Tepat di kawasan "leher burung" Papua, Kampung Werianggi di Teluk Wondama menyimpan potensi kebudayaan dan alam yang melimpah.
Meski harus menempuh enam jam perjalanan laut dari Manokwari yang dilanjutkan melintasi jalur darat berbatu, kampung transmigrasi ini memiliki semangat besar untuk terus berkembang dan terbuka berkolaborasi dengan pihak luar.
Semangat inilah yang mempertemukan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia dengan masyarakat Kampung Werianggi.
Kehadiran Tim Patriot bukan sekadar untuk mengamati dinamika budaya dari luar, melainkan berjalan berdampingan bersama warga lokal untuk menggali, merawat, dan mengembangkan potensi kebudayaan sekaligus memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.
Ekspedisi Patriot merupakan program nasional di bawah Kementerian Transmigrasi yang bekerja sama dengan sepuluh perguruan tinggi di Indonesia. Program ini dirancang untuk tidak berhenti pada evaluasi kawasan, melainkan turun tangan langsung memberikan dampak nyata.
Di Kampung Werianggi, Teluk Wondama, misi besar ini diterjemahkan salah satunya melalui kerja sama dengan para aktor lokal untuk mengembangkan community-based cultural tourism.
Di bawah kepemimpinan Dr. Rias Antho Rahmi Suharjo, S.S., S.Pd., M.A., CertDA, dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI (DPIS UI), Tim Ekspedisi Patriot UI yang beranggotakan Devita Putri Hanjari, S.Hum., Maharani Arfila, S.Hum., Sausan Fajar Alamislami, S.Sos., Pendiron Indra Enumbi, S.Pol., dan Arya Agung Siregar, S.Ag., hadir dengan fokus utama pada Pengembangan Rumah Budaya Papua sebagai Pusat Aktualisasi Kebudayaan, Pelestarian Kearifan Lokal, dan Ekosistem Pariwisata Berkelanjutan.

Upacara penyambutan dan pengalungan oleh perwakilan dari persekutuan tiga marga KUWETA, yang dipimpin oleh Yohanis Godlief Kurube (Ketua Dewan Adat) | Dokumentasi Pribadi
Kehangatan sambutan masyarakat Kampung Werianggi sudah terasa sejak detik pertama Tim Patriot menginjakkan kaki di tanah Werianggi. Perjalanan Tim Patriot menuju Kampung Werianggi berakhir pada Senin (3/8/2026) pukul 20.00 WIT.
Kedatangan tim disambut langsung oleh perwakilan dari tiga marga utama yang mendiami Kampung Werianggi. Prosesi penyambutan dipimpin oleh Yohanis Godlief Kurube, selaku Ketua Dewan Adat Masyarakat Kampung Werianggi.
Sebagai simbol penerimaan, perwakilan dari Tim Patriot UI menerima cincin kalung yang dirangkai dari tiga pohon adat yang melambangkan masing-masing marga di Kampung Werianggi.
“Sambutan masyarakat yang ramah dan hangat membuat kami semakin bersemangat untuk mengabdikan diri, berkolaborasi, serta bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk memajukan bidang tradisi dan budaya, serta SDM di Werianggi,” ungkap Ketua Tim Patriot UI, Dr. Rias Antho Rahmi Suharjo.
Sambutan ini berlanjut pada Selasa (4/8/2026) pukul 16.00 WIT melalui dialog terbuka di Balai Kampung Werianggi.
Tim Patriot mendapat kesempatan untuk memperkenalkan diri serta mengobrol langsung dengan para tokoh lokal, mulai dari Dewan Adat Masyarakat Marga Kuweta (Kurube, Werianggi, Tatiorim), Ketua UPT, Penasehat Masyarakat, Ketua Koperasi Merah Putih, dan jajaran tokoh kampung lainnya. Kesempatan tersebut digunakan untuk menyerap aspirasi warga terkait agenda Patriot 2026.

Perwakilan lembaga adat dan lembaga pemerintah Kampung Werianggi | Dokumentasi Pribadi
Dukungan semakin kuat saat Kampung Werianggi kedatangan Bupati Teluk Wondama, Elisa Auri, S.E., M.M. beserta perwakilan DPR RI Papua Barat, Cheroline Chrisye Makalew, S.P. pada Jumat (7/8/2026).
Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan wakil rakyat tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus sinyal positif atas inisiatif yang dibawa oleh Tim Patriot UI di kawasan transmigrasi ini.
Sambutan dan penerimaan dari masyarakat serta dukungan dari pemerintah daerah menjadi modal awal yang sangat berharga bagi Tim Patriot, khusunya di wilayah Werianggi.
Melalui kolaborasi lintas sektor, upaya untuk menghidupkan kembali potensi kebudayaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Werianggi bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang optimistis dan berkelanjutan untuk diwujudkan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


