cerita berkawan gnfi dari stasiun kereta api medan - News | Good News From Indonesia 2026

Cerita BerKawan GNFI dari Stasiun Kereta Api Medan

Cerita BerKawan GNFI dari Stasiun Kereta Api Medan
images info

Stasiun Medan I Dokumentasi Pribadi


Perkenalkan, nama saya Diaz Pramudya. Saat ini saya adalah mahasiswa yang sedang menjalani masa libur sebelum semester 3. Di waktu libur ini saya mengikuti kegiatan dari GNFI (Good News From Indonesia) yang ada di Kota Medan, yaitu Stories Behind the Station: Menyusuri jejak Stasiun Kereta Api Medan.

Saat hari yang telah ditentukan tiba, saya datang ke Stasiun Medan dan bertemu dengan Kawan GNFI yang lain. Selagi menunggu acara dimulai, saya mulai menyapa beberapa dari mereka dan saling berkenalan satu sama lain, sembari menikmati konsumsi yang diberikan.

Ketika kegiatan sudah dimulai, Kawan GNFI berkumpul di salah satu ruangan rapat yang ada di Stasiun tersebut, bersama tim Divre 1 Railfans dan pihak KAI. Mungkin sebuah kebetulan yang tidak disengaja, hari ini, 25 Juni 2026 bertepatan dengan 140 Tahun pertama kali dibuka Stasiun Medan oleh Perusahaan Belanda Deli Spoorweg Maatschappij (DSM). Artinya, Stasiun Medan mulai beroperasi sejak tahun 1886.

Di sini, kami dijelaskan sejarah tentang rute perjalanan Kereta Api Medan dari masa Hindia Belanda sampai saat ini. Rute pertama yang dibuka adalah Medan–Labuhan (Belawan) yang dulu digunakan untuk mengangkut hasil pertanian dari Tanah Deli ke Labuhan. Rute ini kemudian diperpanjang sampai ke Pelabuhan Belawan. Lalu, pada 1 Mei 1887, rute Medan–Tembilang Langkat (Binjai) dioperasikan, dan masih banyak lagi.

baca juga

Pada 25 juli 2013, Medan memiliki jalur kereta api ke Bandara Kualanamu. Hal ini dilakukan berbarengan dengan pembukaan dan peresmian Bandara Internasional Kualanamu, sekaligus menjadikan KA Bandara Kualanamu sebagai kereta api bandara pertama yang beroperasi di Indonesia.

Menariknya, baru-baru ini KAI juga membuka rute Medan–Lubuk Pakam yang mulai beroperasi pada tanggal 1 Juli 2026. Semua tiket kereta dapat dibeli di Mesin Tiket, Aplikasi KAI Access, dan aplikasi penyedia travel.

Pihak stasiun memperkenalkan Rail Transit Hotel Medan, hotel di atas Stasiun Medan yang dikelola KAI Wisata. Tak ayal, terkadang suara sirine kereta terdengar hingga kamar. Pilihan jam menginap di hotel ini juga sangat fleksibel, dari 4 jam, 8 jam, 12 jam, hingga 24 jam.

Selanjutnya, kami diajak ke stasiun yang berada di Jl Jawa dan dikelola KAI Bandara, menjadi stasiun pertama di Indonesia yang menghubungkan kota ke bandara.

Stasiun Medan juga menyediakan Layanan Barang Hilang atau Lost and Found bagi penumpang yang kehilangan barang. Dengan menunjukkan tiket kereta dan mendeskripsikan barang apa yang hilang, penumpang dapat langsung mengambil barang tersebut tanpa banyak drama.

Setelah itu, saya bersama Kawan GNFI, Divre 1 Railfans, dan pihak KAI berjalan kaki ke Depo Lokomotif Medan. Di sana, kami semua wajib menggunakan rompi safety dan safety helmet untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi, misalnya kejatuhan benda dari atas.

Di sana, ada berberapa jenis kereta api yang sedang diparkir dan sedang dilalukan perawatan untuk beroperasi, salah satunya Kereta Srilelawangsa.

Memang setelah dioperasikan, kereta wajib dicek di Depo Lokomotif untuk diisi bahan bakar, dibersihkan, dan pengecekan untuk mencegah kerusakan agar kereta api tersebut siap digunakan lagi.

Pemeliharaan kereta api dilakukan secara rutin, mulai dari yang perawatan setiap hari, sebulan sekali, dan setahun sekali. Namun, ada juga kereta yang dilakukan perawatannya setiap enam bulan sekali.

baca juga

Untuk saat ini, KAI mendukung program pemerintah dengan menggunakan Bahan Bakar Minyak B50, yaitu campuran minyak sawit dengan solar dari minyak bumi atau disebut juga Biodiesel.

Setelah itu, kami dibagi menjadi dua kelompok untuk melihat kereta lebih dekat. Saya dan kelompok saya masuk ke ruangan masinis bersama pemandu. Di sini, kami dijelaskan bagaimana cara masinis menjalankan kereta beserta fiturnya.

Dari kejauhan, tampak sembuah kereta yang mewah terparkir. Namanya adalah Kereta Api Inspeksi atau KIAS. Namun, orang lebih sering menyebutnya "Kereta Api Pejabat." Kereta ini dilengkapi dengan TV, sofa empuk, meja rapat, kamar mandi premium dan sebagainya.

Sesi terakhir ditutup dengan berbagai pengalaman dengan masinis di sana, dari yang horor hingga yang heroik.

Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini dan ini adalah pengalam pertama saya mengikuti Berkawan bersama Kawan GNFI di Sumatera Utara.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DP
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.