kemenkes ungkap ratusan ribu orang dan balita terkena ispa imbas karhutla - News | Good News From Indonesia 2026

Kemenkes Ungkap Ratusan Ribu Orang dan Balita Terkena ISPA Imbas Karhutla, Kenali Gejalanya!

Kemenkes Ungkap Ratusan Ribu Orang dan Balita Terkena ISPA Imbas Karhutla, Kenali Gejalanya!
images info

Kemenkes Ungkap Ratusan Ribu Orang dan Balita Terkena ISPA Imbas Karhutla | Foto: Matt Howard/Unsplash


Kawan GNFI, eskalasi karhutla di beberapa provinsi di Indonesia memicu terjadinya penurunan kualitas udara yang sangat ekstrem.

Dilansir dari data BNPB, per Kamis, 15 Oktober 2026 akumulasi luas lahan yang terbakar di enam provinsi terdampak yakni, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan mencapai 570,09 Ha dengan 7.670 titik hotspot.

Bahkan, sejumlah provinsi kini turut menetapkan status siaga darurat dan tanggap darurat dalam menghadapi karhutla karena memiliki risiko yang turut mengancam kesehatan lebih dari 13 juta penduduk.

Kemenkes RI turut memaparkan dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat dapat mengancam sistem pernapasan yang tidak boleh diabaikan di tengah ancaman polusi udara imbas dari karhutla.

Dilansir dari data PHEOC Kemenkes RI hingga 11 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB, tercatat sebanyak 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dilaporkan dari 63 Kabupaten/Kota di tujuh provinsi terdampak karhutla.

Kelompok rentan, yakni Balita 0-5 tahun turut mengalami ISPA dengan catatan kasus sebanyak 62.400 kasus.

Lalu, apakah itu ISPA dan mengapa asap karhutla memicu ISPA? Simak penjelasan selengkapnya, ya, Kawan GNFI!

Apa itu ISPA?

ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan istilah medis yang umum terjadi di Indonesia. Penyakit pernapasan ini menggambarkan jenis infeksi yang dapat menyerang saluran pernapasan bagian atas dan bawah, termasuk hidung, sinus, tenggorokan, bronkus, dan paru-paru.

Kelompok rentan yang memiliki risiko tinggi ISPA, yakni bayi dan balita, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis (asma, PPOK, penyakit jantung, dan diabetes), perokok aktif maupun pasif.

Lebih lanjut, ISPA turut dapat disebabkan oleh faktor lingkungan dan paparan polusi udara terutama bagi warga yang tinggal diperkotaan atau paparan polusi udara termasuk asap Karhutla.

Dilansir dari Kemenkes RI, survei IHME tahun 2019 mengungkap penyakit pernapasan ini masuk ke dalam 10 penyakit terbanyak yang terjadi di Indonesia serta penurunan kualitas udara menempati posisi kelima dengan faktor risiko kematian tertinggi di Indonesia.

Dampak buruk terutama dari penurunan kualitas udara ini sangat jelas, apalagi ditambah dengan adanya polusi udara asap karhutla yang turut memperbesar risiko merusak saluran pernapasan dan memicu infeksi.

baca juga

Mengapa Asap Karhutla Memicu ISPA?

Meski pemerintah melalui tim gabungan dan tim kesehatan Kemenkes telah mengerahkan sebanyak 2.106 tenaga medis terkait upaya penanganan ke wilayah terdampak, tetapi asap karhutla masih menjadi ancaman kesehatan nyata bagi warga.

Hal ini terkait dengan asap karhutla yang memiliki kandungan berbahaya dan senyawa beracun yang turut memperbesar peluang munculnya penyakit sistem pernapasan termasuk ISPA.

β€œAsap karhutla mengandung partikel halus PM2.5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan senyawa organik beracun. Paparannya dapat menyebabkan ISPA, iritasi mata.kulit, perburukan Asma dan PPOK, serta peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke,” jelas Kemenkes dalam instagram resmi @/kemenkes_ri pada Rabu (14/10/2026).

Partikel halus PM2.5 ini memiliki ukuran sangat kecil dan sangat berbahaya apabila masuk ke dalam paru-paru karena memicu iritasi, peradangan, dan stress oksidatif yang mengganggu barier pertahanan dari saluran pernapasan.

Apabila terus terpapar maka sangat berbahaya terutama bagi kelompok rentan karena memicu penurunan fungsi sistem pernapasan secara permanen.

Apa yang Telah Dilakukan?

Menindaklanjuti hal tersebut, Kemenkes RI menyebut telah melakukan langkah tanggap darurat secara komprehensif dalam menanggulangi dampak akibat karhutla.

Selain mengirimkan tenaga medis, turut didistribusikan pula jutaan logistik medis hingga obat-obatan penunjang menuju wilayah terdampak.

Rinciannya dari logistik medis dan obat-obat yang telah didistribusikan, yakni sebanyak 2,8 juta masker, 36 tabung Oxycan, 4908 set APD, 280 unit Oxygen Concentrator (OC), 41.000 pasang sarung tangan medis, 350 Dus PMT, 100 buah face shield, 9 buah air purifier, obat-obatan dan vitamin.

Terkait dengan penanganannya disediakan pula program khusus yang dikenal dengan β€˜Oase Udara’ di beberapa wilayah Kalimantan untuk memastikan pemberian bantuan oksigen darurat bagi warga yang mengalami sesak napas.

Selain itu, tercatat sebanyak 1.691 Puskesmas dan 360 RS rujukan turut disediakan guna menangani berbagai dampak kesehatan akibat karhutla.

Gejala yang perlu dikenali untuk mengambil tindakan pencegahan imbas polusi udara dari asap karhutla, yakni batuk, hidung tersumbat, sesak napas, nyeri dada, demam, sakit kepala, sulit bernafas, mual muntah, diare, dan nafsu makan menurun.

baca juga

Apabila tidak ditangani dengan segera maka kemungkinan untuk memunculkan gejala semakin berat yang dapat memperburuk kesehatan.

Adanya sinergi kewaspadaan dan mengenali gejala diharapkan dapat menekan angka kesakitan dan melindungi kelompok rentan guna mempercepat proses pemulihan.

Karhutla memicu krisis kesehatan secara massal dan tidak bisa dipandang sebagai musibah musiman, melainkan menjadi musibah yang mengancam multidimensi termasuk ekosistem dan keselamatan masa depan bangsa dari hak udara bersih serta kehidupan layak berkelanjutan.

Stay Safe, Stay Healthy! Lekas Pulih Indonesia.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.