Punya aset di tengah Jakarta tapi cuma dibiarkan begitu saja? Wah, itu namanya punya peluang tapi tidak diajak kenalan. KAI Properti justru memilih cara berbeda. Aset seluas kurang lebih 2.500 meter persegi di kawasan Juanda, Jakarta Pusat, kini disulap menjadi fasilitas olahraga padel.
Melalui Railley Padel Jakarta Juanda, KAI Properti mengembangkan aset di Jl. Ir. H. Djuanda No. 1 C menjadi ruang komersial yang menyasar pekerja perkantoran hingga komunitas olahraga.
Lokasinya memang cukup strategis. Berada di Jakarta Pusat, kawasan ini dikenal dengan aktivitas perkantoran dan mobilitas masyarakat yang tinggi. Jadi, kalau asetnya hanya menjadi bangunan yang menunggu nasib, rasanya memang sayang.
KAI Properti melihat potensi tersebut dan memilih padel sebagai salah satu fungsi baru aset. Hasilnya, empat lapangan padel kini tersedia untuk masyarakat.
Bukan Sekadar Lapangan, Aset Disulap Jadi Ruang Komersial
Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, mengatakan bahwa pemanfaatan aset dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi, karakter kawasan, hingga perkembangan kebutuhan pasar.
“Pengembangan aset perlu melihat aktivitas yang tumbuh di sekitarnya. Di Juanda, kami melihat kawasan dengan aktivitas perkantoran yang tinggi dan perkembangan komunitas olahraga yang cukup kuat. Potensi tersebut kemudian kami terjemahkan menjadi fungsi komersial yang relevan sekaligus dapat meningkatkan produktivitas aset yang kami kelola,” ujar Bramantya.
Pembangunan Railley Padel Jakarta Juanda berlangsung sejak 18 Januari hingga 30 Agustus 2026. Dalam area seluas kurang lebih 2.500 meter persegi tersebut, tersedia empat lapangan padel.
Namun, jangan bayangkan cuma datang, main, lalu pulang dengan badan pegal. Fasilitas ini dilengkapi VIP Room, musala, locker, toilet dan area mandi, front desk, layanan penyewaan raket, hingga area parkir mobil dan sepeda motor.
Railley Padel Jakarta Juanda juga beroperasi cukup panjang, yakni mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.
Artinya, pekerja kantoran bisa bermain sebelum berangkat kerja atau setelah jam kantor selesai. Komunitas olahraga pun punya ruang untuk beraktivitas tanpa harus pusing mencari waktu yang pas.
“Bagi KAI Properti, aset memiliki peluang untuk terus dikembangkan mengikuti dinamika kawasan dan kebutuhan pasar. Karena itu, kami ingin setiap pengembangan memiliki fungsi yang jelas, memiliki pengguna yang relevan, dan mampu menciptakan aktivitas ekonomi dari aset yang sebelumnya dapat dioptimalkan lebih lanjut,” lanjut Bramantya.
Resmi Dibuka, Jadi Contoh Cara Menghidupkan Aset
Railley Padel Jakarta Juanda resmi dibuka pada 6 Oktober 2026. Kehadirannya menjadi salah satu bentuk pemanfaatan aset KAI Properti dengan menghadirkan fungsi komersial yang disesuaikan dengan potensi lokasi dan karakter pasar di kawasan Juanda.
Jadi, daripada aset hanya diam dan menunggu kesempatan datang, KAI Properti memilih membuatnya menghasilkan aktivitas ekonomi.
Pengembangan ini juga menjadi bagian dari langkah KAI Properti dalam meningkatkan nilai aset melalui pemanfaatan yang produktif. Pendekatan serupa akan terus dilakukan terhadap aset-aset potensial lainnya dengan mempertimbangkan karakter lokasi, kebutuhan masyarakat, serta peluang bisnis.
“Ke depan, kami akan terus melihat potensi setiap aset secara lebih spesifik. Juanda menjadi salah satu contoh bagaimana lokasi, pasar, dan kebutuhan masyarakat dapat dipertemukan dalam satu pengembangan sehingga aset memiliki aktivitas dan nilai ekonomi yang semakin baik,” tutup Bramantya.
Dengan empat lapangan padel, fasilitas pendukung lengkap, serta lokasi di kawasan Jakarta Pusat, Railley Padel Jakarta Juanda menjadi contoh bahwa optimalisasi aset tidak selalu harus dalam bentuk gedung perkantoran atau ruang komersial konvensional.
Kadang, aset yang terlihat biasa saja justru bisa menjadi tempat orang berolahraga, berkumpul, sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi.
Dan kali ini, KAI Properti memilih padel sebagai cara untuk membuat aset 2.500 meter persegi di Juanda benar-benar “bergerak”.


