kisah perdebatan padi dan emas cerita rakyat dari lampung - News | Good News From Indonesia 2026

Kisah Perdebatan Padi dan Emas, Cerita Rakyat dari Lampung

Kisah Perdebatan Padi dan Emas, Cerita Rakyat dari Lampung
images info

Kisah Perdebatan Padi dan Emas, Cerita Rakyat dari Lampung | Pexels/MITSUKI SAWA


Ada sebuah cerita rakyat dari Lampung yang berkisah tentang perdebatan antara padi dan emas. Hanya saja, perdebatan yang mereka lakukan tersebut tidak memiliki urgensi sama sekali.

Walau begitu, mereka tetap berdebat dengan sengitnya. Lantas bagaimana ujung dari perdebatan yang terjadi antara padi dan emas tersebut?

Kisah Perdebatan Padi dan Emas, Cerita Rakyat dari Lampung

Dikutip GNFI dari buku Parasian Simamora yang berjudul Cerita Rakyat Daerah Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi, alkisah pada zaman dahulu semua hewan bisa berbicara layaknya manusia. Tidak hanya itu, benda-benda mati yang ada di sekitar pun juga bisa berbicara antara satu sama lainnya.

Interaksi pun terjalin di antara mereka. Tidak jarang perdebatan pun muncul tentang topik-topik tertentu.

baca juga

Pada suatu pagi, terjadi keributan antara padi dan emas. Kedua pihak ternyata meributkan satu hal yang sebenarnya cukup sepele untuk diperdebatkan.

Padi dan emas berdebat keras tentang bunyi durian jatuh. Padi berkata jika bunyi durian saat jatuh adalah "Raaaaasss, tum."

Sementara itu, emas berkata jika bunyi yang dia dengar berbeda. Menurut emas, bunyi buah durian yang jatuh dari pohonnya adalah "Tuuuuum, ras."

Jika dilihat dari asal mereka, sebenarnya padi memiliki pendengaran yang jauh lebih akurat. Sebab banyak pohon durian yang tumbuh di sekitar area mereka.

Namun emas pun tidak mau kalah begitu saja. Dia tetap bersikeras dengan apa yang didengarkannya.

Perdebatan tiada ujung ini membuat mereka sepakat untuk mencari penengah. Padi dan emas pun memulai pencariannya.

Pada awalnya mereka bertemu dengan kancil. Wajar saja, kancil memang terkenal dengan kepintarannya.

Begitu tiba di hadapan kancil, padi dan emas menjelaskan perdebatan yang sedang terjadi di antara mereka. Keduanya terlihat saling ngotot dan tidak mau kalah.

Kancil hanya tertawa mendengar penjelasan padi dan emas. Bukannya menengahi, kancil justru heran dengan apa yang mereka perdebatan.

Menurut kancil, perdebatan yang mereka lakukan sangat tidak penting. Mereka hanya akan membuang-buang waktu saja melakukan perdebatan tersebut.

Namun padi dan emas berkata jika hal tidak penting saja tidak bisa mereka selesaikan, apalagi yang lainnya. Mereka pun meminta kancil menjadi penengah di antara mereka.

Kancil menolak permintaan tersebut. Dia tidak mau menghabiskan banyak waktu dan pikiran untuk hal sepele seperti itu.

baca juga

Padi dan emas pun memutuskan untuk pergi mencari penengah lainnya. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan rombongan semut yang sedang berpindah tempat.

Keduanya pun menyapa semut dan meminta mereka untuk menjadi penengah. Sama seperti sebelumnya, padi dan emas pun menceritakan permasalahan mereka.

Ternyata para semut ini bersarang di dekat pohon durian. Setelah mendengarkan penjelasan, para semut berkata jika padi lah yang benar.

Padi tentu senang mendengarkan jawaban itu. Sebab dia memang yakin bunyi yang didengarkannya lah yang benar.

Namun emas ternyata tidak menerima hasil tersebut. Dia tetap bersikeras jika apa yang didengarkannya lah yang benar adanya.

Akhirnya padi dan emas mengambil langkah terakhir. Mereka pun pergi menghadap ke sang raja hutan, harimau.

Begitu tiba di kediaman harimau, padi dan emas langsung menceritakan perdebatan yang terjadi di antara mereka. Sama seperti kancil, harimau merasa heran dengan apa yang mereka perdebatan.

Namun harimau tetap bertanggung jawab sebagai raja hutan. Terlebih dia tahu bagaimana bunyi buah durian jatuh.

baca juga

Harimau pun mengeluarkan titah atas permasalahan tersebut. Harimau berkata jika bunyi yang didengarkan oleh padi lah yang benar.

Kali ini emas tidak bisa mengelak. Sebab hasil perdebatan mereka sudah diputuskan oleh sang raja.

Akhirnya mereka pun menerima hasil yang disampaikan oleh harimau dan kembali hidup berdampingan.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.