hari maritim nasional mengingat kembali identitas indonesia sebagai negara kepulauan - News | Good News From Indonesia 2026

Hari Maritim Nasional, Mengingat Kembali Identitas Indonesia sebagai Negara Kepulauan

Hari Maritim Nasional, Mengingat Kembali Identitas Indonesia sebagai Negara Kepulauan
images info

Foto oleh Denissa Devy di Unsplash


Setiap 21 Agustus, Hari Maritim Nasional kembali menjadi momentum untuk mengingat posisi laut dalam perjalanan Indonesia sebagai negara kepulauan.

Bukan hanya membentang luas di antara ribuan pulau, laut juga menjadi ruang hidup bagi masyarakat, jalur perdagangan, sumber pangan, hingga bagian penting dari pertahanan dan kedaulatan negara.

Namun, ada sedikit catatan mengenai tanggal peringatannya. Sejumlah agenda pemerintah mencantumkan 21 Agustus sebagai Hari Maritim Nasional. Bahkan, agenda salah satu unit kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2026 turut mencatat tanggal tersebut.

Di sisi lain, KKP dalam berbagai peringatannya secara konsisten menggunakan 23 September sebagai Hari Maritim Nasional. Pada 2024 dan 2025, misalnya, KKP memperingatinya pada 23 September.

Terlepas dari perbedaan tanggal yang beredar, substansi peringatannya tetap relevan: mengingat kembali betapa pentingnya laut bagi Indonesia.

baca juga

Laut yang Menyatukan Ribuan Pulau

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah laut sangat luas. Kondisi geografis tersebut membuat laut tidak semestinya dipandang sebagai pemisah antarpulau, melainkan sebagai penghubung yang menyatukan berbagai wilayah dan masyarakat.

Posisi Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudra juga menjadikan wilayah maritim memiliki nilai strategis.

Bappenas pada 2026 menegaskan bahwa laut Indonesia mencakup sekitar dua pertiga wilayah negara dan menyimpan berbagai potensi ekonomi, mulai dari perikanan hingga energi baru dan terbarukan. Posisi geografis tersebut sekaligus membuat penguatan sektor maritim berkaitan erat dengan kedaulatan dan keamanan nasional.

Sejarah Nusantara pun tidak dapat dilepaskan dari laut. Berbagai kerajaan besar di masa lalu berkembang melalui aktivitas perdagangan dan kemampuan mengelola ruang maritim.

Jejak tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya dibangun dari daratan, tetapi juga dari kemampuan memanfaatkan dan menjaga laut.

Potensi Ekonomi yang Besar

Laut memberikan sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat Indonesia. Perikanan tangkap, budidaya, transportasi laut, pelabuhan, industri kelautan, hingga pariwisata bahari menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang bergantung pada sumber daya dan ruang laut.

Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mencatat beragam potensi ekonomi maritim Indonesia, termasuk perikanan, transportasi laut, wisata bahari, bioteknologi, serta sumber daya pesisir.

Potensi tersebut menunjukkan bahwa ekonomi kelautan tidak hanya berbicara tentang ikan, tetapi mencakup rantai industri yang jauh lebih luas.

Karena itu, pengembangan sektor maritim perlu dilakukan dengan pendekatan yang berkelanjutan. Kekayaan laut yang besar tidak akan berarti apabila pemanfaatannya justru merusak ekosistem dan mengurangi sumber penghidupan masyarakat pesisir.

baca juga

Menjaga Laut, Menjaga Masa Depan

Tantangan kemaritiman Indonesia juga semakin kompleks. Sampah laut, kerusakan ekosistem pesisir, penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan, perubahan iklim, hingga persoalan keamanan wilayah menjadi pekerjaan yang membutuhkan perhatian bersama.

Badan Pusat Statistik melalui Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2025, menempatkan ekonomi biru, adaptasi perubahan iklim, dan pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan sebagai bagian penting dalam pembangunan. Artinya, pemanfaatan laut perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlanjutannya.

Peringatan Hari Maritim Nasional pada akhirnya bukan sekadar momentum untuk mengingat luasnya wilayah laut Indonesia. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia juga berada di laut.

Menjaga laut berarti menjaga sumber pangan, ekonomi masyarakat pesisir, keanekaragaman hayati, jalur perdagangan, sekaligus kedaulatan negara. Dengan pengelolaan yang tepat, laut yang menjadi kekayaan alam sekaligus juga fondasi bagi kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang.

Di tengah cita-cita menuju Indonesia Emas 2045, sudah saatnya identitas sebagai bangsa maritim tidak berhenti sebagai slogan. Laut perlu dipandang sebagai bagian penting dari pembangunan nasional, dimanfaatkan secara bijak, dijaga kelestariannya, dan dikelola untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AF
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.