pantang menyerah walaupun sembilan kali ditolak greece mutia akhirnya kuliah di polandia lewat beasiswa stefan banach - News | Good News From Indonesia 2026

Pantang Menyerah Walaupun Sembilan Kali Ditolak, Greece Mutia Akhirnya Kuliah di Polandia Lewat Beasiswa Stefan Banach

Pantang Menyerah Walaupun Sembilan Kali Ditolak, Greece Mutia Akhirnya Kuliah di Polandia Lewat Beasiswa Stefan Banach
images info

Greece Mutia, alumni PGSD UNU Jogja melanjutkan studi magister di University of Wroclaw, Polandia, lewat beasiswa.


Greece Mutia sudah sembilan kali menerima penolakan saat mendaftar beasiswa.

Alumni Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) itu mencoba daftar ke 10 program beasiswa di berbagai wilayah, mulai dari Asia, Australia, Selandia Baru, hingga Eropa.

Berkali-kali gagal, Greece akhirnya dinyatakan lolos beasiswa dan diterima melanjutkan studi ke Polandia, tepatnya di University of Wroclaw. Greece kini menempuh program Applied Social and Intercultural Studies (ASIS) melalui Stefan Banach Scholarship.

Mulai Menabung untuk Kuliah di Luar Negeri Sejak Mahasiswa

Keinginan Greece melanjutkan studi ke luar negeri sudah muncul sejak dirinya masih menjadi mahasiswa PGSD UNU Jogja. Bukan hanya keinginan semata, ia juga sudah menyiapkan strategi untuk mendapatkan itu.

baca juga

Ketika mahasiswa, Greece menerima beasiswa Future Leader Scholarship. Daripada menghabiskan seluruh uang saku yang diperoleh, Greece menyisihkan sebagian untuk kebutuhan yang berkaitan dengan rencana studi lanjut.

Tabungan tersebut kemudian digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari persiapan IELTS, mencari informasi beasiswa, hingga mengurus dokumen pendaftaran. Sebab ia tahu, jalan untuk mendapatkan beasiswa juga tidak mudah.

Tak hanya itu, ia juga sudah menyiapkan pengalaman di kegiatan sukarela maupun aktivitas pengembangan diri. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari bekalnya ketika mendaftar program beasiswa.

“Saya selalu menyisihkan waktu untuk belajar bahasa asing, terutama IELTS, menyisihkan uang saku bulanan dari beasiswa Future Leader Scholarship, dan ikut volunteering,” kata Greece, sebagaimana dikutip dari laman resmi UNU.

baca juga

Sembilan Penolakan dalam Delapan Bulan

Nah, walaupun Greece sudah menyiapkan beberapa hal, nyatanya mendapatkan beasiswa memang tidak mudah. Tercatat, dalam delapan bulan, Greece mengirimkan 10 aplikasi beasiswa. Sembilan di antaranya ditolak.

Walaupun begitu, penolakan berulang tidak membuatnya menyerah dan berhenti. Greece tetap bekerja sebagai pengajar sambil mempersiapkan pendaftaran berikutnya, termasuk mendalami IELTS, mencari informasi program, menyiapkan dokumen, dan menyusun motivation letter.

Greece juga tidak hanya mengandalkan informasi dari internet. Ia kerap bertanya kepada para penerima beasiswa atau awardee mengenai proses seleksi dan persyaratan program yang pernah mereka ikuti.

Cara itu membantunya memahami bahwa setiap program memiliki karakter seleksi yang berbeda.

baca juga

Ia kemudian terus mengevaluasi diri sert membangun ulang beberapa modal yang sudah dibangun sejak kuliah, mulai dari kemampuan bahasa Inggris, IPK, pengalaman organisasi dan kegiatan, hingga kemampuan menyusun dokumen aplikasi.

Sampai akhirnya, Stefan Banach Scholarship memberikan kabar baik bagi Greece.

Saat ini, Greece berada di Polandia untuk melanjutkan pendidikan di University of Wroclaw.

Usai meraih salah satu mimpinya, Greece pun masih memiliki cita-cita. Setelah menyelesaikan studi, ia ingin membangun sekolah di Lampung. Ia ingin manfaat beasiswa tidak hanya ia rasakan sendiri, tapi juga oleh anak-anak yang membutuhkan.

baca juga

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.