teng bukuk permainan tradisional dari bengkulu yang mirip dengan ular naga - News | Good News From Indonesia 2026

Teng Bukuk, Permainan Tradisional dari Bengkulu yang Mirip dengan Ular Naga

Teng Bukuk, Permainan Tradisional dari Bengkulu yang Mirip dengan Ular Naga
images info

Teng Bukuk, Permainan Tradisional dari Bengkulu yang Mirip dengan Ular Naga | Wikimedia Commons/K.tika


Teng bukuk adalah salah satu permainan tradisional yang berasal dari daerah Bengkulu. Permainan tradisional ini dulunya menjadi salah satu alternatif pilihan hiburan bagi anak-anak di sela waktu luang.

Apalagi permainan teng buku mesti dimainkan oleh banyak pemainnya. Oleh sebab itu, permainan tradisional tersebut bisa menjadi sarana interaksi dari setiap anak dengan sesamanya.

Meskipun sudah mulai jarang dimainkan saat ini, permainan teng bukuk masih bisa terus diwariskan untuk generasi yang akan datang. Salah satu cara merawat ingatan terkait permainan tradisional ini adalah dengan membagikan informasi terkait permainan tradisional tersebut.

Bagaimana pembahasan lebih lanjut seputar permainan tradisional yang satu ini? Simak ulasan lengkap terkait permainan teng bukuk dalam artikel berikut.

baca juga

Mengenal Permainan Tradisional Teng Bukuk

Dinukil dari buku Seno Undri Rahmadona yang berjudul Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya: Permainan Tradisional Anak Bengkulu, nama teng bukuk sendiri tidak memiliki arti dan makna khusus. Nama permainan ini diambil dari lirik lagu yang nyanyikan oleh para pemain dalam proses bermainnya.

Sekilas permainan ini mirip dengan ular naga yang bisa Kawan jumpai di beberapa daerah lainnya. Hanya saja, ada sedikit perbedaan di antara kedua permainan tradisional tersebut.

Perbedaan ini terletak pada lagu yang dinyanyikan oleh para pemain saat memainkan permainan tradisional tersebut. Baik teng bukuk maupun ular naga memiliki lagu khusus tersendiri yang berbeda antara satu sama lain.

Persiapan Sebelum Bermain

Tidak banyak persiapan yang perlu dilakukan jika ingin bermain teng bukuk. Setiap pemain hanya perlu berkumpul dan memainkan permainan ini bersama.

Dibutuhkan minimal enam orang anak agar permainan teng buku bisa terlaksana. Tidak ada batasan maksimal jumlah pemain yang bisa ikut bermain.

Makin banyak pemain yang ikut bermain, maka akan makin seru pula proses bermain nantinya. Selain itu tidak ada batasan anak-anak yang bisa ikut bermain, baik itu laki-laki maupun perempuan.

Setelah semua pemain berkumpul, maka mereka mesti memastikan semua pemain hafal lagu yang dinyanyikan dalam proses bermain nantinya. Adapun lirik lagu yang dimainkan dalam permainan tradisional ini adalah, "Teng teng bukuk, selaret tiang, botu patah pening, petah peku, o nak blekang tangkap satu."

Terakhir, para pemain bisa menentukan area tempat bermain. Dibutuhkan area yang cukup luas untuk memainkan teng bukuk, seperti pekarangan rumah atau lapangan terbuka. Jika semua persiapan sudah tersedia, maka proses bermain teng bukuk bisa langsung dimulai.

baca juga

Cara Bermain Teng Buku

Pada awalnya, akan ada dua pemain yang dipilih untuk menjadi bulan dan bintang. Biasanya pemain yang menjadi bulan dan bintang memiliki postur yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang lainnya.

Setelah itu, kedua pemain ini kemudian berdiri berhadap-hadapan sambil berpegangan tangan antara satu sama lain. Pemain yang menjadi bulan dan bintang ini mengatur posisi layaknya menjadi sebuah gerbang.

Di sisi lain, para pemain lainnya bisa saling berdiri berurutan dan memegang pundak yang ada di depannya. Nantinya, rombongan pemain ini akan melewati gerbang tersebut sambil menyanyikan lagu teng bungkuk.

Begitu lagi berakhir, pemain yang menjadi bulan dan bintang akan menurunkan tangan mereka. Pemain yang terjebak kemudian akan ditanya ingin masuk ke kelompok bulan atau bintang.

Nantinya pemain tersebut akan berdiri di belakang pilihannya. Proses ini kemudian akan diteruskan hingga semua pemain habis dan mendapatkan kelompoknya.

Terakhir, para pemain bisa saling berpegangan tangan dengan kelompoknya. Pemain yang menjadi bulan dan bintang bertindak sebagai pemimpin kelompok kemudian berpegangan tangan antara satu sama lain dengan saling menarik.

Kelompok yang berhasil menjatuhkan lawannya dalam proses tarik menarik ini kemudian akan dinyatakan sebagai pemenang dalam permainan tradisional tersebut.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.