Memiliki impian untuk tinggal dan mendapatkan pengalaman di luar negeri sejak masa kuliah menjadi langkah awal bagi Vero, lulusan Agribisnis IPB University, untuk mengejar kesempatan berkarier secara internasional.
Melalui program Outgoing Global Talent (OGTA) AIESEC in IPB University, Vero berhasil menjalani pengalaman magang sebagai Marketing and Branding Intern di Infosys Limited, perusahaan teknologi informasi dan konsultasi yang berbasis di Bengaluru, India.
India bukan negara yang secara khusus telah ia rencanakan sejak awal. Namun, pengalaman yang dijalaninya justru menjadi perjalanan berharga. Vero merasakan bahwa masyarakat setempat ramah, komunikasi dalam bahasa Inggris membantu proses adaptasi, dan lingkungan perusahaan memberikan dukungan bagi pengembangan kariernya.
Selama menjalani magang di Infosys Limited, Vero terlibat dalam proyek Experiential Event. Ia bertanggung jawab merancang cetak biru strategi atau blueprint agar Leon, maskot baru Infosys, dapat berinteraksi dengan audiens melalui pengalaman yang menarik di berbagai acara perusahaan.
Proyek tersebut memiliki cakupan internasional, meliputi berbagai kawasan seperti Amerika Serikat, Eropa, Asia-Pasifik, serta wilayah EMEA (Europe, Middle East, and Africa). Vero terlibat sejak tahap riset dan pengembangan ide hingga penyusunan panduan implementasi.
Dalam prosesnya, ia juga mendapatkan masukan dari mentor yang membantu menyempurnakan strategi yang dirancang.
βPekerjaan yang aku lakukan benar-benar bergantung pada proyek yang sedang dijalankan. Untuk proyekku, aku mengembangkan strategi agar Leon bisa berinteraksi dengan audiens secara lebih berkesan di berbagai acara Infosys di seluruh dunia,β jelas Vero.
Pengalaman ini memberikan kesempatan baginya untuk menerapkan pengetahuan pemasaran dalam konteks profesional yang lebih luas.
Ia tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memahami bagaimana ide dan strategi dikembangkan untuk mendukung kebutuhan perusahaan dengan audiens yang beragam.
Sebelum mendaftar, Vero mempersiapkan CV, memastikan kualifikasinya sesuai dengan persyaratan seleksi, serta meninjau bidang yang diminatinya.
Meskipun latar belakang akademiknya adalah Agribisnis, ia memiliki ketertarikan pada bidang bisnis dan ekonomi serta pengalaman di bidang pemasaran yang relevan dengan posisi tersebut.
Menurut Vero, persiapan tidak berhenti pada kelengkapan dokumen. Calon peserta juga perlu melatih kemampuan wawancara dan mempersiapkan diri secara finansial maupun mental. Biaya perjalanan dan akomodasi, misalnya, perlu diperhitungkan sejak awal dengan menyediakan dana cadangan untuk menghadapi kebutuhan tak terduga.
βAku belajar bahwa kita tidak harus menunggu sampai merasa seratus persen siap. Yang penting, persiapkan apa yang bisa dipersiapkan, pastikan kualifikasimu sesuai, lalu beranikan diri untuk mencoba,β ungkapnya.
Selama program, Vero memperoleh sejumlah fasilitas pendukung dari perusahaan, antara lain uang saku, akomodasi di guesthouse, transportasi, paket internet, laptop kerja, serta berbagai merchandise. Ia juga mendapatkan kupon makanan dan kesempatan mengikuti kunjungan ke lokasi pelatihan di Mysore.
Salah satu tantangan yang dirasakan Vero adalah memahami aksen bahasa Inggris masyarakat India. Pada awalnya, perbedaan aksen membuat komunikasi terasa lebih sulit. Namun, ia menemukan bahwa meminta lawan bicara mengulangi perkataannya merupakan cara sederhana untuk mengatasi kendala tersebut.
βPengalaman ini sangat sepadan dengan usaha yang dikeluarkan. Aku mendapatkan pengalaman kerja nyata, mengembangkan keterampilan, bertemu teman-teman dari berbagai negara, dan belajar menjadi lebih mandiri serta terbuka terhadap perbedaan,β tutur Vero.
Melalui kisah Vero, AIESEC in IPB University mengajak mahasiswa dan lulusan muda untuk melihat peluang internasional sebagai ruang belajar sekaligus sarana pengembangan diri. Pengalaman global tidak selalu dimulai dengan kesiapan yang sempurna, tetapi dengan kemauan untuk mencoba, mempersiapkan diri, dan belajar sepanjang perjalanan.
Pesan Vero bagi mereka yang masih ragu adalah agar tidak terlalu lama terjebak dalam pertanyaan tentang kecukupan kemampuan atau kesiapan diri. Jika sebuah kesempatan sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai, ambillah langkah untuk mencobanya. Persiapkan hal-hal yang dapat dikendalikan, berikan usaha terbaik, dan biarkan pengalaman mengajarkan hal-hal yang belum diketahui.
Terkadang, kesempatan yang paling berharga justru datang dari hal-hal yang pada awalnya terasa berada di luar kemampuan kita.


