Bagi generasi yang tumbuh bersama lembaran-lembaran kertas majalah Rolling Stone Indonesia, menantikan edisi terbaru adalah ritual kecil yang begitu bermakna di masa lalu. Meskipun kini majalah tersebut telah tutup buku, kenangan akan rekomendasi musik dan ulasan budayanya masih melekat di ingatan para penikmat musik tanah air.
Melalui arsip 150 album Indonesia terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia, kita kembali diingatkan betapa kayanya warisan musikal bangsa yang menemani perjalanan lintas dekade. Tak main-main, beberapa musisi dan band mampu menempatkan album mereka di daftar tersebut lebih dari sekali, mencerminkan konsistensi kreativitas yang tak lekang oleh waktu.
Tanpa berlama-lama, mari bernostalgia menelusuri deretan musisi dan band yang paling mendominasi daftar legendaris tersebut.
Daftar Musisi yang Paling Banyak Masuk di Daftar 150 Album Indonesia Terbaik Rolling Stone
Berikut adalah rincian musisi dengan catatan kehadiran terbanyak dalam daftar 150 album Indonesia terbaik Rolling Stone.
1. Koes Plus atau Koes Bersaudara

Koes Plus, Band yang Disebut The Beatles-nya Indonesia | Wikimedia Commons @Majalah Aktuil Nomor 87 Tahun 1971
Bagi Kawan GNFI yang mungkin merasa asing, grup legendaris asal Tuban, Jawa Timur ini kerap disebut "The Beatles-nya Indonesia". Berdiri sejak akhir 1950-an dengan formasi awal keluarga Koeswoyo (Tonny, John, Yok, Nomo, dan Yon), grup ini naik daun lewat hits seperti "Kolam Susu", "Kisah Sedih di Hari Minggu", dan "Penyanyi Tua". Menariknya, mereka bahkan sempat dipenjara di era Orde Lama karena dianggap memainkan musik pop Barat.
Mereka menyumbang total 6 album yang masuk ke dalam daftar 150 album Indonesia terbaik yang dibuat oleh Rolling Stone. Sebagai Koes Bersaudara, mereka mengamankan tempat lewat album To the So Called "the Guilties" (Peringkat 6) yang dirilis Mesra Records dan album self-titled Koes Bersaudara (Peringkat 14).
Setelah berganti nama menjadi Koes Plus, dominasi mereka makin meluas lewat Dheg Dheg Plas (Peringkat 4), Volume 2 (Peringkat 21), Volume 4 (Peringkat 30), hingga Volume 5 (Peringkat 38).
2. Chrisye
Siapa yang tak kenal nada lembut nan magis dari penyanyi bernama lengkap Christian Rahadi ini? Mengawali karier dari panggung musik independen bersama Guruh Gipsy dan Badai Band, penyanyi solo dengan gaya panggung yang khas dan puitis ini sukses mencetak hits legendaris seperti "Lilin-Lilin Kecil", dan "Kisah Kasih di Sekolah".
Di bawah naungan label Musica Studios, Chrisye dikenal sebagai musisi perfeksionis yang selalu berhasil memadukan musik pop elegan dengan lirik yang menyentuh jiwa. Tak mengherankan jika beliau beberapa kali masuk dalam daftar 150 album Indonesia terbaik versi Rolling Stone dengan total 4 album.
Tiga di antaranya merupakan album solo fenomenal: Sabda Alam (Peringkat 51), Puspa Indah (Peringkat 57), dan Resesi (Peringkat 82). Tak hanya itu, proyek kolaborasi bersama Eros Djarot dan Yockie Soerjoprajogo dalam soundtrack Badai Pasti Berlalu bahkan dinobatkan sebagai album nomor 1 terbaik sepanjang masa di Indonesia.
3. Iwan Fals

Foto Iwan Fals, Musisi yang Terkenal dengan Lagu Penuh Kritiknya | Wikimedia Commons @Mas Agung Wilis Yudha Baskoro
Bergeser ke ranah balada dan folk rock, kita akan bertemu dengan sosok bernama asli Virgiawan Listanto. Mengawali kariernya sebagai pengamen jalanan di Bandung dan Jakarta pada akhir 1970-an, Iwan Fals dulunya tumbuh menjadi "suara hati rakyat" lewat lirik-liriknya yang tajam mengkritik sosial dan politik. Lagu-lagu seperti "Bento", "Bongkar", "Ibu", dan "Sarjana Muda" kerap digunakan sebagai lagu perlawanan dan nostalgia lintas generasi.
Musisi yang bernaung di bawah Musica Studios dan Airo Production ini menorehkan total 6 album dalam daftar ini. Di kategori solo, Iwan Fals menempatkan Sarjana Muda (Peringkat 27), Mata Dewa (Peringkat 67), Orang Gila (Peringkat 69), serta Aku Sayang Kamu! (Peringkat 90). Sementara itu, proyek supergrup turut mengantarkan album Swami ke peringkat 8 dan Kantata Takwa ke peringkat 64.
4. Fariz RM
Jika Kawan GNFI menyukai genre city pop yang sedang tren belakangan ini, Fariz Rustam Munaf adalah musisi yang namanya kerap dikaitkan dengan kemunculan genre ini. Lagu fenomenalnya seperti "Sakura" dan "Barcelona" menjadi bukti kejeniusannya sebagai multi-instrumentalis yang memproduksi karya di bawah label Akurama Records.
Fariz RM sukses mencatatkan total 4 album dalam jejak kurasi majalah Rolling Stone Indonesia. Sebagai penyanyi solo, ia berhasil meloloskan album Sakura (Peringkat 17), Panggung Perak (Peringkat 54), dan Living In The Western World (Peringkat 71). Di luar karya solonya, grup musik Transs juga menghasilkan album eksperimental Hotel San Vicente yang bertengger di peringkat 35.
5. The Rollies
Memasuki era musik dengan aransemen alat tiup yang megah, nama The Rollies yang terbentuk di Bandung pada 1967 tak boleh dilewatkan. Band ini memadukan unsur funk, soul, hingga jazz rock. Lagu hits mereka seperti "Kemarau" dan "Salam Sejahtera" menjadi soundtrack populer di era kaset pita.
Langkah musikal The Rollies di bawah naungan Remaco dan Musica Studios ini membuahkan total 4 album dalam daftar legendaris Rolling Stone. Album-album karya mereka yang berhasil masuk ke dalam jajaran terbaik mencakup New Rollies - Kemarau (Peringkat 66), The Rollies 1972 (Peringkat 73), Sing of Love (Peringkat 81), serta album debut mereka The Rollies 1969 di posisi 103.
6. Harry Roesli
Seniman bernama lengkap Djoharnurhadimarty Harry Roesli ini selalu berani mendobrak pakem musik konvensional. Lahir dari keluarga yang banyak mengikuti karier kedokteran sang ibu, Harry Roesli merilis karya-karya yang berisi pesan kritik sosial. CNN juga menyebut kalau beliau diberi title Profesor Pendidikan Musik Pertama di Indonesia oleh Museum Rekor Indonesia.
Seniman unik ini meloloskan total 3 album yang mendapat pengakuan tertinggi dari para pengamat musik. Karya-karyanya yang menghiasi daftar Rolling Stone antara lain album teater rock Ken Arok (Peringkat 10), album eksperimental bersama grupnya Philosophy Gang (Peringkat 34), serta Titik Api (Peringkat 53).
Musisi dengan 2 Album Dalam Daftar 150 Album Indonesia Terbaik Rolling Stone
Tak berhenti di panggung maestro veteran, parade nostalgia ini juga diramaikan oleh deretan band dan musisi yang membentuk lanskap musik modern Indonesia. Masing-masing sukses menempatkan 2 album terbaik mereka:
Slank: Band rock asal Potlot, Jakarta yang dimotori Bimbim dan Kaka ini sukses lewat Suit-Suit...He-He (Gadis Sexy) (peringkat 5) dan Kampungan (peringkat 56).
Dewa 19: Band pop-rock dari Surabaya yang menempatkan album Terbaik Terbaik era Ari Lasso (peringkat 26) dan Bintang Lima era Once Mekel (peringkat 96).
God Bless: Pelopor rock Indonesia lewat album debut God Bless (peringkat 43) dan Semut Hitam (peringkat 68).
Naif: Band retro-pop unik dengan vokalis David Bayu yang melesat lewat album Naif (peringkat 22) dan Titik Cerah (peringkat 72).
Pas Band: Pionir pergerakan musik alternative rock dan underground asal Bandung melalui album 4 Through the Sap (peringkat 9) dan In (No) Sensation (peringkat 101).
Padi: Band pop-rock emosional asal Surabaya yang dipimpin Piyu dan Fadly dengan album Sesuatu Yang Tertunda (peringkat 55) serta Save My Soul (peringkat 110).
Indra Lesmana: Maestro jazz kenamaan tanah air yang merajai daftar lewat album Reborn (peringkat 41) dan soundtrack film Rumah ke Tujuh (peringkat 77).
Karimata: Grup jazz-fusion legendaris era 80-an yang dihuni Candra Darusman dan Erwin Gutawa lewat album Pasti (peringkat 79) dan Jézz (peringkat 93).
Menelusuri rekam jejak para maestro di atas tentu memberikan perspektif baru tentang betapa kaya dan berwarna perjalanan musik Indonesia. Mari terus pupuk rasa cinta dan apresiasi kita terhadap warisan budaya Nusantara dengan membaca beragam ulasan menarik serta wawasan informatif lainnya di Good News From Indonesia!
*Artikel ini ditulis dengan bantuan Akal Imitasi. Data dikumpulkan secara mandiri dan dengan bantuan AI. Artikel akhir tetap dikurasi oleh editor.
REFERENSI:
- https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20180914201057-227-330362/musik-dan-jalan-panjang-pemberontakan-harry-roesli
- https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20180320184910-227-284543/mengenang-sukses-the-rollies-band-indonesia-serba-pertama
- https://www.mldspot.com/inspiring-people/indonesian-city-pop-dari-sudut-fariz-rm-dan-vira-talisa
- https://id.wikipedia.org/wiki/150_Album_Indonesia_Terbaik
- https://www.facebook.com/ibackboners/posts/150-album-indonesia-terbaik-versi-majalah-rolling-stone150-album-indonesia-terba/8313375705351137/
- https://www.instagram.com/p/BQ48gI_jfCQ/?hl=en


