Pada 8 Juli 2026, telah tiba tim KKN dari IPB yang menjalani masa KKNT 2026 di Desa Biru, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Tim yang berisikan 8 orang yang terdiri dari 5 perempuan dan 3 laki-laki yang berasal dari departeme yang berbeda (lintas jurusan).
Desa Biru merupakan sebuah desa yang terletak di Provinsi Jawa Barat, dengan luas desa yang cukup luas dan berada di ujung perbatasan antara Kecamatan Majalaya dengan Kecamatan Ciparay. Desa Biru sendiri termasuk dalam kecamatan Majalaya dengan keunggulan di bidang tekstil.
Keadaan Desa yang Berbeda dari Informasi di Internet
Pada awal kedatangan di Desa Biru, mereka mendapat informasi yang terbatas dari internet tentang potensi yang ada di Desa Biru. Kawan GNFI mungkin saja berpikir bahwa apa yang ada di internet tentang Desa Biru itu sepenuhnya fakta. Namun, saat berkeliling desa dan menanyakan potensi maupun kondisi ekonomi secara real time kepada penduduk.
Pasti akan terkejut dengan kenyataan yang terjadi. Bahkan informasi dari pemerintah desa, memperjelas keadaan yang dihadapi penduduk Desa Biru, yaitu beberapa pabrik mengalami gulung tikar saat menghadapi pandemic Covid–19.
Hal tersebut membuat penduduk Desa Biru terkena PHK dan penurunan jam kerja yang berimbas terhadap penurunan pendapatan mereka. Namun, ilmu yang didapatkan oleh mantan pekerja pabrik dapat dimanfaatkan sehingga adanya UMKM penjualan legging merupakan ilmu dari tempat kerja mereka yang lama.
Pengetahuan Menjadi Dasar Sebuah Perubahan yang Lebih Baik
Sebuah kebetulan dengan pengetahuan yang didapatkan ketika berkuliah di IPB secara tidak langsung memberikan refrensi program kerja saat KKN berlangsung. Saat awalnya hanya mencoba membuat peta secara tidak sengaja, kemudian terciptalah program “Penyusunan Peta Potensi Desa Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG).”
Hasil yang didapatkan dari mengelilingi desa dan mengunjungi beberapa rumah yang berpotensi adalah kehadiran dari UMKM yang jumlahnya cukup besar, sekitar 12 UMKM dengan jenis komoditas makanan dan minuman belum ditambah UMKM dengan jenis kerajinan tangan dari limbah. Tidak hanya itu luas wilayah sawah terlihat dari peta yang dibuat membuat potensi desa menjadi sebuah desa dengan ketahanan pangan.

Peta Potensi Desa dan UMKM Desa Biru
Manfaat Peta Potensi yang Dirasakan oleh Penduduk Desa Biru
Peta potensi desa dapat memberikan bantuan kepada pemerintah desa ketika ada kunjungan dari pemerintah pusat maupun daerah dalam menentukan program yang diprioritaskan. Dari peta tersebut tidak hanya mencantum UMKM, tetapi ada juga batas daerah lain sehingga mempermudah ketika melihat kondisi desa secara khusus.
Peta tersebut menampilkan jalan yang dilalui dengan jelas, sehingga ketika ada jalan rusak dan memerlukan dana dari daerah dan pusat khusus jalan kabupaten atau provinsi dapat diinformasikan dengan jelas dan tepat. Tidak sampai itu saja, peta tersebut menampilkan bentuk persawahan dan luas sawah secara umum yang bisa mempermudah pemerintah daerah dalam mendata potensi produksi beras oleh Desa Biru.
Penambahan beberapa foto, legenda dan penggunaan warna yang jelas memudahkan orang awam membaca peta tersebut. Pewarnaan yang pas memberikan nilai estetika yang baik dan indah untuk dipandang.
Penggambaran peta yang sesuai menjadi salah satu cara menyampaikan informasi maupun edukasi bagi orang yang melihat dan membaca peta tersebut. Belajar dari pengalaman bahwa keadaan bisa berubah oleh sesuatu hal dan waktu.
Tim KKN juga melatih beberapa perangkat desa agar bisa membuat peta mengikuti keadaan sebenarnya, bahkan ketika masa KKN telah usai dan mereka pulang. Program ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat lingkungan sekitar.
Setiap RW Memiliki Potensi Ekonomi yang Beragam dan Inovatif
Kawan GNFI bisa melihat peta di atas dan dapat dengan mudah melihat potensi dari Desa Biru. Jika dilihat dengan lebih jelas dan secara rinci, terdapat luas yang berbeda dari arah selatan desa. Luas tersebut dihitung bukan hanya dari luas bangunan saja tetapi juga luas sawah. Sehingga potensi produksi beras berada di daerah selatan selatan Desa Biru.
Namun wilayah yang kecil belum tentu tidak memiliki potensi di dalamnya, melainkan muncul banyak UMKM di wilayah RW yang luasnya cukup atau pas. Dengan wilayah yang tidak luas dan padat penduduk, memberikan sebuah kesempatan untuk terbelinya produk UMKM yang lebih cepat.
Keberadaan peta potensi penting dalam membuat sebuah laporan dan petunjuk untuk perangkat desa dalam mengembangkan desa. Tidak hanya itu, dengan adanya peta potensi desa dan UMKM dapat menunjukkan keadaan ekonomi penduduk Desa Biru. Tentunya hal ini akan memudahkan perangkat desa maupun daerah dalam mendata kondisi ekonomi masyarakat. Oleh Sebab itu, pembuatan peta potensi desa masih relevan dan dibutuhkan oleh setiap desa.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


