terungkap harta karun rp6 miliar di cigombong ditemukan tni saat berburu senjata jepang - News | Good News From Indonesia 2026

Terungkap! Harta Karun Rp6 Miliar di Cigombong, Ditemukan TNI Saat Berburu Senjata Jepang

Terungkap! Harta Karun Rp6 Miliar di Cigombong, Ditemukan TNI Saat Berburu Senjata Jepang
images info

Foto oleh ZlaΕ₯Γ‘ky.cz di Unsplash


Di balik perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, tersimpan kisah mengejutkan tentang penemuan harta karun bernilai fantastis di Cigombong, wilayah perbatasan Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat. Pada 1946, ketika para pejuang tengah bersiap menghadapi ancaman kembalinya Belanda, pencarian senjata peninggalan Jepang justru mengantarkan mereka pada temuan emas, permata, dan berlian dalam jumlah besar.

Peristiwa tersebut bukan sekadar cerita tentang kekayaan yang terpendam di dalam tanah. Penemuan ini juga menyimpan jejak sejarah mengenai perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan setelah Jepang menyerah pada akhir Perang Dunia II.

Menurut laporan yang dikutip dari majalah Ekspres edisi 29 September 1972, harta karun tersebut diperkirakan bernilai hampir Rp6 miliar pada masa itu. Jumlah tersebut menjadi gambaran betapa berharganya temuan yang muncul secara tidak sengaja di tengah situasi politik dan militer yang belum stabil.

Berburu Senjata Jepang, TNI Justru Menemukan 7 Kilogram Emas dan 4 Kilogram Berlian

Sebelum pertengahan 1946, kawasan Cigombong diketahui pernah digunakan sebagai markas tentara Jepang. Setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia II, pasukan tersebut meninggalkan wilayah itu. TNI bersama masyarakat setempat kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyisiran untuk mencari persenjataan yang dapat digunakan menghadapi Belanda.

baca juga

Namun, di tengah aktivitas penggalian, Sersan Mayor Sidik bersama sejumlah anggota polisi tentara dan warga menemukan sebuah guci besar yang terkubur di dalam tanah. Ketika guci tersebut dibuka, isinya ternyata bukan senjata atau amunisi, melainkan sejumlah kaus kaki yang menyimpan benda-benda keras.

Kejutan pun muncul saat kaus kaki itu dibuka satu per satu. Di dalamnya terdapat emas, permata, dan berlian yang berkilauan.

Kisah penemuan tersebut dicatat oleh Haji Priyatna Abdurrasyid dalam buku Dari Cilampeni ke New York (2001:102).

β€œ..Sersan Mayor Sidik bersama beberapa anggota polisi tentara dan rakyat menemukan sebuah guci besar. Setelah guci itu dibuka, mereka menemukan kaus kaki yang berisikan barang keras. Kaos kaki itu mereka buka satu persatu. Mereka kaget melihat isinya emas permata dan berlian yang sudah dicongkel-congkel gemerlapan,” kata haji Priyatna Abdurrasyid: Dari Cilampeni ke New York (2001:102).

baca juga

Berdasarkan laporan yang beredar, harta tersebut terdiri atas sekitar 7 kilogram emas dan 4 kilogram berlian. Barang-barang berharga itu disebut berasal dari kawasan Perkebunan Pondok Gede, Bogor.

Nilai yang ditaksir mencapai Rp6 miliar pada masa itu menjadikan penemuan Cigombong sebagai salah satu kisah harta karun yang menarik perhatian dalam catatan sejarah Indonesia. Temuan tersebut kemudian diamankan untuk diserahkan kepada pemerintah Republik Indonesia.

Harta karun itu dibawa menuju Yogyakarta, yang ketika itu menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia, sebelum diserahkan kepada Bank Negara Indonesia (BNI-46). Direktur BNI-46 saat itu adalah Raden Mas Margono Djojohadikusumo, kakek Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto.

Penyerahan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan harta temuan Cigombong, meskipun rincian mengenai pemanfaatan dan nilai aktualnya perlu ditelusuri melalui arsip sejarah lebih lanjut.

baca juga

Bukan Cuma Cigombong, Guci Berisi Emas Kuno Juga Ditemukan di Klaten

Kisah harta terpendam di Indonesia tidak berhenti di Cigombong. Puluhan tahun kemudian, tepatnya pada Oktober 1990, penemuan luar biasa kembali terjadi di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Kali ini, enam warga yang sedang menggali tanah uruk menemukan benda yang tidak biasa. Saat cangkul mereka mengenai sebuah guci di kedalaman sekitar tiga meter, mereka menyadari bahwa benda tersebut menyimpan sesuatu yang berharga.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan empat guci berisi berbagai perhiasan emas dan perak. Koleksi tersebut mencakup gelang, cincin, serta beragam benda berharga yang menunjukkan keterampilan tinggi dalam pembuatan perhiasan pada masa lampau.

Salah satu penemunya, Widodo, menceritakan awal mula penemuan tersebut kepada media.

baca juga

β€œYang menemukan 6 orang. Saat mencangkul ada yang kena guci di kedalaman tanah sekitar 3 meter yang berpasir,” kata Widodo, salah satu warga yang menemukan dikutip dari detikcom.

Temuan Wonoboyo kemudian dikenal sebagai salah satu penemuan arkeologi terbesar di Indonesia, khususnya karena jumlah dan keragaman artefak emas serta perak yang berhasil ditemukan. Benda-benda tersebut memberikan gambaran mengenai kemajuan seni, teknologi pengolahan logam, dan kehidupan masyarakat pada masa kerajaan di Jawa.

Dua peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa tanah Indonesia menyimpan banyak jejak sejarah yang belum tentu diketahui masyarakat luas. Di Cigombong, pencarian senjata untuk mempertahankan kemerdekaan berujung pada penemuan emas dan berlian. Sementara di Wonoboyo, kegiatan menggali tanah uruk justru membuka kembali kisah kejayaan peradaban masa lalu.

Di balik nilai materialnya, kedua temuan itu memiliki arti yang lebih luas: kekayaan sejarah Indonesia tidak hanya tersimpan dalam buku, tetapi juga tersembunyi di bawah tanah, menunggu untuk ditemukan dan dipelajari kembali.

baca juga

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.