menjadi 3,24, sementara materi penggunaan handphone melonjak dari 4,28 menjadi 4,58. Di SD Negeri 3 Bojong, rata-rata nilai materi anti-bullying naik dari 2,05 menjadi 2,43, dan materi penggunaan handphone bijak meningkat dari 2,88 menjadi 3,06.

Kegiatan ini turut didukung media pembelajaran seperti bahan presentasi, banner, dan standing banner yang dirancang menarik agar mudah dicerna oleh siswa sekolah dasar.

baca juga

Harapan untuk Generasi Desa Bojong

Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, mahasiswa KKNT Inovasi IPB University berharap siswa SD di Desa Bojong dapat tumbuh menjadi generasi yang saling menghargai satu sama lain, sekaligus cakap dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi. Dengan begitu, potensi dampak negatif bullying maupun penyalahgunaan gadget bisa diminimalkan sejak usia dini, satu langkah kecil dari desa, untuk masa depan anak-anak Indonesia yang lebih baik.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FC
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.