masjid agung tasikmalaya masjid dengan gaya neoklasik yang berdiri sejak 1888 - News | Good News From Indonesia 2026

Masjid Agung Tasikmalaya, Masjid dengan Gaya Neoklasik yang Berdiri Sejak 1888

Masjid Agung Tasikmalaya, Masjid dengan Gaya Neoklasik yang Berdiri Sejak 1888
images info

Dok. Asep (Google Maps)


 

Di persimpangan jalur utama Kota Tasikmalaya, berdiri kokoh bangunan Masjid Agung Tasikmalaya di atas lahan seluas 7.215 meter persegi.

Berlokasi di Jalan Mesjid Agung Nomor 01, Kelurahan Yudanagara, Kecamatan Tawang, rumah ibadah ini berjarak sekitar 1 kilometer dari Stasiun Tasikmalaya. Kehadiran aksen atap kerucut berwarna kuning emas dan empat menara yang menjulang tinggi menjadikan kawasan ini penanda pusat kota sekaligus tempat ibadah utama warga.

Tampilan luar masjid menampilkan perpaduan gaya neoklasik yang memadukan unsur arsitektur Sunda, Jawa, dan Eropa. Kawan bisa melihat lanskap pelataran masjid yang teratur serta area taman rindang sehingga suasana di sekitar area ibadah terasa sejuk.

 

Sekilas Mengenai Masjid Agung Tasikmalaya

Pembangunan masjid ini diinisiasi oleh Bupati Sumedang Raden Tumenggung Aria Surya Atmadja pada tahun 1886 dan selesai pada tahun 1888. Setelah rampung, pengelolaan masjid diserahkan kepada Patih Tasikmalaya Patih Demang Sukma Amijaya dan dipimpin oleh Raden Haji Abu Bakar.

Perjalanan sejarah rumah ibadah ini mencatat beberapa kali tahap renovasi besar, yaitu pada tahun 1923, 1973, 1982, dan 2000. Kerusakan berat akibat guncangan gempa bumi pada tahun 1977 bahkan membuat bangunan lama diruntuhkan total sehingga dilakukan pembangunan ulang untuk memperkokoh struktur tempat ibadah ini.

 

Daya Tarik Utama Masjid Agung Tasikmalaya

Daya tarik utama Masjid Agung Tasikmalaya terletak pada detail arsitekturnya yang sarat makna. Bagian atap masjid memiliki lima struktur berbentuk kerucut yang melambangkan lima waktu salat dan lima rukun Islam. Kehadiran empat menara setinggi 33 meter merepresentasikan jumlah zikir tasbih, tahmid, dan takbir, sekaligus melambangkan empat pilar ilmu yaitu bahasa Arab, syariat, sejarah, dan hikmah.

Fasilitas pendukung di kawasan masjid tergolong lengkap untuk menunjang kenyamanan warga maupun peziarah. Pengelola menyediakan ruang ibadah utama berkapasitas ribuan jemaah, tempat wudhu yang memadai, sekretariat DKM, area penitipan alas kaki, serta pelataran parkir yang luas.

Di area taman masjid, terdapat sebuah pendopo yang menyimpan beduk berukuran raksasa. Beduk tersebut tercatat pernah meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai beduk terbesar di Indonesia.

 

Akses Menuju Masjid Agung Tasikmalaya

Lokasi tempat ibadah ini sangat mudah dijangkau karena berada di titik temu Jalan K.H.Z. Mustofa, Jalan Dr. Soekarjo, Jalan Yudanegara, dan Jalan Otto Iskandar Dinata. Kendaraan pribadi maupun angkutan umum dapat melintas langsung di depan gerbang utama masjid.

Perjalanan dari Stasiun Tasikmalaya hanya memakan waktu sekitar 3 menit berkendara. Jika Kawan datang dari arah Terminal Pancasila, jarak tempuhnya sekitar 1,5 kilometer, sedangkan dari arah Terminal Bus Karangnunggal berjarak sekitar 3,6 kilometer atau sekitar 10 menit waktu tempuh.

 

Jam Operasional

Masjid Agung Tasikmalaya terbuka untuk umum selama 24 jam setiap hari dari Senin sampai Minggu. Waktu pelaksanaan salat fardu, terutama saat salat Zuhur atau Magrib, menjadi momen paling pas untuk merasakan suasana ibadah yang tenang di ruang utama masjid.

Masyarakat maupun wisatawan dapat memasuki area masjid tanpa dipungut biaya retribusi. Kawan cukup menjaga kerapian pakaian, menjaga kebersihan area taman, serta mematuhi tata tertib rumah ibadah selama berada di lingkungan masjid.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.