Sampah plastik merupakan salah satu persoalan lingkungan yang masih banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaannya yang mudah ditemukan membuat diperlukan adanya kesadaran untuk mengurangi sekaligus memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui berbagai cara sederhana, salah satunya dengan mengolah sampah menjadi barang yang dapat digunakan kembali. Hal inilah yang diperkenalkan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan (HIMITEKA) IPB University melalui kegiatan Workshop Kerajinan Tangan bersama remaja Desa Kronjo.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMITEKA IPB University tersebut dilaksanakan pada Minggu (09/08) di Balai Penyuluhan Perikanan, Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten. Sebanyak 11 remaja Desa Kronjo mengikuti kegiatan dengan antusias.
Workshop ini dirancang sebagai ruang belajar yang tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan sampah plastik, tetapi juga mengajak peserta untuk terlibat langsung dalam proses pengolahannya.
Berbeda dengan kegiatan edukasi yang hanya disampaikan melalui materi, workshop ini mengutamakan pengalaman belajar melalui praktik. Peserta diajak melihat secara langsung bagaimana benda yang sering kali dianggap sebagai sampah dapat diubah menjadi produk sederhana yang menarik. Dalam kegiatan tersebut, tutup botol plastik dimanfaatkan sebagai bahan utama untuk membuat gantungan kunci.
Pemilihan tutup botol sebagai bahan kerajinan bukan tanpa alasan. Benda tersebut merupakan salah satu jenis sampah plastik yang cukup mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Dengan memanfaatkannya kembali, peserta dapat memahami bahwa tidak semua barang bekas harus langsung dibuang. Barang yang sudah tidak digunakan dapat memiliki fungsi baru apabila diolah dengan kreativitas dan cara yang tepat.
Kegiatan dimulai dengan pengenalan mengenai sampah plastik serta pentingnya melakukan pemanfaatan kembali terhadap barang yang masih dapat digunakan. Tim PPK Ormawa HIMITEKA IPB University kemudian memperkenalkan konsep reuse dan recycle sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah. Penyampaian materi dilakukan secara sederhana agar mudah dipahami dan dapat dikaitkan dengan kondisi yang dijumpai peserta dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah mendapatkan pengenalan materi, peserta diarahkan untuk mengikuti demonstrasi pembuatan gantungan kunci. Tim menunjukkan tahapan pembuatan mulai dari mempersiapkan bahan, membersihkan tutup botol, merangkai bagian-bagian yang diperlukan, hingga memberikan sentuhan akhir pada hasil kerajinan. Peserta kemudian mencoba membuat gantungan kunci mereka masing-masing dengan didampingi oleh Tim PPK Ormawa HIMITEKA IPB University.
Suasana kegiatan menjadi semakin menarik ketika peserta mulai mengembangkan ide masing-masing. Mereka diberikan kesempatan untuk menentukan bentuk dan hiasan sesuai dengan kreativitas. Perbedaan hasil karya menunjukkan bahwa satu jenis bahan yang sama dapat menghasilkan produk yang beragam ketika diolah dengan ide dan kreativitas yang berbeda.
Antusiasme peserta juga terlihat dari keaktifan mereka selama proses berlangsung. Peserta tidak hanya mengikuti tahapan yang diberikan, tetapi juga aktif bertanya ketika mengalami kesulitan dan berdiskusi selama pengerjaan. Interaksi antara peserta dan tim pendamping membuat kegiatan berlangsung secara komunikatif dan tidak kaku. Dengan pendekatan tersebut, peserta dapat belajar sekaligus menikmati proses membuat kerajinan bersama.
Lebih dari sekadar menghasilkan gantungan kunci, kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak usia muda. Peserta diajak untuk melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda. Tutup botol yang sebelumnya mungkin hanya dianggap sebagai benda tidak berguna dapat menjadi bahan kerajinan apabila dimanfaatkan dengan kreatif.
Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama workshop diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Peserta dapat mencoba kembali membuat kerajinan menggunakan bahan bekas lainnya yang tersedia di lingkungan sekitar. Mereka juga dapat membagikan pengalaman tersebut kepada keluarga maupun teman, sehingga kebiasaan memanfaatkan kembali barang bekas dapat berkembang lebih luas di lingkungan masyarakat.
Antusiasme peserta juga terlihat dari keaktifan mereka selama proses berlangsung. Peserta tidak hanya mengikuti tahapan yang diberikan, tetapi juga aktif bertanya ketika mengalami kesulitan dan berdiskusi selama pengerjaan. Interaksi antara peserta dan tim pendamping membuat kegiatan berlangsung secara komunikatif dan tidak kaku. Dengan pendekatan tersebut, peserta dapat belajar sekaligus menikmati proses membuat kerajinan bersama.
Lebih dari sekadar menghasilkan gantungan kunci, kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak usia muda. Peserta diajak untuk melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda. Tutup botol yang sebelumnya mungkin hanya dianggap sebagai benda tidak berguna dapat menjadi bahan kerajinan apabila dimanfaatkan dengan kreatif.
Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama workshop diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Peserta dapat mencoba kembali membuat kerajinan menggunakan bahan bekas lainnya yang tersedia di lingkungan sekitar. Mereka juga dapat membagikan pengalaman tersebut kepada keluarga maupun teman, sehingga kebiasaan memanfaatkan kembali barang bekas dapat berkembang lebih luas di lingkungan masyarakat.
Dari sebuah tutup botol yang sederhana, peserta belajar bahwa kreativitas dapat memberikan nilai baru pada sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak berguna. Pesan tersebut menjadi salah satu hal penting yang ingin dibawa melalui kegiatan ini, yaitu bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Melalui kegiatan Workshop Kerajinan Tangan, PPK Ormawa HIMITEKA IPB University berharap semakin banyak generasi muda Desa Kronjo yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus keberanian untuk berkreasi. Dengan memadukan edukasi, praktik, dan kreativitas, kegiatan ini menjadi langkah sederhana untuk mendorong kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bijak serta membangun lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


